Pendidikan Islam: Kewajiban Umat Islam

21 Mei

Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah, dan Masyarakat;
Abdurrahman An-Nahlawi

Islam merupakan syariat Allah bagi manusia yang dengan bekal syariat itu manusia beribadah. Agar manusia mampu memikul dan merealisasikan amanat besar itu, syariat itu membutuhkan pengamalan, pengembangan, dan pembinaan. Pengembangan dan pembinaan itulah yang dimaksud dengan pendidikan Islam.

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dhalim dan amat bodoh.” (al-Ahzab: 72)

Tampaknya tidak ada perealisasian syariat Islam kecuali melalui penempaan diri, generasi muda, dan masyarakat dengan landasan iman dan tunduk kepada Allah. Untuk itu pendidikan Islam merupakan amanat yang harus dikenalkan oleh suatu generasi ke generasi berikutnya, terutama dari orang tua atau pendidik kepada anak-anak dan murid-muridnya. Dan kecelakaan yang akan menimpa orang yang mengkhianati amanat itu.

Pendidikan Islam mengantarkan manusia pada perilaku dan perbuatan manusia yang berpedoman pada syariat Allah. Artinya manusia tidak merasa keberatan atas ketetapan Allah dan Rasul-Nya sebagaimana digambarkan Allah dalam firman-Nya ini:
“Maka demi Tuhanmu, mereka [pada hakekatnya] tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (an-Nisaa’: 65)

Dengan demikian, tidak ada yang dapat menyelamatkan manusia dari keburukan dan kerugian kecuali keimanan kepada Allah dan hari akhir, beramal shalih, dan saling berpesan menetapi kesabaran dalam mewujudkan kebenaran serta memerangi kebathilan. Allah swt. telah berfirman:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan saling menasehati supaya menaati kebenaran dan saling menasehati supaya menetapi ketaatan.” (al-‘Ashr: 1-3)

Ayat di atas mengisyaratkan bahwa keselamatan manusia dari kerugian dan adzab Allah dapat tercapai melalui tiga bentuk pendidikan berikut:
– pertama: pendidikan individu yang membawa manusia pada keimanan dan ketundukan kepada syariat Allah swt. serta berimaan kepada yang ghaib;
– kedua, pendidikan diri yang membawa manusia pada amal shalih dalam menjalani hidupnya sehari-hari; dan
– ketiga: pendidikan masyarakat yang membawa manusia pada sikap saling pesan dalam kebenaran dan saling memberi kekuatan ketika menghadapi kesulitan yang pada intinya, semuanya ditujukan untuk beribadah kepada Allah.

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: