Arsip | 06.24

Tenda, Istana, dan Kamar Surga

6 Mei

Surga Kenikmatan Yang Kekal;
Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

Tempat-tempat di surga terdiri atas istana, kamar atau ruangan dan kemah. Semua itu bukanlah sebagaimana yang kita ketahui, sebagaimana bangunan megah yang pernah dibangun sepanjang sejarah, seperti istana Versailles dan Bermingham. Kedua bangunan itu amatlah kecil di hadapan istana surga. Tidak ada sesuatu pun yang mendekati dan menyerupai bangunan di dalam surga. Kemah atau tenda surga tidaklah kemah sebagaimana kita khayalkan di dunia, melainkan berupa bangunan yang terbuat dari permata. Panjang satu tenda, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah saw., sepanjang enam puluh mil di langit. Begitu juga dengan ruangannya, tidaklah sebagaimana yang kita ketahui di dunia. Kita hanya mengatakan bahwa semua itu adalah nama. Namanya sama, tetapi tidak ada satu pun benda di dalam surga yang sama dengan yang ada di bumi.

“Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang Tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya.” (az-Zumar: 20)

“Mereka itu akan diberi balasan dengan tempat yang tinggi [dalam surga] atas kesabaran mereka, dan di sana mereka akan disambut dengan penghormatandan salam.” (al-Furqaan: 75)

“….dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi [dalam surga].” (Saba’: 37)

“…dan dimasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga ‘Adn. Itulah kemenangan yang agung.” (ash-Shaaf: 12)

“Mahasuci Allah yang jika Dia menghendaki, niscaya Dia jadikan bagimu yang lebih baik daripada itu, [yaitu] surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan Dia jadikan [pula] istana-istana untukmu.” (al-Furqaan: 10)

“Bidadari-bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah.” (ar-Rahmaan: 72)

Ibnu Katsir menafsirkan ayat 20 dari surah az-Zumar bahwa Allah ‘Azza wa Jalla memberitahukan kepada para hamba-Nya yang bahagia bahwa mereka akan memperoleh kamar-kamar di dalam surga, yaitu istana yang tinggi. Di atasnya dibangun pula istana yang bertingkat-tingkat yang tinggi dan berhiaskan dekorasi.

Dalam sebuah hadits shahih disebutkan: “Sesungguhnya di dalam surga itu ada kamar [istana]. Bagian dalamnya bisa tampak dari belakang dan bagian belakangnya bisa terlihat dari dalam.”
A’rabiy bertanya: “Untuk siapa ya Rasulallah?” Rasulullah saw. menjawab: “Untuk orang-orang yang baik dalam perkataan, memberikan makanan [sedekah], dan yang shalat pada malam hari, sedangkan orang-orang tidur.”

Imam Ahmad meriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sungguh, penghuni surga akan melihat ruangan [istana] di dalam surga, sebagaimana mereka menyaksikan planet di ufuk langit.”

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa ia bertanya kepada Rasulullah saw. “Ya Rasulallah, jika kami melihatmu, hati kami bergetar, lalu kami seakan-akan tergolong dari penghuni akhirat. Akan tetapi jika kami berpisah darimu, tiba-tiba kami dikagumkan dengan kehidupan dunia sehingga kami mencintai para wanita dan anak-anak.” Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Seandainya kalian berada dalam setiap keadaan, yaitu keadaan ketika kalian bersamaku, niscaya malaikat akan menjabat tangan kalian dengan tangannya dan sungguh akan mendatangi rumah-rumah kalian.
Meskipun kalian tidak berbuat dosa, Allah akan mendatangkan suatu kaum untuk mengampuni dosa-dosa mereka.” kami bertanya: “Ya Rasulallah, ceritakanlah kepada kami tentang surga, dari apa dia dibangun?” Beliau bersabda: “Dari bata emas dan perak, lantainya terbuat dari kasturi yang harum, kerikilnya dari permata dan yakut, sedangkan tanahnya dari za’faran. Barangsiapa yang memasukinya ia akan mendapatkan kenikmatan dan tidak akan sengsara, ia kekal di dalamnya dan tidak mati, pakaiannya tidak pernah usang, dan keremajaannya tidak akan pernah hilang.
Ada tiga golongan yang doanya tidak ditolak, yaitu pemimpin yang adil, orang yang puasa hingga berbuka, dan doa orang yang teraniaya [dibawa ke atas awan]. Dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit.” Kemudian Tuhan Yang Maha Memberkati dan Mahatinggi berkata, “Dan dengan kemuliaan-Ku, sungguh Aku menolong kalian meskipun sesudahhari kiamat.”

“Mengalir di bawahnya sungai-sungai” artinya sungai-sungai itu mengalir tanpa anak sungai, ia mengalir ke mana saja ia mau.
“Janji Allah” itulah janji Allah yang disediakan bagi orang-orang yang beriman.

Turmudzi meriwayatkan hadits dari ‘Ali ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sungguh di dalam surga ada ruangan. Bagian luarnya terlihat dari dalam dan bagian dalamnya terlihat dari luar. Tempat itu disediakan oleh Allah Ta’ala bagi orang yang memberi makan, melembutkan ucapan, berpuasa, dan melaksanakan shalat malam sedangkan waktu itu manusia tidur.” Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ahmad dalam musnad.

Dari Abdullah bin Qais bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tenda surga adalah mutiara yang terbentang, panjangnya di langit adalah tiga puluh mil. Di setiap sudutnya terdapat keluarga bagi orang yang beriman. Mereka tidak terlihat oleh orang lain.” (HR Bukhari)
Menurut Abu Abdul Shamad dan Harits dari Abu Imran, panjang tenda itu enam puluh mil.

Imam Ahmad juga meriwayatkan dari Abdullah bin Qais bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh orang beriman mempunyai satu tenda yang terbentang di dalam surga yang panjangnya enam puluh mil. Ia mempunyai keluarga di dalamnya. Mereka dikelilingi orang beriman, tetapi sebagian di antara mereka tidak melihat sebagian yang lain.”

Dalam riwayat lain disebutkan: “Di dalam surga, terdapat tenda dari permata yang terbentang, luasnya enam puluh mil. Setiap sudutnya terdapat keluarga yang tidak terlihat orang lain meskipun dikelilingi orang-orang beriman.” (HR Muslim)

Rasulullah saw. juga memberitahukan kepada kita tentang sifat istana milik sebagian istri para penghuni surga dan sebagian shahabatnya. Dalam shahih Bukhari dan Muslim disebutkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Jibril datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: “Wahai Rasulullah, ini Khadijah telah datang membawa tempat yang berisi lauk dan makanan. Jika ia mendatangimu, bacalah atasnya salam dari Tuhannya dan dariku. Dan berilah kabar gembira kepadanya dengan rumah di surga yang terbuat dari emas dan perak yang tidak tercampur apa pun.”

Dari Jabir ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Aku memasuki surga, tiba-tiba aku berada di rumaisha’ [tempat] istri Abu Thalhah, dan mendengar suara. Lalu aku bertanya: ‘Siapa itu?’ orang itu menjawab: ‘Ini Bilal.’ Kemudian aku melihat istana, sedang di berandanya ada seorang pelayan perempuan. Aku bertanya kepadanya, ‘Milik siapa istana ini?’ ia menjawab, ‘Milik ‘Umar bin Khaththab.’ Maka aku ingin memasukinya, dan melihat kepada ‘Umar. Maka aku mengingat kecemburuannya. Umar berkata, “Demi bapakku, engkau dan ibuku. Apakah terhadap engkau aku juga cemburu?” (HR Bukhari dan Muslim dalam Misykah al-Mashabih)

Dari Ummu Habibah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang menjalankan shalat satu hari satu malam sebanyak duabelas rakaat dengan ketaatan, niscaya Allah swt. membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” (HR Muslim, Ahmad, Abu Dawud dan Nasa-i)

Dari Sahl bin Sa’ad ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya penghuni surga itu melihat penghuni ghuraf [ruangan] dari atas mereka, sebagaimana kalian melihat planet-planet yang beredar di angkasa dari timur dan barat untuk memperlihatkan kelebihan di antara mereka.” para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, itu adalah tempat para Nabi, yang tidak akan terjangkau selain mereka.” beliau menjawab, “Benar, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para utusan-Nya [juga dapat memasukinya].” (HR Muslim)

Dari Sahl bin Sa’ad ra. bahwa Rasulullah saw. membaca firman Allah: “Mereka akan diberi balasan dan tempat yang tinggi [dalam surga] atas kesabaran mereka…”(al-Furqaan: 75) dan “….dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi [dalam surga].” (Saba’: 37)

Dikatakan, “Tempat itu terbuat dari yakut merah dan batu permata hijau serta emas putih. Di dalamnya tidak ada permusuhan. Sesungguhnya penghuni surga dapat melihat tempat itu, sebagaimana melihat planet timur dan barat yang berada di angkasa. Sedangkan, Abu Bakar dan Umar termasuk dari yang dua itu dan diberi kenikmatan.” (HR Turmudzi)

Dari Utsman ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang membangun masjid dengan mengharap ridla Allah, niscaya Allah akan membangunkan baginya yang serupa di surga.” (HR Bukhari dan Muslim). Hadits ini diriwayatkan pula oleh Ahmad dalam musnad, serta Turmudzi dan Ibnu Majah.

Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang membangun masjid walaupun seperti sarang burung, karena ikhlas [kesucian niatnya], Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.” (HR Ahmad dalam Musnad)

&

Sungai-sungai Surga

6 Mei

Surga Kenikmatan Yang Kekal;
Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

Berapa banyak Allah menyebutkan dalam ayat suci al-Qur’an tentang surga, menyebutkan pula bersamanya sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Semua itu demi kesempurnaan keindahannya. Dengan adanya sungai-sungai yang mengalir di bawahnya, surga bertambah indah dan elok. Di mana saja kita berada, di dalam surga maupun di dunia ini, kita akan mendapati air di taman tersebut, baik air itu mengalir alami maupun buatan karena air merupakan unsur penambah keindahan taman.

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (Ali ‘Imraan: 133)

“… barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…” (an-Nisaa’: 13)

“….kelak Kami memasukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai….” (an-Nisaa’: 122)

“….sungguh, mereka akan Kami tempatkan pada tempat-tempat yang tinggi [di dalam surga], yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…” (al-Ankabuut: 58)

“[yaitu] surga-surga ‘Adn yang mereka masuki, mengalir di bawahnya sungai-sungai…” (an-Nahl: 31)

Allah swt. menyebutkan sungai-sungai yang berada di dalam surga itu dengan jelas dan terang agar kita mengetahuinya.

“Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamr [anggur yang tidak memabukkan] yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai madu yang murni….” (Muhammad: 15)

Telah diriwayatkan bahwa sungai-sungai itu mengalir tanpa anak sungai [tempat mengalirnya air], tetapi sesuai dengan kehendak Ilahi dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Aku diangkat ke Sidratul Muntaha, tiba-tiba ada empat sungai, yaitu dua sungai yang nyata dan dua sungai yang tidak nyata. Adapun dua sungai yang nyata adalah Nil dan Eufrat. Sedangkan dua sungai yang tidak tampak berada di dalam surga.” (HR Bukhari)

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Saihan, Jaihan, Eufrat dan Nil, semuanya termasuk sungai-sungai di surga.” (HR Muslim)

Sungai lain yang berada di surga adalah al-Kautsar. Sungai ini juga pernah dilihat Rasulullah saw. dan diceritakan kepada kita.

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Ketika aku sedang berjalan-jalan di dalam surga, tiba-tiba aku berada di surga yang kedua tepinya terdapat kubah dari emas yang terbentang. Lalu, aku bertanya kepada Jibril, ‘Apa ini, wahai Jibril?’ Jibril menjawab, ‘Ini adalah al-Kautsar yang diberikan Tuhanmu kepadamu. Tanahnya terbuat dari kasturi yang harum baunya.” (HR Bukhari)

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tahukah kalian, apakah al-Kautsar itu?” Kami [para shahabat] menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Beliau berkata, “Itulah sungai yang dijanjikan Tuhanku ‘Azza wa Jalla kepadaku, sedang di dalamnya terdapat kebaikan.” (HR Muslim)

Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Itulah sungai yang dijanjikan Allah kepadaku di surga. Airnya putih dari susu, lebih manis dari madu. Sungai itu menarik perhatian burung-burung yang lehernya laksana unta.” (HR Ahmad dalam Musnad)

Sungai-sungai di surga itu tidak diketahui besarnya, ukurannya, luasnya, kecepatan alirannya, panjangnya dan lebarnya kecuali oleh Allah swt.

Dari Hakim bin Mu’awiyah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh di dalam surga itu terdapat sungai dari madu, sungai dari khamr, sungai dari susu, dan sungai dari air. Sungai-sungai itu nantinya akan terpecah.” (HR Turmudzi dalam Sunan)

Rasulullah saw. juga memberitahukan kepada kita tentang sungai Bariqa yang berada di pintu surga. Dari Ibnu ‘Abbas ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Para syuhada berada di Bariqa, yaitu sungai yang terletak di depan pintu surga, dalam kubah hijau, yang mengeluarkan rizky kepada mereka, setiap pagi dan sore.” (HR Ahmad dalam shahih, Thabrani dan Hakim)

Sungai-sungai itu bagian dari ayat-ayat Allah yang mengalir dari bermacam-macam jenis [minuman]. Namun sungai-sungai itu tidak mengalir seperti sungai-sungai di dunia, bahkan ia mengalir tanpa anak sungai. Sungai-sungai itu juga menghilangkan bencana [penyakit] yang menyebabkan hilangnya kenikmatan, sebagaimana khamr di surga juga menghilangkan kandungan khamr dunia yang mengakibatkan pusing, berbicara tidak karuan [mabuk], melalaikan dan tidak lezat.

&

Mata Air Surga

6 Mei

Surga Kenikmatan Yang Kekal;
Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

Mata air surga merupakan sebagian nikmat ketika meminumnya. Allah swt. telah mensifati mata air dan minuman penghuni surga, di antara campurannya adalah kafur, air [surga], dan jahe.

“Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan [pepohonan surga yang teduh] dan [di sekitar] mata air.” (al-Mursalat: 41)

Allah berfirman dalam surah ar-Rahmaan ketika mensifati dua surga yang disediakan bagi orang yang takut menghadap kepada Tuhannya:
“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua syurga. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?, kedua syurga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Di dalam kedua syurga itu ada dua buah mata air yang mengalir Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (ar-Rahmaan: 46-51)

Kemudian Allah berfirman lagi tentang dua surga yang bukan dua surga sebelumnya atau yang telah disebutkan dalam ayat di atas.
“Dan selain dari dua syurga itu ada dua syurga lagi. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? kedua syurga itu (kelihatan) hijau tua warnanya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? di dalam kedua syurga itu ada dua buah mata air yang memancar. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (ar-Rahmaan: 62-67)

Dalam ayat di atas, Allah swt. menyebutkan beberapa mata air, yang dua mengalir dan yang dua lagi memancar di dalam surga. Ukuran dan besar mata air itu tidak diketahui oleh siapapun kecuali Allah swt. Makna “mengalir” dalam firman Allah swt. itu adalah jika Dia menghendaki, mata air itu mengalir di dalam surga, lalu para penghuni surga meminum air darinya.

Allah swt. menyebutkan rasa air dari mata air tersebut agar orang-orang yang beriman mengetahui kemuliaan mereka dan apa yang telah disediakan Allah swt. bagi mereka, berupa kenikmatan yang besar.

&

Dari Mana Sungai-Sungai Surga Memancar?

6 Mei

Surga Kenikmatan Yang Kekal;
Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, dan berpuasa Ramadlan maka wajib bagi Allah memasukkannya ke dalam surga. Begitu juga dengan orang yang berhijrah di jalan Allah atau berdiam diri di bumi tempat ia dilahirkan.” Para shahabat bertanya “Ya Rasulullah. Mengapa kita tidak memberi kabar gembira kepada manusia?” beliau menjawab, “Sungguh di surga itu ada seratus derajat [tingkat] yang disediakan untuk para mujahid di jalan Allah. Jarak di antara dua tingkat itu sebagaimana antara langit dan bumi. Jika kalian meminta kepada Allah, mintalah surga Firdaus. Itulah pertengahan surga dan yang paling atas, di atasnya terdapat ‘Arsy Yang Maha Pengasih. Di situlah sungai-sungai di surga bermuara.” (HR Bukhari)

Menurut Abu Hatim al-Busatiy, makna “pertengahan surga” di sini adalah yang tinggi. Sedangkan menurut Qatadah, firdaus adalah lembah surga, tengah-tengah, paling atas, paling utama dan paling tinggi.

Dikatakan pula bahwa firdaus adalah nama yang mencakup seluruh surga, sebagaimana jahanam merupakan nama untuk semua neraka. pada surah al-Mu’minun ayat 10-11, Allah swt. memuji suatu kaum dengan sifat-sifat yang mulia.

“Mereka itulah yang akan mewarisi [yakni] yang akan mewarisi [surga] firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (al-Mu’minuun: 10-11)

Allah swt. mengulang penyebutan mereka pada surah al-Ma’arij: “Mereka itu dimuliakan di dalam surga.” (al-Ma’aarij: 35)

Menurut Wahab bin Manhab, firdaus adalah nama untuk seluruh surga, bukan satu surga.
Dari Anas bin Malik ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Aku diangkat ke Sidratul Muntaha, langit ketujuh. Buah pohon bidaranya seperti bulan sabit di siang hari, daun-daunnya seperti telinga gajah. Dari batangnya keluar dua sungai yang nyata dan dua sungai yang tidak tampak. Lalu aku bertanya, ‘Wahai Jibril, apa itu?’ maka Jibril menjawab, ‘Dua sungai yang tidak nyata [tampak] itu berada di surga, sedangkan dua sungai yang tampak adalah Nil dan Eufrat.” (HR Bukhari)

&