Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Furqaan (13)

11 Apr

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Furqaan (Pembeda)
Surah Makkiyyah; surah ke 25:77 ayat

tulisan arab alquran surat al furqaan ayat 68-71“68. dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), 69. (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam Keadaan terhina, 70. kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 71. dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, Maka Sesungguhnya Dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” (al-Furqaan: 68-71)

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa ‘Abdullah bin Mas’ud berkata, Rasulullah saw.ditanya: “Dosa apakah yang paling besar?” Beliau menjawab: “Yaitu engkau jadikan bagi Allah tandingan-tandingan, padahal Dia yang menciptakanmu.” Ia bertanya lagi: “Kemudian apa?” Beliau menjawab: “Yaitu engkau membunuh anakmu karena takut ia makan bersamamu.” Ia bertanya lagi: “Kemudian apa lagi?” Beliau pun menjawab: “Yaitu engkau berzina dengan istri tetanggamu.” ‘Abdullah lalu berkata: “Dan Allah menurunkan ayat untuk membenarkan hal itu, ‘Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah…’”

Demikianlah yang diriwayatkan oleh an-Nasa’i, dari Ibnu Isma’il, dari Abu Mu’awiyah. Ditakhrij oleh al-Bukhari dan Muslim dari hadits al-A’masy dan Manhur. wallaaHu a’lam.

Ibnu Juraij berkata bahwa Sa’id bin Jubair mendengar Ibnu ‘Abbas bercerita, bahwa orang-orang dari pelaku syirik melakukan banyak pembunuhan dan banyak perzinahan. Kemudian mereka mendatangi Rasulullah saw. dan berkata: “Sesungguhnya yang engkau katakan dan serukan itu adalah baik, seandainya engkau beritahu kepada kami tentang penghapus dosa apa yang telah kami kerjakan.”
Maka turunlah: wal ladziina laa yad’uuna ma’allaaHi ilaaHan aakhara (“Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah lain beserta Allah.”) dan ayat seterusnya. Dan turun: qul yaa ‘ibaadiil ladziina asrafuu ‘alaa anfusiHim (“Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri,…..” (az-Zumar: 53)

Firman Allah Ta’ala: wa may yaf’al dzaalika yalqa atsaaman (“Barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat dosa.”)

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr, bahwa ia berkata: “Atsaaman yaitu sebuah telaga di jahanam.” ‘Ikrimah berkata: “Yalqa atsaaman; yaitu telaga di neraka jahanam tempat mengadzab para pezina. Demikian yang diriwayatkan dari Sa’id bin Jubair dan Mujahid.

As-Suddi berkata: yalqa atsaaman; yaitu balasannya. Pendapat ini lebih serupa dengan dhahir ayat. Dan dengan ini pula penafsiran setelahnya sebagai pengganti, yaitu firman Allah Ta’ala: yudlaa’afu laHul ‘adzaabu yaumal qiyaamati (“Yaitu akan dilipatgandakan adzab untuknya pada hari kiamat.”) yaitu diulang dan diperberat untuknya. Wa yakhlud fiiHi muHaanan (“Dan dia akan kekal dalam adzab itu dalam keadaan terhina.”) yaitu terendah lagi terhina.

Firman Allah Ta’ala: illaa man taaba wa aamana wa ‘amila ‘amalan shaalihan (“Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal shalih.”) yaitu balasan atas apa yang telah dilakukannya adalah bentuk yang amat burukk yang telah disebutkan tersebut.
Illaa man taaba (“Kecuali orang-orang yang bertobat.”) di dunia kepada Allah dari semuanya itu. Maka sesungguhnya Allah akan menerima taubatnya. Di dalam ayat ini terkandung dalil tentang sahnya taubat seorang pembunuh. Dan tidak ada pertentangan antara ayat ini dengan ayat an-Nisaa’: wa may yaqtul mu’minam muta’ammidan (“Dan baransiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja…” (an-Nisaa’: 93).
Sesungguhnya ayat an-Nisaa’ ini, sekalipun ayat Madaniyyah, akan tetapi bersifat mutlaq [tidak terikat satu sifat] yang dapat dimungkinkan kepada orang yang belum bertaubat. Sedangkan ayat ini muqayyad [diikat oleh satu sifat] dengan taubat.

Kemudian Allah berfirman: innallaaHa laa yaghfiru ay yusraka biHii (“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik….”)(an-Nisaa’: 48). Telah tercantum dalam Sunnah Shahihah yang berasal dari Rasulullah saw. tentang sahnya taubat seorang pembunuh, sebagaimana diceritakan sebagai suatu ketetapan dalam kitab orang yang membunuh 100 orang, kemudian ia bertaubat, lalu Allah menerima taubatnya. Serta hadits-hadits lain.

Firman-Nya: fa ulaa-ika yubaddilullaaHu sayyi-aatiHim hasanaatiw wa kaanallaaHu ghafuurar rahiiman (“Maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang.”) di dalam makna firman-Nya: yubaddilullaaHu sayyi-aatiHim hasanaat (“Maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan.”) terdapat dua pendapat. Salah satunya adalah, bahwa mereka menggantikan amal keburukan dengan amal kebaikan.

‘Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, bahwa Ibnu ‘Abbas berkata tentang ayat ini: “Mereka adalah orang-orang yang beriman, yang mana mereka telah berbuat keburukan, lalu Allah memberikan rasa benci kepada keburukan itu hingga dirubah-Nya mereka pada kebaikan.” Dan diriwayatkan dari Mujahid, bahwa Ibnu ‘Abbas bersenandung, berkenaan dengan ayat ini:
“Setelah musim panas berubah menjadi musim semi. Setelah nafas panjang berubah jadi terengah-engah.”

Yaitu berubahnya kondisi-kondisi tersebut kepada kondisi lainnya. Al-Hasan al-Bashri berkata: “Allah menggantikan mereka dari amal buruk dengan amal shalih, dari kesyirikan dengan keikhlasan. Serta menggantikan mereka dari penyelewengan dengan kebersihan, dari kekufuran dengan keislaman.” Inilah pendapat Abul ‘Aliyah, Qatadah dan jama’ah yang lainnya.
Sedangkan pendapat kedua bahwa keburukan-keburukan yang lalu itu dapat berubah kepada kebaikan dengan taubat nashuha.

Hal itu tidak lain kecuali setiap kali ia ingat apa yang telah lalu, ia menyesal, kembali dan meminta ampun sehingga dosanya berubah menjadi ketaatan, sebagaimana telah tetap dan sah dari atsar-atsar yang diriwayatkan dari para ulama salaf.

Dari Abu Dzar ra. bahwa ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya aku mengetahui penghuni neraka yang paling akhir keluar dari api neraka dan orang yang paling akhir masuk surga, yaitu seorang lelaki yang didatangkan. Maka Allah berfirman: ‘Tunjukkanlah tentang dosa-dosa besarnya dan tanyakanlah tentang dosa-dosa kecilnya.’ Lalu dikatakan kepadanya: ‘Pagi hari ini engkau mengamalkan ini dan ini, dan pada hari ini dan ini.’ Ia menjawab, ‘Ya.’ Ia tidak sanggup mengingkari hal itu. Maka dikatakan: ‘Sesungguhnya bagi setiap kejelekanmu terdapat kebaikan.’ Lalu ia berkata: ‘Ya Rabbku, aku telah mengamalkan sesuatu yang tidak lagi aku lihat di sini.’” Rasulullah saw. tertawa hingga tampak gigi gerahamnya. (ditakhrij oleh Muslim)

‘Ali bin al-Husain Zainal ‘Abidin berkata: yubaddilullaaHu sayyi-aatiHim hasanaat (“Maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan.”) yaitu di akhirat. Dan Mak-hul berkata: “Dia mengampuni kesalahan tersebut dan menjadikannya kebaikan.” Kedua pendapat ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim.

Kemudian Allah Ta’ala berfirman mengabarkan tentang keumuman rahmat-Nya terhadap para hamba-Nya. barangsiapa yang bertaubat kepada-Nya, niscaya Dia akan menerima taubatnya dari dosa apapun, baik yang besar maupun yang kecil. Maka Allah berfirman: wa man taaba wa ‘amila shaalihan fa innaHuu yatuubu ilallaaHi mataaban (“Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal shalih, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.”) yaitu Allah akan menerima taubatnya, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: alam ya’lamuu annallaaHa Huwa yaqbalut taubata ‘an ‘ibaadiHi (“Tidakkah mereka mengetahui, bahwasannya Allah menerima taubat hamba-hamba-Nya?”)(at-Taubah: 104)

Bersambung ke bagian 14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: