Menuju Titian Shirat (2)

7 Apr

Ada Apa Di Hari Kiamat
Muhammad Ahmad al-‘Amari; Terjemah : Arif Hidayatullah; IslamHouse.com

Dalam sebuah hadits, hal itu juga diterangkan lebih gamblang lagi. Sebagaimana riwayat yang dikeluarkan oleh ath-Thabarani dan Hakim, dari Sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: (( فَيُعْطِيهِمْ نُورَهُمْ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ ، فَمِنْهُمْ مَنْ يُعْطَى نُورَهُ مِثْلَ الْجَبَلِ الْعَظِيمِ يَسْعَى بَيْنَ يَدَيْهِ ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُعْطَى نُورَهُ أَصْغَرَ مِنْ ذَلِكَ ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُعْطَى نُورًا مِثْلَ النَّخْلَةِ بِيَمِينِهِ ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُعْطَى نُورًا أَصْغَرَ مِنْ ذَلِكَ ، حَتَّى يَكُونَ رَجُلا يُعْطَى نُورَهُ عَلَى إِبْهَامِ قَدَمِهِ يُضِئُ مَرَّةً وَيَفِيءُ مَرَّةً ، فَإِذَا أَضَاءَ قَدَّمَ قَدَمَهُ فَمَشَى, وَإِذَا طُفِئَ قَامَ”. قَالَ: “وَالرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ أَمَامَهُمْ حَتَّى يَمُرَّ فِي النَّارِ فَيَبْقَى أَثَرُهُ كَحَدِّ السَّيْفِ دَحْضُ مَزِلَّةٍ”. قَالَ:”وَيَقُولُ: مُرُّوا فَيَمُرُّونَ عَلَى قَدْرِ نُورِهِم ْ مِنْهُمْ مَنْ يَمُرُّ كَطَرْفِ الْعَيْنِ ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَمُرُّ كَالْبَرْقِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمُرُّ كَالسَّحَابِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمُرُّ كَانْقِضَاضِ الْكَوْكَبِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمُرُّ كَالرِّيحِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمُرُّ كَشَدِّ الْفَرَسِ وَمِنْهُمْ مَنْ يَمُرُّ كَشَدِّ الرَّجُلِ ، حَتَّى يَمُرَّ الَّذِي أُعْطِيَ نُورَهُ عَلَى إِبْهَامِ قَدَمَيْهِ يَحْبُو عَلَى وَجْهِهِ وَيَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ تَخِرُّ رِجْلُ, وَتَعْلَقُ رِجْلٌ, وَيُصِيبُ جَوَانُبَهُ النَّارُ فَلا يَزَالُ كَذَلِكَ حَتَّى يَخْلُصَ، فَإِذَا خَلَصَ وَقَفَ عَلَيْهَا. ثُمَّ قَالَ: الْحَمْدُ لِلَّهِ لَقَدْ أَعْطَانِي اللَّهُ مَا لَمْ يُعْطِ أَحَدًا أَنْ نَجَّانِي مِنْهَا بَعْدَ إِذْ رَأَيْتُهَا )) [رواه الطبراني، والحاكم وصححه الألباني ]

“Lalu selanjutnya, mereka diberi cahaya selaras dengan amal sholeh yang pernah dikerjakannya. Di antara mereka, ada yang diberi cahaya tak ubahnya seperti gunung besar, yang berada didepannya. Diantaranya juga ada yang diberi cahaya, namun lebih kecil dari yang pertama. Diantara mereka ada yang dikasih cahaya seperti pohon kurma disebelah kanannya, ada pula yang dikasih lebih kecil dari pohon kurma. Sampai kiranya ada seseorang yang dikasih cahaya sebesar jari jempol kaki, yang terkadang terang dan redup, tatkala terang ia berjalan dan bila redup ia pun berdiri menunggu. Sedangkan Allah Azza wa jalla berada didepan mereka, melewati neraka sehingga menyisakan jejaknya, tajam bagaikan mata pedang dan sangat licin. Setelah itu Allah berkata; ‘Lewatlah kalian’. Maka mereka semua melintasi sambil menggunakan cahayanya masing-masing.

Sehingga ada diantara mereka, yang melintasinya cepat bagaikan kedipan mata, ada yang secepat halilintar, ada pula yang bagaikan awan, ada lagi yang seperti meteor, diantara mereka juga ada yang melintasi seperti angin, ada pula yang cepat bagaikan kuda, ada yang seperti larinya orang. Sampai ketika tiba gilirannya orang yang dikasih cahaya sejempol tadi melintasi shirat maka ia merangkak dengan wajah dan tangannya menyeret kakinya, dan terjuntai, sehingga kiri kanannya terbakar api.

Demikian seterusnya, hingga sampai ditepian, maka tatkala sampai ditepian ia berdiri membalikkan badan sambil berkata; ‘Segala puji bagi Allah, yang telah menganugerahi hambaNya, yang tidak pernah diberikan kepada seorangpun, ketika menyelamatkan diriku darinya”. (HR ath-Thabarani dalam Mu’jam Kabir 8/306. al-Hakim dalam Mustadrak no: 8903, 20/164.)

 Setelah pembagian cahaya selesai, baru mereka diizinkan untuk meniti jembatan tersebut.

Senada dengan itu adalah haditsnya Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ رَسُولَ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: (( يُضْرَبُ الصِّرَاطُ بَيْنَ ظَهْرَيْ جَهَنَّمَ فَأَكُونُ أَنَا وَأُمَّتِي أَوَّلَ مَنْ يُجِيزُهَا وَلَا يَتَكَلَّمُ يَوْمَئِذٍ إِلَّا الرُّسُلُ وَدَعْوَى الرُّسُلِ يَوْمَئِذٍ اللَّهُمَّ سَلِّمْ سَلِّمْ وَفِي جَهَنَّمَ كَلَالِيبُ مِثْلُ شَوْكِ السَّعْدَانِ تَخْطَفُ النَّاسَ بِأَعْمَالِهِمْ فَمِنْهُمْ الْمُوثَقُ بِعَمَلِهِ وَمِنْهُمْ الْمُجَازَى )) [ رواه البخاري ]

“Shirat dibentangkan dipunggung neraka Jahanam, maka aku dan umatku adalah orang pertama yang dibolehkan untuk menitinya. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mereka melainkan para Rasul, sedangkan do’anya para Rasul pada saat itu adalah; Ya Allah, selamatkan, selamatkan’. Sedangkan dari dalam Jahanam api menyambar-yambar seperti duri Sa’dan, yang merenggut manusia sesuai dengan amalannya, maka di antara mereka ada tegar dengan amalannya dan ada pula yang lolos”. (HR Bukhari no: 6885. Dalam Bab: ash-Shirat Jasru Jahanam.)

 Diantara kaum muslimin yang melewati Shirat terbagi menjadi tiga, ada yang mulus, selamat, dan ada yang selamat namun gosong oleh api neraka.

Seperti yang dijelaskan dalam haditsnya Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ رَسُولَ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: (( ثُمَّ يُضْرَبُ الْجِسْرُ عَلَى جَهَنَّمَ فَيَمُرُّ الْمُؤْمِنُونَ فَنَاجٍ مُسَلَّمٌ وَمَخْدُوشٌ مُرْسَلٌ وَمَكْدُوسٌ فِى نَارِ جَهَنَّمَ )) [ رواه مسلم ]

“Kemudian titian dibentangkan diatas neraka Jahanam, lalu orang-orang beriman melewatinya, maka ada yang selamat tanpa cacat, namun ada yang terkoyak-koyak oleh api neraka, dan ada pula yang jatuh kedalam neraka Jahanam”. (HR Muslim no: 472. Dalam Bab: Ma’rifatu thariqir Ru’yah.)

Seorang penyair Arab mengatakan:
Dibentangkan titian di atas neraka Jahanam
Maka ada yang terpeleset jatuh, terkoyak api dan selamat tanpa cacat

Golongan pertama: Yaitu orang yang selamat tanpa cacat. Mereka adalah orang-orang yang tidak tersambar api neraka, tidak pula terkena lidah api dikarenakan amalnya yang cepat.

Dijelaskan dari Abu Hurairah dan Hudzaifah radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ رَسُولَ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: (( يَجْمَعُ اللهُ النَّاسَ وَتُرْسَلُ الْأَمَانَةُ وَالرَّحِمُ فَتَقُومَانِ جَنَبَتَيْ الصِّرَاطِ يَمِينًا وَشِمَالًا فَيَمُرُّ أَوَّلُكُمْ كَالْبَرْقِ ثُمَّ كَمَرِّ الرِّيحِ ثُمَّ كَمَرِّ الطَّيْرِ وَشَدِّ الرِّجَالِ تَجْرِي بِهِمْ أَعْمَالُهُمْ وَنَبِيُّكُمْ قَائِمٌ عَلَى الصِّرَاطِ يَقُولُ رَبِّ سَلِّمْ سَلِّمْ حَتَّى تَعْجِزَ أَعْمَالُ الْعِبَادِ حَتَّى يَجِيءَ الرَّجُلُ فَلَا يَسْتَطِيعُ السَّيْرَ إِلَّا زَحْفًا. قَالَ: وَفِي حَافَتَيْ الصِّرَاطِ كَلَالِيبُ مُعَلَّقَةٌ مَأْمُورَةٌ بِأَخْذِ مَنْ أُمِرَتْ بِهِ فَمَخْدُوشٌ نَاجٍ وَمَكْدُوسٌ فِي النَّارِ )) [رواه مسلم]

“Kelak pada hari kiamat, Allah akan mengumpulkan manusia dan mengutus amanah dan rahim yang akan berdiri disisi kiri dan kanan Shirat. Lalu melewati orang pertama dari kalian yang bagaikan buraq kemudian seperti angin, lalu bagaikan hujan dan mereka melesat sesuai dengan amalannya. Sedangkan Nabi kalian berdiri disamping Shirat sambil berdo’a; Ya Allah, selamatkan dirinya’. Sampai akhirnya amalan hamba tidak sanggup lagi membantunya. Kemudian didatangkan seseorang yang tidak mampu melewati melainkan sambil merangkak.

Beliau melanjutkan; ‘Sedangkan di sisi kiri kanan Shirat ada lidah-lidah api yang tergantung yang siap diperintah untuk menyambar. Maka ada yang terkoyak-koyak namun selamat dan ada pula yang terjerumus kedalam neraka”. (HR Muslim no: 288, Dalam Bab: Adna Ahlil Janah Manzilatan Fiiha.)

Golongan kedua: Selamat namun terkoyak api, mereka adalah orang-orang yang tersambar api neraka dan terkoyak oleh lidah api dikarenakan lambatnya dia beramal ketika didunia.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

قَالَ رَسُولَ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: (( وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ)) [رواه مسلم]

“Barangsiapa yang lambat amalannya maka nasabnya tidak bisa membantu dirinya”. (HR Muslim no: 7028. Dalam Bab: Fadhlu Ijtima’ ala Tilawatil Qur’an wa Dzikr.)

Dan sebagaimana telah di jelaskan oleh hadits terdahulu yang mengatakan: ‘Kemudian didatangkan seseorang yang tidak mampu melewati melainkan sambil merangkak. Sedangkan di sisi kiri kanan Shirat ada lidah-lidah api yang tergantung, yang siap diperintah untuk menyambar. Maka ada yang terkoyak-koyak namun selamat”. (HR Muslim no: 288, Dalam Bab: Adna Ahlil Janah Manzilatan Fiiha.)

Dalam hadits lain dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwasannya Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ: (( آخِرُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ رَجُلٌ فَهُوَ يَمْشِى مَرَّةً وَيَكْبُو مَرَّةً وَتَسْفَعُهُ النَّارُ مَرَّةً فَإِذَا مَا جَاوَزَهَا الْتَفَتَ إِلَيْهَا فَقَالَ تَبَارَكَ الَّذِى نَجَّانِى مِنْكِ لَقَدْ أَعْطَانِىَ اللَّهُ شَيْئًا مَا أَعْطَاهُ أَحَدًا مِنَ الأَوَّلِينَ وَالآخِرِينَ )) [ رواه مسلم ]

“Orang terakhir yang masuk surga adalah seseorang yang terkadang bisa berjalan dan terkadang tergelincir, sehingga api terkadang menghanguskannya. Maka ketika dirinya mampu melintasinya, ia berpaling kebelakang seraya mengatakan; ‘Semoga orang yang telah menyelamatkanku darimu diberkahi, sungguh Allah telah memberiku sesuatu yang tidak pernah diberikan kepada seorangpun dari kalangan pertama maupun yang paling akhir”. (HR Muslim no: 481. Dalam Bab: Akhiru Ahli Naar Khurujan.)

Golongan ketiga: Orang yang terjerumus kedalam neraka, mereka adalah orang-orang yang tidak mempunyai amalan yang dapat membantu dirinya, sehingga mereka tergelincir masuk kedalam neraka. Hal tersebut, sebagaimana yang diterangkan dalam hadits terdahulu, di mana Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; ‘Sedangkan di sisi kiri dan kanan Shirat ada lidah-lidah api yang tergantung, yang siap diperintah untuk menyambar. Maka ada yang terkoyak-koyak namun selamat tapi ada pula yang terperosok masuk ke dalam neraka”. (HR Muslim no: 288, Dalam Bab: Adna Ahlil Janah Manzilatan Fiiha.)

Bersambung ke bagian 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: