Kenikmatan Penduduk Surga (4)

7 Apr

Ada Apa Di Hari Kiamat
Muhammad Ahmad al-‘Amari; Terjemah : Arif Hidayatullah; IslamHouse.com

Inilah wanita yang ada disurga kelak, adapun engkau wahai para pecinta wanita, rayuan dan godaan mereka, janganlah mengecoh langkah kalian, kalaupun kita semua mendapati kekeliruan maka dengarkanlah firman Allah Ta’ala:

قال الله تعالى : ﴿ قَالَ لَا تَثۡرِيبَ عَلَيۡكُمُ ٱلۡيَوۡمَۖ يَغۡفِرُ ٱللَّهُ لَكُمۡۖ وَهُوَ أَرۡحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ ﴾ [يوسف: 92]

“Dia (Yusuf) berkata: “Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, Mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang diantara Para Penyayang”. (QS Yusuf: 92).

Imam Ibnu Qoyim mengatakan dalam bait qasidahnya:
Duhai orang yang membiarkan hawa nafsunya
Engkau biarkan dirimu telanjang dihadapan orang
Jangan engkau tukar rupa menawan dengan penyakit
Yang nampak setelah memakan barang haram
Jelek perbuatannya dalam pandangan manusia
Bagaikan setan yang berwujud insan
Tercibir karena memilih yang jelek lagi hina
Mereka zuhud dari keluasan ar-Rahman
Rupanya menipu yang dibuat-buat
Bila ia tinggalkan tentu mata enggan tuk melihat
Tabiatnya diciptakan tuk meninggalkannya
Untuk menafkahi keluarga agar tidak meminta-minta
Duhai para calon peminang bidadari, jika kalian mengharap diterima lamarannya, maka hadirkan maharnya sekarang ini. Berkata Imam Ibnu Qoyim dalam qasidah Mimiyahnya:
Duhai para peminang bidadari, jika engkau benar
Inilah waktunya engkau mendapatkan mahar
Jauhi segala kotoran yang merusak kesucian cintanya
Agar engkau bisa mendapatkannya, penuh dengan kesenangan
Dan juga dalam Nuniyahnya:
Duhai para peminang bidadari, dan para pencari
Surga nan kekal lagi abadi
Sekiranya engkau tau apa syarat dan keinginan mereka
Tentu engkau akan keluarkan semua hartamu
Atau engkau tau dimana rumahnya
Tentu engkau akan segera mendatangi rumahnya
Sedangkan mahar wanita surga adalah amal sholeh. seorang penyair mengatakan:
Duhai lelaki, Pinanglah seorang wanita, yang
Tidak menginginkan maharmu melainkan amal sholeh
Kisahkan padaku, tentang cinta pertamamu yang penuh mabuk kepayang
Kecintaan pada wanita, bagaikan pedagang yang beruntung
Beramallah, gandeng selalu amalmu jangan terputus
Pada waktunya engkau akan menuainya

 Mereka juga mendapatkan makan dan minum yang lezat.
Allah Azza wa jalla berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ مُتَّكِ‍ِٔينَ فِيهَا يَدۡعُونَ فِيهَا بِفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ وَشَرَابٖ﴾ [ص: 51]

“Di dalamnya mereka bertelekan (diatas dipan-dipan) sambil memakan buah-buahan yang banyak dan minuman di dalam surga itu”. (QS Shaad: 51).

Dalam ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ يَدۡعُونَ فِيهَا بِكُلِّ فَٰكِهَةٍ ءَامِنِينَ ﴾ [الدخان: 55]

“Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran)”. (QS ad-Dukhaan: 55).

Maksudnya, mereka merasa aman dari kekhawatiran akan kehabisan atau terhenti dan terlarang. Allah Ta’ala menjelaskan dalam firmanNya:

قال الله تعالى : ﴿ وَفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ . لَّا مَقۡطُوعَةٖ وَلَا مَمۡنُوعَةٖ ﴾ [الواقعة: 33-32]

“Dan buah-buahan yang banyak. Yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya”. (QS al-Waaqi’ah: 32-33).

Dalam ayat yang lain Allah Azza wa jalla berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ مَّثَلُ ٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي وُعِدَ ٱلۡمُتَّقُونَۖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ أُكُلُهَا دَآئِمٞ وَظِلُّهَاۚ تِلۡكَ عُقۡبَى ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْۚ وَّعُقۡبَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ٱلنَّارُ ﴾ [الرعد: 35]

“Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman), mengalir sungai-sungai di dalamnya, buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka”. (QS ar-Ra’d: 35).

Allah Ta’ala juga menjelaskan:
“Dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan..”. (QS Muhammad: 15).
Dan juga firmanNya:

قال الله تعالى : ﴿ كُلَّمَا رُزِقُواْ مِنۡهَا مِن ثَمَرَةٖ رِّزۡقٗا قَالُواْ هَٰذَا ٱلَّذِي رُزِقۡنَا مِن قَبۡلُۖ وَأُتُواْ بِهِۦ مُتَشَٰبِهٗاۖ﴾ [البقرة: 25]

“Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” mereka diberi buah-buahan yang serupa..”. (QS al-Baqarah: 25).

Berkata Ibnu Abbas tatkala menafsirkan makna ayat diatas; ‘Maksudnya yaitu sama dalam masalah rupa serta jenisnya namun beda dalam rasa’.
Disana juga ada buah-buahan yang tidak asing lagi namanya serta familiar ditelinga kita. Seperti yang digambarkan oleh Allah Ta’ala di dalam firmanNya: “Di dalam kedua surga itu (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima”. (QS ar-Rahman: 68).

Dalam kesempatan yang lain Allah Ta’ala berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ وَفَٰكِهَةٖ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ . وَلَحۡمِ طَيۡرٖ مِّمَّا يَشۡتَهُونَ ﴾ [الواقعة: 21-20]

“Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih. Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan”. (QS al-Waaqi’ah: 20-21).

Imam Ibnu Qoyim menyatakan dalam qasidahnya:
Makanannya, semua yang mereka inginkan
Daging burung yang lezat lagi berdaging
Buah-buahan melimpah, sekehendak hati yang diinginkan
Duhai orang yang telah sempurna keimanannya
Bagimu, daging, khamr, dan wanita serta buah-buahan
Indah bersama bidadari dengan segala kesenangannya

Buah-buahan surga nan banyak tersebut bisa dinikmati dan dipetik sambil berdiri, atau duduk atau sembari tidur-tiduran dengan bertelekan. Seperti yang disebutkan dalam firman Allah Azza wa jalla:
“Buah-buahannya sangatlah dekat”. (QS al-Haaqah: 23).

Dan dalam firmanNya:
“Dan buahnya dimudahkan untuk memetiknya semudah-mudahnya”. (QS al-Insaan: 14).

Demikian pula dalam firmanNya:
“Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat”. (QS ar-Rahman: 54).

Satu ekor burung yang ada di akhirat bagaikan seekor unta di dunia. Hal itu seperti yang telah dijelaskan dalam sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Diriwayatkan dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, dia bercerita; ‘Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

قالَ رسولُ الله صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: (( إنَّ في الجنَّة ِ طيراً أمثالَ البخاتي فقال أبو بكر ٍ إنَّها لناعمة ٌ يا رسولَ الله ِ فقالَ أنعمُ منها مَنْ يأكلُها وأنتَ ممنْ يأكلُها يا أبا بكر )) [ رواه الحاكم ]

“Sesungguhnya didalam surga ada seekor burung semisal al-Bukhati. Abu bakar bertanya; ‘Wahai Rasulallah, apakah ia unta muda? Beliau menjawab: ‘Benar, dan akan ada yang memakannya, dan engkau, Wahai Abu Bakar salah seorang yang ikut memakannya”. (HR al-Hakim.)

Al-Bukht adalah unta muda yang banyak dagingnya. Seperti yang di katakan dalam sebuah syair:
Tak ada kehidupan hakikki melainkan hidup dengan kemulian
Orang yang mujur bukan Laila bukan pula Ummu Salim
Namun, itulah keutamaan Allah yang Ia kehendaki
Berharaplah, duhai para pengetuk pintuNya

Penghuni surga memakan makanan serta minuman yang ada didalamnya, namun mereka tidak pernah kencing, membuang air besar tidak pula mengeluarkan ingus, hanya saja yang mereka keluarkan adalah keringat yang wangi bagaikan minyak misk, mereka bernafas dengan ucapan tasbih seperti jiwa bernafas.

Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ : (( يَأْكُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ فِيهَا وَيَشْرَبُونَ وَلاَ يَتَغَوَّطُونَ وَلاَ يَمْتَخِطُونَ وَلاَ يَبُولُونَ وَلَكِنْ طَعَامُهُمْ ذَاكَ جُشَاءٌ كَرَشْحِ الْمِسْكِ يُلْهَمُونَ التَّسْبِيحَ وَالْحَمْدَ كَمَا يُلْهَمُونَ النَّفَسَ )) قَالَ وَفِى حَدِيثِ حَجَّاجٍ « طَعَامُهُمْ ذَلِكَ » [ رواه مسلم ]

“Penghuni surga memakan serta minuman didalamnya, namun mereka tidak pernah kencing, dan buang air besar tidak pula mengeluarkan ingus namun mereka mengeluarkan keringat yang wangi bagaikan minyak misk, mereka bernafas dengan ucapan tasbih dan tahmid bagaikan jiwa bernafas. Dalam salah satu riwayat Hajjaj dikatakan: ‘Dan itulah makanannya”. (HR Muslim no: 7333. Dalam Bab: Fii Shifatil Jannah.)

Berkata Imam Ibnu Qoyim dalam lantunan qasidahnya:
Inilah, hasil makanan yang mereka makan
Keringat yang mengalir di tubuh
Wangi, bagaikan misk yang tak tercampuri
Dengan warna-warni yang mengotori
Terulang dengan perut yang kembali lapar
Rindu pada makanan yang tak pernah habis
Ia tak buang air kecil tidak pula besar
Tidak juga mengeluarkan ingus, seperti insan
Ia bersendawa, yang wangi bagaikan misk
Yang menjadikan ramping, penuh pesona

Adapun bejana yang mereka gunakan untuk menyantap makanan serta minuman maka terbuat dari emas dan perak yang bening. Hal itu sebagaimana yang Allah Azza wa jalla firmankan:

قال الله تعالى : ﴿ يُطَافُ عَلَيۡهِم بِصِحَافٖ مِّن ذَهَبٖ وَأَكۡوَابٖۖ وَفِيهَا مَا تَشۡتَهِيهِ ٱلۡأَنفُسُ وَتَلَذُّ ٱلۡأَعۡيُنُۖ وَأَنتُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ ﴾ [الزخرف: 71]

“Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya”. (QS az-Zukhruf: 71).

Dalam kesempatan lain, Allah juga berfirman:

قال الله تعالى : ﴿ وَيُطَافُ عَلَيۡهِم بَِٔانِيَةٖ مِّن فِضَّةٖ وَأَكۡوَابٖ كَانَتۡ قَوَارِيرَا۠ ١٥ قَوَارِيرَاْ مِن فِضَّةٖ قَدَّرُوهَا تَقۡدِيرٗا ﴾ [سورة الإنسان : 15 – 16]

“Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca. (Yaitu) kaca-kaca (yang terbuat) dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya”. (QS al-Insaan: 15-16).

Maka barangsiapa yang makan atau minum dengan menggunakan piring yang terbuat dari emas tatkala didunia, lalu meninggal tanpa bertaubat, kelak diakhirat ia tidak bisa menggunakannya. Hal itu, berdasarkan sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam:

قَالَ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: « لَا تَشْرَبُوا فِي آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَا تَأْكُلُوا فِي صِحَافِهَا فَإِنَّهَا لَهُمْ فِي الدُّنْيَا وَلَنَا فِي الْآخِرَة رواه » [ رواه البخاري ]

“Janganlah kalian makan dengan bejana emas dan perak, tidak pula menyantap makanan dengan menggunakan piring dari keduanya. Sesungguhnya itu untuk mereka (orang kafir) yang ada didunia, sedangkan bagi kita adalah kelak diakhirat”. (HR Bukhari no: 5426, Dalam Bab: al-Aklu fii Inaa’i Mufadhadh.)

 Mereka juga mendapatkan pelayan yang masih muda, dan siap melayani kebutuhannya.
Allah Azza wa jalla menjelaskan akan hal tersebut dalam firmanNya:

قال الله تعالى : ﴿ يَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ ١٧ بِأَكۡوَابٖ وَأَبَارِيقَ وَكَأۡسٖ مِّن مَّعِينٖ ١٨ لَّا يُصَدَّعُونَ عَنۡهَا وَلَا يُنزِفُونَ ١٩ وَفَٰكِهَةٖ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ ٢٠ وَلَحۡمِ طَيۡرٖ مِّمَّا يَشۡتَهُونَ﴾ [سورة الواقعة: 17-21]

“Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda. Dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir. Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk. Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih. Dan daging burung dari apa yang mereka inginkan”. (QS al-Waaqi’ah: 17-21).

Bersambung ke bagian 5

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: