Tafsir Ibnu Katsir Surah Asy-Syu’araa’ ayat 78-82 (10)

14 Apr

Tafsir Al-Qur’an Surah Asy-Syu’araa’ (Para Penyair)
Surah Makkiyyah; surah ke 26:227 ayat

tulisan arab alquran surat asy syu'araa' ayat 78-82“78. (Yaitu Tuhan) yang telah menciptakan Aku, Maka Dialah yang menunjuki Aku, 79. dan Tuhanku, yang Dia memberi Makan dan minum kepadaKu, 80. dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan Aku, 81. dan yang akan mematikan Aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), 82. dan yang Amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat”. (asy-Syu’araa’: 78-82)

Yakni, aku tidak beribadah kecuali kepada Rabb yang dapat melakukan semua ini, alladzii khalaqanii faHuwa yaHdiin (“Yaitu Rabb Yang telah menciptakanku, maka Dialah yang menunjuki aku.”) yakni Mahapencipta yang telah menetapkan takdir dan menunjuki seluruh makhluk kepada-Nya. Dia lah Yang Memberi hidayah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dan menyesatkan siapa saja yang dikehendaki-Nya. walladzii Huwa yuth’imunii wa yasqiin (“Dan Rabb-ku, Dia Yang Memberi makan dan minum kepadaku.”) Dia adalah Pencipta dan memberiku rizky dengan apa yang telah diatur dan dimudahkan-Nya dengan sebab-sebab langit [takdir] dan sebab-sebab bumi [sunnatullah]. Dia telah membelah awan, diturunkan-Nya air, dihidupkan-Nya tanah dengan air tersebut dan dikeluarkan-Nya seluruh buah-buahan sebagai rizky bagi hamba-hamba-Nya. Dia turunkan air tawar yang sejuk, yang diminum oleh binatang-binatang ternak dan banyak manusia.

Firman-Nya: wa idzaa maridl-tu faHuwa yasy-fiin (“Dan apabila aku sakit, Dia lah yang menyembuhkanku.”) disandarkan penyakit pada dirinya, sekalipun hal itu merupakan qadar, qadla dan ciptaan Allah. Akan tetapi disandarkannya penyakit itu pada dirinya sebagai sikap beradab. Makna hal itu bahwa, jika aku menderita sakit, maka tidak ada seorang pun yang kuasa menyembuhkannya kecuali Allah sesuai takdirnya yang dikarenakan sebab yang menyampaikannya.
Walladzii yumiitunii tsumma yuhyiin (“Dan Yang mematikanku, kemudian akan menghidupkanku [kembali],”) yakni Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dimana tidak ada seorang pun yang kuasa terhadap semua itu. Karena Dialah Yang memulai penciptaan dan mengulanginya.

Walladzii athma’u ay yaghfira lii khatii-atii yaumad-diin (“Dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat.”) yaitu tidak ada yang kuasa mengampuni berbagai dosa di dunia dan di akhirat kecuali Dia. dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Allah Yang melakukan segala apa yang dikehendaki-Nya.

Bersambung ke bagian 11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: