Menuju Titian Shirat (1)

7 Apr

Ada Apa Di Hari Kiamat
Muhammad Ahmad al-‘Amari; Terjemah : Arif Hidayatullah; IslamHouse.com

Manakala Allah Tabaraka wa ta’ala telah selesai menghitung amalan hamba, begitu pula masing-masing telah menerima hasilnya. Maka manusia berbondong-bondong menuju Shirat untuk meniti diatasnya menuju surga, dan di antara mereka ada yang sebelumnya mampir dulu ke nereka baru masuk ke surga.

Pada saat itu, tidak ada jalan untuk bisa mencapai surga melainkan harus melewati jembatan yang dibentangkan diatas gelegak panasnya api neraka, agar semua orang, baik kafir maupun muslim meniti diatasnya. Dan tidak ada seorangpun di antara mereka, melainkan pasti mendatangi hal itu, Allah Ta’ala menegaskan akan hal itu dalam firmanNya:

قال الله تعالى : ﴿ وَإِن مِّنكُمۡ إِلَّا وَارِدُهَاۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتۡمٗا مَّقۡضِيّٗا ٧١ ثُمَّ نُنَجِّي ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْ وَّنَذَرُ ٱلظَّٰلِمِينَ فِيهَا جِثِيّٗا ﴾ [مريم: 72-71]

“Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. hal itu bagi Rabbmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut”. (QS Maryam: 71-72).

Singkat perjalanan Bani Adam pada saat itu, yaitu melalui beberapa kejadian diantaranya:

 Di tengah jalan menuju Shirat, mereka melewati telaganya Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam lalu meminum airnya.

Hal itu sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadits, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliua berkata: ‘Rasulallahu Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: (( تَرِدُ عَلَيَّ أُمَّتِي الْحَوْضَ وَأَنَا أَذُودُ النَّاسَ عَنْهُ كَمَا يَذُودُ الرَّجُلُ إِبِلَ الرَّجُلِ عَنْ إِبِلِهِ قَالُوا يَا نَبِيَّ اللهِ أَتَعْرِفُنَا قَالَ نَعَمْ لَكُمْ سِيمَا لَيْسَتْ لِأَحَدٍ غَيْرِكُمْ تَرِدُونَ عَلَيَّ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ ,وَلَيُصَدَّنَّ عَنِّي طَائِفَةٌ مِنْكُمْ فَلَا يَصِلُونَ. فَأَقُولُ يَا رَبِّ هَؤُلَاءِ مِنْ أَصْحَابِي, فَيُجِيبُنِي مَلَكٌ فَيَقُولُ: وَهَلْ تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ )) [ رواه مسلم ]

“Umatku datang ke telaga, dan aku memberi mereka satu persatu minum dari airnya, sebagaimana seseorang memberi minum untanya. Mereka bertanya padaku; ‘Wahai Nabi Allah, apakah engkau pada waktu itu mengenali kami? Ia, jawabku. Kalian mempunyai tanda yang tidak dimiliki oleh umat lain, aku mengenali kalian, karena kalian datang dalam keadaan bercahaya bekas air wudhu’. Lalu aku lihat ada sekelompok orang yang diusir dari telagaku, maka aku katakan; ‘Ya Allah, mereka para sahabatku’. Malaikat berkata padaku; ‘Engkau tidak tahu apa yang mereka ada-adakan setelah kamu meninggal”. (HR Muslim no: 365. Dalam Bab: Istihbab Ithalatil Ghurah wat Tahjiil fiil Wudhu.)

Dalam hadits yang lain di katakan, dari Abu Hurairah, bahwasannya Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ رَسُولَ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: (( إِنَّ حَوْضِي أَبْعَدُ مِنْ أَيْلَةَ مِنْ عَدَنٍ لَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنْ الثَّلْجِ وَأَحْلَى مِنْ الْعَسَلِ بِاللَّبَنِ وَلَآنِيَتُهُ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ النُّجُومِ وَإِنِّي لَأَصُدُّ النَّاسَ عَنْهُ كَمَا يَصُدُّ الرَّجُلُ إِبِلَ النَّاسِ عَنْ حَوْضِهِ . قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَعْرِفُنَا يَوْمَئِذٍ . قَالَ نَعَمْ , لَكُمْ سِيمَا لَيْسَتْ لِأَحَدٍ مِنْ الْأُمَمِ تَرِدُونَ عَلَيَّ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ أَثَرِ الْوُضُوءِ )) [رواه مسلم]

“Sesungguhnya telagaku, lebarnya sepanjang Ailah sampai ke ‘Adn. Airnya lebih putih dari salju, rasanya lebih manis dari madu dan susu, (adapun) bejananya lebih banyak dari bintang gemintang dilangit. Dan aku memberi minum manusia sebagaimana seseorang memberi minum untanya dari telaganya.

Para Sahabata bertanya; ‘Wahai Rasulallah, Apakah pada saat itu engkau mengenali kami? Beliau bersabda: ‘Ia, kalian pada waktu itu mempunyai tanda yang tidak dimiliki oleh umat yang lain, kalian mendatangiku dalam keadaan bercahaya, bekas air wudhu”. (HR Muslim no: 364. Dalam Bab: Istihbab Ithalatil Ghurah wat Tahjiil fiil Wudhu.)

 Dan Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam mendahului umatnya, menuju telaga tatkala usai penghisaban, untuk bisa menyambut mereka disana.

Hal itu, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah riwayat dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: ‘Bahwa Nabi Shalallahu ‘alahi wa sallam pernah bersabda:

قَالَ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ : (( إِنِّي فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ مَنْ مَرَّ عَلَيَّ شَرِبَ وَمَنْ شَرِبَ لَمْ يَظْمَأْ أَبَدًا لَيَرِدَنَّ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ )) [رواه البخاري ومسلم ]

“Sesungguhnya aku nanti akan mendahului kalian menuju telaga, maka barangsiapa yang melewati telagaku maka ia minum darinya, dan siapa yang minum darinya maka ia tidak akan merasa haus selama-lamanya. Sungguh akan datang sekelompok kaum kepadaku, yang aku mengetahui mereka sedangkan merekapun mengenaliku, akan tetapi ada yang menghalangiku dan mereka”. (HR Bukhari no: 6097. Dalam Bab: Man Ra’a anna Shahibal Haudh wal Qirbah Ahaqu bii Maaihi.)

Dalam riwayat lain, yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari dari Abdullah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَم َ: (( أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ لَيُرْفَعَنَّ إِلَيَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لِأُنَاوِلَهُمْ اخْتُلِجُوا دُونِي فَأَقُولُ أَيْ رَبِّ أَصْحَابِي فيَقُولُ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ )) [ رواه البخاري ]

“Aku akan mendahului kalian menuju telaga. Sungguh akan datang sekelompok orang diantara kalian, sampai kiranya aku telah bersiap-siap untuk menyambutnya, namun mereka diusir (keluar dari telagaku). Maka aku katakan; ‘Ya Allah, sahabatku’. Allah berfirman: ‘Kamu tidak mengetahui apa yang mereka lakukan setelahmu”. (HR Bukhari no: 6527. Dalam Bab: Man Ra’a anna Shahibal Haudh wal Qirbah Ahaqu bii Maaihi.)

Apa yang dilakukan begitu sampai di jembatan Ash-Shirat

Selanjutnya, ketika mereka telah sampai dijembatan, maka Allah membagi cahaya bagi masing-masing orang, untuk menerangi jalan yang akan dilewatinya. Hal itu, seperti yang dijelaskan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala di dalam firmanNya:

قال الله تعالى : ﴿ يَوۡمَ تَرَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَسۡعَىٰ نُورُهُم بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَبِأَيۡمَٰنِهِمۖ بُشۡرَىٰكُمُ ٱلۡيَوۡمَ جَنَّٰتٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ ١٢ يَوۡمَ يَقُولُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتُ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱنظُرُونَا نَقۡتَبِسۡ مِن نُّورِكُمۡ قِيلَ ٱرۡجِعُواْ وَرَآءَكُمۡ فَٱلۡتَمِسُواْ نُورٗاۖ فَضُرِبَ بَيۡنَهُم بِسُورٖ لَّهُۥ بَابُۢ بَاطِنُهُۥ فِيهِ ٱلرَّحۡمَةُ وَظَٰهِرُهُۥ مِن قِبَلِهِ ٱلۡعَذَابُ ١٣ يُنَادُونَهُمۡ أَلَمۡ نَكُن مَّعَكُمۡۖ قَالُواْ بَلَىٰ وَلَٰكِنَّكُمۡ فَتَنتُمۡ أَنفُسَكُمۡ وَتَرَبَّصۡتُمۡ وَٱرۡتَبۡتُمۡ وَغَرَّتۡكُمُ ٱلۡأَمَانِيُّ حَتَّىٰ جَآءَ أَمۡرُ ٱللَّهِ وَغَرَّكُم بِٱللَّهِ ٱلۡغَرُورُ ﴾ [الحديد: 14-12]

“(Yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (Dikatakan kepada meraka): “Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar”. Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman: “Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahayamu”. Dikatakan (kepada mereka): “Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)”. Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa.Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran Kami) dan kamu ragu- ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah, dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu”. (QS al-Hadiid: 12-14).

Bersambung ke bagian 2

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: