Al-Qur’an: Sumber yang Edukatif

21 Mei

Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah, dan Masyarakat;
Abdurrahman An-Nahlawi

Kelebihan al-Qur’an, diantaranya, terletak pada metode yang menakjubkan dan unik sehingga dalam konsep pendidikan yang terkandung di dalamnya, al-Qur’an mampu menciptakan individu yang beriman yang senantiasa mengesakan Allah, serta mengimani hari akhir.

Al-Qur’an telah memberikan kepuasan penalaran yang sesuai dengan kesederhanaan dan fitrah manusia tanpa unsur paksaan dan di sisi lain disertai dengan pengutamaan afeksi dan emosi manusiawi. Dengan demikian, al-Qur’an mengetuk akal dan hati sekaligus. Al-Qur’an mengawali konsep pendidikannya dari hal yang sifatnya konkret, seperti hujan, angin, tumbuh-tumbuhan, guntur atau kilat menuju hal yang abstrak, seperti keberadaan, kebesaran, kekuasaan dan berbagai sifat kesempurnaan Allah.

Penyajian materi tersebut kadang-kadang menggunakan metode bertanya, baik untuk tujuan mengkritik maupun mengingatkan, atau menggunakan metode untuk menyukakan, menyebutkan keindahan, atau hal lain yang dapat menggali emosi Rabbaniah dalam diri seseorang, seperti ketundukan, rasa sukur, serta mahabbah dan kekhususan kepada Allah. Kemudian Al-Qur’an menampilkan masalah ibadah dan perilaku ideal sebagai aplikasi praktis akhlak Rasulullah.

Dengan demikian, metode tersebut sangat sesuai dengan apa yang dewasa ini digembor-gemborkan para psikolog dalam menggali unsur afeksi manusia. Lewat metode al-Qur’an ini, kita bisa berulang-ulang memberikan materi, kita akan merasakan bahwa metode ini berhasil mempengaruhi emosi yang dilengkapi pengalaman perilaku sehingga dalam diri seseorang tumbuhlah kesiapan emosi yang jika sewaktu-waktu materi yang bersangkutan disentuh, emosi tersebut akan kembali muncul. Itulah pengalaman emosional yang hanya kita peroleh dari metode Qur’ani. Jika perilaku ideal tersebut dilengkapi dengan sifat afeksi, artinya pendidikan telah berperan dalam penyatuan jiwa dan penggali potensi seorang manusia sehingga menjadi manusia yang berkualitas.

Lebih jelasnya lagi, metode pendidikan Qur’ani ini dapat kita analisa dari surah ar-Rahmaan. Dalam surah tersebut, Allah Yang Mahaagung menuturkan berbagai nikmat dan bukti-bukti kekuasaan-Nya. Dia mulai menuturkan eksistensi manusia, kekuasan-Nya dalam mendidik manusia, hingga tentang apa yang telah dianugerahkan-Nya kepada manusia, seperti matahari, bulan, bintang, pepohonan, buah-buahan, langit dan bumi. Pada tiap ayat atau bisa juga pada sejumlah ayat, Allah membuktikan anugerah-Nya itu dengan menempatkan manusia di hadapan benda nyata, pengalaman, suara hati, dan jiwa. Maka setiap manusia tidak akan mampu mengingkari apa yang telah dirasakan dan diterima oleh akal dan hatinya. Hal ini jelas-jelas termaktub di dalam ayat “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (ar-Rahmaan: 13). Pertanyaan tersebut berlanjut hingga 30 pertanyaan lainnya yang senada tetapi memberikan anugerah emosional berlainan sesuai dengan ayat sebelumnya.

Itulah gambaran betapa al-Qur’an itu memberikan metode pendidikan yang edukatif. Dan otomatis itupun berpengaruh pada kurikulum serta metode pendidikan Islam. Dengan demikian, penurunan al-Qur’an yang dimulai dengan ayat-ayat yang mengandung konsep pendidikan dapat dimulai dengan ayat-ayat yang mengandung konsep pendidikan dapat menunjukkan bahwa tujuan al-Qur’an yang terpenting adalah pendidikan manusia melalui metode yang bernalar serta sarat dengan kegiatan meneliti, membaca, mempelajari, dan observasi ilmiah terhadap manusia sejak manusia masih di dalam bentuk segumpal darah dalam rahim ibu sebagaimana firman Allah: “Bacalah dengan [menyebut] nama Tuhanmu Yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahapemurah. Yang mengajar [manusia] dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (al-‘Alaq: 1-5)

Dalam surah asy-Syams dengan berulang-ulang Allah swt. menyatakan bahwa manusia adalah makhluk yang dapat dididik, disucikan, dan ditinggikan.

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: