Arsip | 15.20

Af’alul Khamsah

7 Mei

Bahasa Arab
Af’alul Khamsah

af'alul khamsah

Contoh asmaul khamsah

7 Mei

Bahasa Arab
Contoh asmaul khamsah

contoh asmaul khamsah

Asmaul khamsah

7 Mei

Bahasa Arab
Asmaul khamsah

asmaul khamsah

Jama’ Muannats Salim

7 Mei

Bahasa Arab
Jama’ Muannats Salim

jama'  muannats salim

Jama’ mudzakkar salim

7 Mei

Bahasa Arab
Jama’ mudzakkar salim

jama' mudzakkar salim

Gambar

Mutsannaa wa maa alhiqal biHii

7 Mei

Bahasa Arab
Mutsannaa wa maa alhiqal biHii

 

mutsannaa

Sidratul Muntaha

7 Mei

Surga Kenikmatan Yang Kekal;
Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

“Dan Sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha, di dekatnya ada syurga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.” (an-Najm: 13-17)

Rasulullah saw. memberitahukan kepada kita tentang pohon dengan sesuatu yang pernah dilihatnya, “Kemudian, aku diangkat ke Sidratul Muntaha. Tiba-tiba, aku menemukan bukitnya seperti punuk unta yang paling baik dan daunnya seperti telinga gajah. Jibril berkata, ‘Ini sidratul Muntaha yang mempunyai empat sungai, dua diantaranya tersembunyi dan dua lagi adalah nyata.’ Maka aku bertanya, ‘Apa itu, wahai Jibril?’ Jibril menjawab, ‘Dua yang tersembunyi adalah sungai di surga, sedangkan dua yang tampak adalah Nil dan Eufrat.’” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim juga disebutkan, “Kemudian Jibril berangkat bersamaku hingga sampai di Sidratul Muntaha. Bukitnya laksana punuk unta yang baik dan daunya seperti telinga gajah. Hampir saja daunnya menaungi umat ini. Lalu, Sidratul Muntaha diliputi dengan berbagai macam warna yang tidak aku ketahui. Kemudian, aku dimasukkan ke surga yang di dalamnya terdapat kubah permata dan tanahnya dari kasturi.”

&

Pohon Thuba

7 Mei

Surga Kenikmatan Yang Kekal;
Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

Thuba adalah pohon yang sangat besar. Dari pohon inilah pakaian penghuni surga dibuat. Dalam Musnad Ahmad, Tafsir Ibnu Jarir, dan Shahih Ibnu Hibban, disebutkan dari Abu Sa’id al-Khudri ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Thuba adalah pohon di dalam surga. Besarnya sejauh perjalanan seratus tahun. Pakaian penghuni surga dibuat dari kelopak bunganya.”

Disebutkan pula bahwa pakaian penghuni surga itu terbuat dari buah di surga. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad yang disebutkan dari Abdullah bin ‘Amr ra. bahwa ada seseorang yang datang kepada Rasulullah saw. lalu berkata, “Wahai Rasulullah, beritahukan kepada kami tentang pakaian penghuni surga, apakah ia makhluk yang diciptakan atau kain tenun yang ditenun?” maka sebagian kaumnya mentertawakannya. Kemudian Rasulullah saw. bertanya, “Kalian mentertawakan apa? Apa karena seseorang yang belum tahu bertanya kepada orang yang tahu?” Kemudian beliau menghadap kepada mereka dan bertanya, “Mana orang yang bertanya tadi?” “Inilah saya, wahai Rasulullah.” Jawab orang yang tadi bertanya. Maka Rasulullah saw. bersabda, “Tidak, tetapi pakaian mereka terbuat dari buah di surga.” Beliau mengatakan ini tiga kali. (HR Ahmad dalam Musnad)

&

Pohon-pohon di Surga

7 Mei

Surga Kenikmatan Yang Kekal;
Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

Di antara kesenangan di dunia adalah berteduh di bawah naungan tumbuh-tumbuhan yang terbentang luas menghijau atau di bawah pohon-pohon yang melindungi kita dari panas sinar matahari. Dengan demikian kita merasa terlindungi meskipun panasnya sangat tinggi. Pemandangan pohon-pohon dan naungannya itu menjadi pemandangan yang indah di pandangan mata. Ini baru di dunia. Maka bagaimana keadaan anda di surga?

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Aku telah menyediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih, apa yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terbayangkan di benak manusia.’ Jika kalian menghendaki, bacalah ayat (“Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu [bermacam-macam nikmat] yang menyenangkan hati…]”) (al-Waaqi’ah: 17).” (HR Bukhari)

Di dalam surga terdapat pohon yang naungannya sejauh orang berjalan dengan menaiki kendaraan selama seratus tahun, tanpa berhenti. Maka bacalah ayat, “Dan naungannya yang terbentang luas.” (al-Waaqi’ah: 30),” jika kalian menghendaki.

Tempat cemeti atau cambuk di surga itu lebih baik daripada dunia seisinya. Maka bacalah ayat: “… barangsiaap dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (Ali ‘Imraan: 185)

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya di dalam surga itu ada pohon, dimana seseorang berjalan di bawah naungannya selama tujuh puluh, atau dikatakan juga seratus tahun. Pohon itu adalah pohon Khuldi.”

Disebutkan pula, Ibnu Abi Khaldah memberitahukan bahwa Ziyad [pemimpin bani Mahzum] mendengar Abu Hurairah berkata, “Di dalam surga ada pohon yang di sana seseorang berjalan dengan mengendarai kendaraan di bawah naungannya selama seratus tahun. Maka bacalah ayat, “Dan naungan yang terbentang luas.” (al-Waaqi’ah: 30) jika kalian menghendaki.”

Berita itu disampaikan oleh Ka’ab. Ia menyatakan bahwa hadits itu benar. Dan benar pula yang menurunkan Taurat kepada Musa bin Imran, dan al-Furqan kepada Muhammad saw. Seandainya seseorang memanjat atau naik pada rantingnya, lalu melihat ke pangkal pohon itu, niscaya pandangannya tidak akan sampai hingga ia jatuh. Allah swt. menanam pohon itu dengan tangan-Nya sendiri dan meniupkan ruh ke dalamnya dari ruh-Nya sendiri. Keindahan itu dapat dilihat siapa saja dari belakang pagar surga. Dan, di dalam surga terdapat sungai yang terpancar dari pohon tersebut.

Di dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh, di dalam surga ada pohon, dimana seorang penunggang kuda yang lari dengan cepat, akan membutuhkan waktu seratus tahun untuk dapat sampai pada ujungnya.” (HR Bukhari dalam ar-Raqa-iq dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Di dalam surga, ada pohon, dimana seseorang berjalan dengan mengendarai kendaraan di bawah naungannya selama seratus tahun. Maka bacalah ayat, “Dan naungannya yang terbentang luas.” (al-Waaqi’ah: 30) jika kalian menghendaki.” (HR Bukhari)

Dari Abu Hurairah dan Sahl bin Sa’ad ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh, di surga ada pohon yang besar. Seseorang mengendarai tunggangan, membutuhkan waktu seratus tahun untuk dapat memotongnya [sampai pada tepi yang lainnya].” (HR Muslim)

&

Pohon Khuldi

7 Mei

Surga Kenikmatan Yang Kekal;
Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

“…. dengan berkata, ‘Wahai Adam. Maukah aku tunjukkan kepadamu pohon keabadian [Khuldi] dan kerajaan yang tidak akan binasa?’” (ThaaHaa: 120)

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh di dalam surga ada pohon, seseorang berjalan dengan kendaraan selama seratus tahun, dan ia belum akan sampai. Itulah pohon Khuldi.” (HR Ibnu Majah)

&

SIFAT POHON DI SURGA

Semua batang pohon di surga itu terbuat dari emas. Adapun bagaimana hal itu bisa terjadi, ilmu tentang itu ada pada sisi Allah swt.
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Di dalam surga tidak ada pohon, kecuali batangnya terbuat dari emas.” (HR Turmudzi)

&