Alam semesta: diciptakan untuk satu tujuan

21 Mei

Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah, dan Masyarakat;
Abdurrahman An-Nahlawi

Alam semesta ini tidak diciptakan berdasarkan permainan atau senda gurau. Firman Allah:
“Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan haq, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (ad-Dukhaan: 38-39)
“Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan [tujuan] yang benar dan dalam waktu yang ditentukan.” (al-Ahqaf: 3)

Kepada manusia disajikan berbagai pertanyaan dan anjuran untuk beribadat kepada Allah sekaligus mengesakan-Nya setelah manusia merenungkan makhluk-makhluk ciptaan-Nya, firman Allah:

“Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka Itulah orang-orang yang merugi. Katakanlah: “Maka Apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah, Hai orang-orang yang tidak berpengetahuan?” Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya Padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (az-Zumar: 62-64, dan 67)

Pandangan Islam terhadap alam semesta menimbulkan berbagai dampak dalam bidang pendidikan, diantaranya adalah:

Pertama: keterkaitan seorang muslim dengan Pencipta semesta melalui tujuan yang paling tinggi, yaitu beribadat kepada Allah.
Kedua: mendidik manusia supaya bersungguh-sungguh karena seluruh semesta ini diciptakan untuk tujuan tertentu serta masa yang ditentukan pada sisi Allah, bukan untuk main-main atau senda gurau.

Firman Allah: “Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. Sekiranya Kami hendak membuat suatu permainan [istri dan anak], tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian, [tentulah Kami telah melakukannya].” (al-Anbiyaa’: 16-17)

Ayat tersebut mengajak manusia untuk mencapai tujuan dari berbagai fenomena semesta melalui cara yang serius, tanpa main-main, senda gurau, dan kesia-siaan. Selain itu, hendaknya, perenungan terhadap alam semesta ini merupakan perenungan yang logis dan ilmiah. Untuk mewujudkan ini, al-Qur’an mengarahkan pandangan si perenung pada masalah-masalah yang lebih mendalam.

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: