Arsip | 11.37

Naungan Surga

12 Mei

Surga Kenikmatan Yang Kekal;
Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

Selain pepohonan yang tak pernah putus berbuah selama 100 tahun, Allah juga menuturkan tentang pohon-pohon surga dan tempat bernaungnya,

“Dan golongan kanan, Alangkah bahagianya golongan kanan itu. berada di antara pohon bidara yang tak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas,” (al-Waaqi’ah: 27-30)

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata-mata air.” (al-Mursalaat: 41)

“Perumpamaan syurga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti dan teduh….” (ar-Ra’du: 35)

“Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.” (Yaasiin: 55-56)

“Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.” (al-Insaan: 14)

“Dan selain dari dua syurga itu ada dua syurga lagi. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? kedua syurga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.” (ar-Rahmaan: 62-64)

Dalam Tafsir ash-Shabuni disebutkan, dzawaataa afnaan adalah cabang karena ia memiliki daun dan buah, dan di antaranya yang menaungi dan memberikan buah.
Dalam tafsir lain juga disebutkan, mud Hammataan; maksudnya adalah yang kelihatan seperti gelap karena sangat hijau. Hal itu karena banyak disiram air. Dalam al-Qur’an disebutkan, yang artinya:

“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang Suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.”(an-Nisaa’: 57)

Ayat ini menguatkan adanya naungan yang menaungi di surga, dan tentu akan kelihatan sangat indah berada di bawah pohon rindang, banyak daunnya yang dapat menaungi. Hal ini diungkapkan dengan ungkapan yang sangat indah, dhillan dhaliilan.

Dalam Mausu’ah al-Qur’aniyah al-Muyassarah disebutkan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta beramal shalih, akan dimasukkan ke dalam surga yang kekal dan penuh kenikmatan. Di sana, mereka tinggal untuk selamanya. Mereka memiliki istri-istri dari para bidadari yang sebelumnya menjadi istri di dunia. Allah memasukkan mereka ke dalam surga dengan senantiasa ada naungan sehingga akan terasa sejuk dan tidak panas.

Ibnu Katsir mengatakan bahwa lafadz “dhillan dhaliilan”, berarti tempat dengan naungan yang banyak, lebat, baik dan jernih. Berarti di sana akan ada naungan yang seantiasa menaungi, orang-orang akan hidup di sana dengan tenang.

&

Cahaya di Surga

12 Mei

Surga Kenikmatan Yang Kekal;
Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

Berkenaan dengan pembahasan ini, Ibnu Taimiyah berkata, “Di surga tidak ada matahari, juga tidak ada bulan, tidak ada malam dan tidak ada siang, tetapi mereka akan mengetahui pagi dan petang dengan cahaya yang tampak dari arah ‘Arsy.”

Imam Qurthubi berkata, “Para ulama mengatakan bahwa di surga tidak ada malam dan siang, tetapi mereka senantiasa dalam cahaya selamanya. Mereka dapat mengetahui datangnya malam dengan tertutupnya tirai atau hijab dan terkuncinya pintu, dan mereka dapat mengetahui datanganya siang dengan tersingkapnya tirai atau hijab dan terbukanya pintu. Pendapat ini dikemukakan oleh Abu Farah bin al-Jauzy.

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan makna ayat, “….dan di dalamnya bagi mereka ada rizky pagi dan petang. Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa.” (Maryam: 62-63). Maksudnya adalah dalam rentang masa seperti waktu pagi dan petang sebab di surga tidak ada malam dan siang. Akan tetapi, mereka berada dalam rentang masa yang di sana mereka dapat mengetahui melalui cahaya dan pelita.

&

Raihan (Rezeki) di Surga

12 Mei

Surga Kenikmatan Yang Kekal;
Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

Allah berfirman yang artinya: “Jika dia [orang yang mati] itu termasuk didekatkan [kepada Allah] maka dia memperoleh ketenteraman dan rizky serta surga [yang penuh] kenikmatan.” (al-Waaqi’ah: 88-89)

Diceritakan dari Abu Usman bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Jika salah seorang dari kalian diberi rizky maka janganlah ditolak sebab itu keluar dari surga.” (HR Turmudzi dan Nasa’i)

Rasulullah saw. juga menyatakan bahwa raihan [rizky] ahli surga terbaik adalah hanna’ [pacar kuku]. Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Raihan [rizky] ahli surga terbaik adalah hanna’ [pacar kuku].” (HR Thabrani)

Raihan adalah rizky yang baik, demikianlah pendapat para mufasir, sebagaimana telah dijelaskan dalam hadits Rasulullah saw. (HR Nasa’i) bahwa udara yang baik adalah untuk yang baik ketika roh dicabut, di dalam kubur, dan pada saat masuk surga.

&

Pembicaraan Surga

12 Mei

Surga Kenikmatan Yang Kekal;
Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

Imam Baihaqi meriwayatkan hadits dari Anas bin Malik dari Rasulullah saw. Beliau bersabda, “Setelah Allah swt. menciptakan surga ‘Adn dan menumbuhkan pepohonannya, Allah berfirman kepada surga: ‘Bicaralah!’ Lalu surga mengatakan, ‘Sungguh beruntung orang-orang yang beriman. (al-Mu’minuun: 1)’”

Al-Bazzar meriwayatkan hadits dari Abu Sa’id al-Khudri dari Rasulullah saw. beliau bersabda, “Allah swt. menciptakan surga yang batu batanya terbuat dari emas dan perak, adonannya terbuat dari parfum misik, lalu Allah berfirman kepada surga: ‘Bicaralah!’ Surga pun berkata, ‘Sungguh beruntung orang-orang yang beriman. (al-Mu’minuun: 1).’ Lalu Allah berfirman, ‘Beruntung kamu menjadi tempat raja-raja.’”

Ada sebuah hadits yang diriwayatkan dengan muquf dari Abu Sa’id al-Khudri, “Setelah menciptakan surga yang batu batanya terbuat dari emas dan perak, Allah berfirman kepada surga, ‘Berbicaralah!’ surga pun berkata, ‘Sungguh beruntung orang-orang yang beriman. (al-Mu’minuun: 1).’ Lalu Allah berfirman, ‘Beruntung kamu menjadi tempat raja-raja.’” (HR Baihaqi)

&

Kurma Surga

12 Mei

Surga Kenikmatan Yang Kekal;
Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

Pohon kurma adalah salah satu pohon yang disenangi oleh orang-orang Islam., baik pohonnya maupun buahnya sebab berbagai manfaat dan rasanya. Bahkan, kurma termasuk di antara pohon yang ada sejak zaman dulu. Itulah sebabnya, ia menjadi pohon yang sangat dicintai karena manfaat dan rasanya.

Dari Ibnu Abbas ra. bahwa Rasulullah saw.bersabda, “Pohon kurma surga itu cabang-cabangnya adalah zamrud hijau, warnanya emas merah, dan daunnya adalah kiswah ahli surga, sebagian jadi kain perca dan sebagian lagi perhiasannya, buahnya seperti Qilal dan Dila’, lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, lebih lembut dari yoghurt, dan tak ada noda sedikitpun.” (HR Hakim dalam al-Mustadrak, Abu Nu’aim dalam al Hilyah al-Baghawy dalam Syarah Sunnah, Ibn Abi ad-Dun-ya, Baihaqi dalam al-Ba’ts wa an-Nusyur; ibn Abi Syaibah dan Ibnul Mubarak dalam az-Zuhd; dan Abu Syeikh dalam al-Aghamah dengan sanad yang shahih)

&

Apakah di Surga ada Pertanian?

12 Mei

Surga Kenikmatan Yang Kekal;
Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

Diceritakan dari Abu Hurairah ra. bahwa suatu ketika Rasulullah saw. bercakap-cakap, di dekatnya ada seseorang dari desa. Beliau bersabda, “Seseorang dari ahli surga minta izin kepada Allah untuk bertani [menanam sesuatu]. Lalu Allah berfirman, ‘Bukankah kamu dapat melakukan apa saja yang kamu mau?’ ia menjawab, ‘Benar, tapi saya ingin bertani.’ Lalu ia segera menyebarkan bibit. Bibit tanaman itupun segera tumbuh, batangnya meninggi dan berbuah hingga menimbun seperti gunung. Lalu Allah Ta’ala berfirman, ‘Tidak perlu wahai anak cucu Adam. Sebab apapun tidak akan membuatmu kenyang.’ Orang desa itu pun berkata, “Wahai Rasulullah, mungkin orang itu termasuk kaum Quraisy atau golongan Anshar sebab mereka pandai bertani, sedangkan kami bukanlah petani atau ahli menanam.” Lalu, Rasulullah saw. tertawa. (HR Bukhari)

&

Dzikir adalah Biaya Pembangunan Surga

12 Mei

Surga Kenikmatan Yang Kekal;
Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiyi

Imam Thabari mengatakan seperti yang tercantum dalam kitabnya, Adabun Nufus, al-Fadl bin Shabah berkata, Aku bertanya kepada Nadr bin Ismail, lalu ia menjawab tentang Hakim bin Muhammad al-Ahmasi. Ia berkata, “Aku mendengar bahwa surga dibangun dengan dzikir. Jika kalian berdzkir, berarti kalian telah membangunnya.” Lalu dikatakan kepada mereka tentang hal itu. Lalu mereka berkata, “Hingga kalian datang kepada kami dengan nafkah.”

Penulis mengatakan bahwa termasuk dzikir adalah taat kepada Allah, mengerjakan yang diperintahkan, dan menjauhi larangan-Nya.
Hal ini berdasarkan sebuah hadits dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang pergi atau berangkat ke masjid pagi-pagi maka Allah akan memberikan hidangan dari surga setiap ia pergi atau berangkat.” (HR Bukhari dan Muslim)

Menurut Imam Nawawi, nuzulan; berarti penghormatan atau suguhan yang biasa disiapkan untuk tamu, seperti makanan.

&

Surga seperti Tanah Luas yang Tanamannya Subhaanallaah dan Alhamdulillah

12 Mei

Surga Kenikmatan Yang Kekal;
Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

Diceritakan dari Ibnu Mas’ud ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Aku bertemu dengan Nabi Ibrahim pada malam aku diisra’kan, lalu beliau berkata, ‘Hai Muhammad, sampaikan salamku pada umatmu. Beritahukan bahwa surga itu harum debunya, tawar airnya, surga ibarat hamparan tanah yang luas, yang tumbuhannya adalah subhaanallaH, walhamdulillah, laa ilaaHa illallaaH, dan AllaaHu akbar.” (HR Turmudzi)

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bertemu dengannya. Ia sedang menanam tanaman, lalu Rasulullah bertanya, “Wahai Abu Hurairah, apa yang sedang engkau tanam?” ia menjawab, “Sebuah tanaman, wahai Rasulullah.” Rasulullah saw. bersabda, “Maukah aku tunjukkan tanaman yang lebih baik daripada ini? Tanaman itu adalah SubhaanallaaH, walhamdulillaaH, wa laa ilaaHa illallaaH, wallaaHu akbar. Setiap satu kali bacaan akan ditanamkan untukmu sebuah pohon di surga.” (HR Turmudzi)

Dari Jabir bin Abdullah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa yang membaca subhaanallaaHil ‘adhiimi wa bihamdiHi, akan ditanam untuknya sebuah pohon kurma di surga.” (HR Ibnu Majah). Abu Isa mengatakan, “Ini hadits hasan shahih.”

&

Burung-Burung Surga

12 Mei

Surga Kenikmatan Yang Kekal;
Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

“Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk, dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (al-Waaqi’ah: 17-21)

Di surga terdapat burung-burung dan binatang yang tidak ada yang mengetahui selain Allah swt. sebab burung-burung dan binatang dengan berbagai jenisnya termasuk di antara kesenangan surga, yang bisa dinikmati oleh ahli surga. Allah swt. tidak hanya menciptakan binatang bumi, tetapi juga di langit.

“Dan diantara tanda-tanda [kebesaran]-Nya adalah penciptaan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata dan Dia sebarkan pada keduanya….” (asy-Syuraa’: 29)

Diceritakan dari Anas bin Malik ra. bahwa suatu ketika Rasulullah saw. ditanya, “Apakah al-Kautsar itu?” Rasulullah menjawab, “Itu adalah sungai anugerah Allah di surga, lebih putih dari susu, lebih manis dari madu, dan di sana juga terdapat burung-burung yang lehernya seperti leher juzur [wortel].” Umar ra. berkata, “Ini adalah sesuatu kenikmatan.” Rasulullah saw. bersabda, “Memakannya lebih nikmat lagi.” (HR Turmudzi, ia mengatakan, “Ini hadits hasan.”)

Turmudzi meriwayatkan hadits dari Sulaiman bin Yazid dari bapaknya bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, apakah di surga ada kuda?” Rasulullah menjawab, “Jika Allah memasukkanmu ke surga, mana mungkin kamu tidak suka karena di surga ada kuda yang terbuat dari yakut merah yang bisa terbang kemana saja kamu suka, dan pati kamu akan melakukkannya.” Perawi hadits berkata, “Dan ada orang lain lagi bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah di surga ada unta?” perawi hadit menyatakan bahwa Rasulullah tidak menjawab sebagaimana yang disampaikan Rasulullah kepada temannya, lalu Rasulullah bersabda, “Jika Allah memasukkanmu ke surga, engkau akan mendapatkan apa yang engkau inginkan dan sangat indah untuk engkau pandang.” (HR Turmudzi)

Abu Nu’aim meriwayatkan hadits dalam al-Hidayah dan Hakim dalam al-Mustadrak dari Ibnu Mas’ud ra.: Seseorang datang dengan menyerahkan unta yang sudah diberi tali kendali sambil berkata, “Ini saya serahkan demi jalan Allah.” Rasulullah saw. bersabda, “Balasan kamu nanti pada hari kiamat adalah 700 unta, semuanya diberi tali kendali di surga.”
Hakim berkata, “Hadits ini shahih berdasarkan syarat Bukhari dan Muslim, dan disepakati oleh adz-Dzahabi, serta Syekh Nashir Albani.” (Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, Syaikh Albani)

Dari Abu Mas’ud al-Anshari ra. bahwa seseorang datang dengan menyerahkan unta yang sudah diberi tali kekang sambil berkata, “Ini saya serahkan demi jalan Allah.” Rasulullah saw. bersabda, “Balasan kamu nanti pada hari kiamat adalah 700 unta, semuanya diberi tali kendali.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahih)

&