Tafsir Ibnu Katsir Surah Asy-Syu’araa’ ayat 123-135 (16)

2 Mei

Tafsir Al-Qur’an Surah Asy-Syu’araa’ (Para Penyair)
Surah Makkiyyah; surah ke 26:227 ayat

tulisan arab alquran surat asy syu'araa' ayat 123-135“123. kaum ‘Aad telah mendustakan Para rasul. 124. ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka: “Mengapa kamu tidak bertakwa? 125. Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, 126. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. 127. dan sekali-kali aku tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; Upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. 128. Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah Tinggi bangunan untuk bermain-main, 129. dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia)? 130. dan apabila kamu menyiksa, Maka kamu menyiksa sebagai orang- orang kejam dan bengis. 131. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. 132. dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui. 133. Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak, dan anak-anak, 134. dan kebun-kebun dan mata air, 135. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar”. (asy-Syu’araa’: 123-135)

Ini merupakan kabar dari Allah tentang hamba dan Rasul-Nya, yaitu Huud as. yang menyeru kaum ‘Aad. Dahulu kaumnya tinggal di Ahqaaf, yaitu sebuah gunung pasir yang berdekatan dengan Hadhramaut yang bersatu dengan negeri Yaman. Zaman mereka berada setelah kaum Nuh, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

Wadzkuruu idz ja’alakum khulafaa-a mim ba’di qaumi nuuhiw wa zaadaHum fii khalqi bash-thatan (“Dan ingatlah olehmu sekalian di waktu Allah menjadikanmu sebagai pengganti-pengganti [yang berkuasa] sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Rabb telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu [daripada kaum Nuh itu].”)(al-A’raaf: 69)

Hal itu dikarenakan mereka berada dalam kondisi yang amat kokoh bentuk tubuhnya, kekuatannya, taman-tamannya, kehebatannya, leluasanya, kemakmuran rizkinya, harta-hartanya, taman-taman, sungai-sungai, anak-anaknya, taman-tamannya dan buah-buahannya. Akan tetapi di lain sisi mereka beribadah kepada selain Allah. Lalu Allah mengutus Huud as. kepada mereka sebagai seorang laki-laki dari kalangan mereka, seorang Rasul yang membawa kabar gembira dan ancaman. Dia menyeru mereka kepada Allah Yang Esa serta mengancam mereka dengan kemurkaan dan adzab-Nya ketika mereka menentang dan memeranginya.

Nuh as. berkata kepada mereka: atabnuuna bikulli riihin aayatan ta’batsuun (“Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi sebuah bangunan untuk bermain-main?”) ahli tafsir berbeda pendapat tentang makna “ar-rii” yang kesimpulannya adalah tempat yang tinggi di samping jalan-jalan yang indah lagi terkenal. Di situ dibangun gedung-gedung mewah, indah dan menawan. Yaitu kalian melakukan hal itu hanya untuk main-main, bukan karena membutuhkannya, sekedar untuk permainan, kesenangan dan menunjukkan kekuatan. Nabi Huud mengingatkan akan hal itu, karena hanya akan menghabiskan waktu dan melelahkan badan tanpa memiliki manfaat dan produktifitas, yang tidak berguna di dunia dan di akhirat.

Wa tat-takhidzuuna mashaani’a la’allakum takhluduun (“Dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal [di dunia]?”) Mujahid berkata: “Al-Mashaani; yaitu benteng-benteng yang kokoh dan bangunan-bangunan yang besar.” Di dalam satu riwayat darinya, yaitu benteng-benteng pemandian. Qatadah berkata: “Yaitu tempat mengambil air.”

Dalam qiraat yang masyhur: Wa tat-takhidzuuna mashaani’a la’allakum takhluduun (“Dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal [di dunia]?”) yaitu agar kalian tinggal di dalamnya selama-lamanya. Hal itu tidak akan tercapai bagi kalian, bahkan semuanya akan lenyap dari kalian sebagaimana lenyapnya orang-orang yang ada sebelum kalian.

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan bahwa Abud Darda’ ra. ketika melihat apa yang dilakukan oleh kaum Muslimin di Ghuthah dalam pembangunan dan penancapan pohon-pohon, dia berdiri dalam masjid dan menyeru: “Hai penduduk Damaskus, berhimpunlah kalian menuju masjid!” lalu dia memuji Allah dan mengagungkan-Nya, kemudian berkata: “Apakah kalian tidak merasa malu, apakah kalian tidak merasa malu. Kalian menghimpun apa yang kalian tidak makan. Kalian membangun sesuatu yang tidak kalian tempati dan kalian mengharapkan apa yang kalian tidak dapatkan. Sesungguhnya telah ada sebelum kalian beberapa generasi yang menghimpun, lalu mereka menjaganya. Mereka membangun, lalu mereka memperkuatnya. Mereka berangan-angan dengan angan-angan yang terlalu jauh. Maka jadilah angan-angan mereka itu sebuah tipuan, pengumpulan mereka menjadi sia-sia dan tempat-tempat tinggal mereka hanya menjadi kuburan. Ketahuilah, bahwa kaum ‘Aad telah memiliki kuda dan kendaraan sepanjang ‘Adn dan Oman. Siapakah yang mau membeli dariku warisan ‘Aad dengan dua dirham?”

Firman Allah: wa idzaa bathasytum bathasytum jabbaariin (“Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang yang kejam dan bengis.”) yaitu mereka disifatkan dengan kekuatan, kekasaran dan kesombongan. Fat taqullaaHa wa athii’uun (“Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.”) yaitu beribadahlah kepada Rabb kalian dan taatlah kepada Rasul kalian.

Kemudian Huud as. mengingatkan mereka tentang nikmat-nikmat Allah kepada mereka dengan perkataannya: wat-taqulladzii amaddakum bimaa ta’maluun. Amaddakum bi-an’aamiw wa baniin. Wa jannaatiw wa ‘uyuunin innii akhaafu ‘alaikum ‘adzaaba yaumin ‘adhiim (“dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui. Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak, dan anak-anak, dan kebun-kebun dan mata air, Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar.”) jika kalian mendustakan dan menentang.

Lalu Nabi Huud as. menyerukan mereka ke jalan Allah dengan memberi kabar gembira dan ancaman, namun hal itu tidak bermanfaat bagi mereka.

Bersambung ke bagian 17

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: