Pengertian Ad-Diin

21 Mei

Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah, dan Masyarakat;
Abdurrahman An-Nahlawi

a. Makna Etimologis
Dalam tuturan orang Arab, kata ad-diin digunakan untuk menunjukkan lebih dari satu makna, di antaranya adalah:
– Pertama makna kekuasaan, otoritas, hukum, dan perintah. Orang Arab mengatakan: daana an naasu, yang artinya: dia memaksa manusia untuk tunduk. Dan dantuHu yang berarti: saya menguasainya dan memilikinya. Ungkapan yang sejalan dengan makna tersebut adalah hadist Nabi yang mengatakan: “Orang yang pandai adalah orang yang dapat menundukkan nafsunya dan beramal untuk bekal setelah meninggal nanti.” Artinya orang yang pandai adalah orang yang dapat menguasai dan menundukkan nafsunya untuk taat kepada Allah. Dari ungkapan tersebut makna “maddiin” menjadi “yang dikuasai”, “diperintah”, dan “ditundukkan” sebagaimana tercantum dalam firman Allah: “Maka mengapa jika kamu tidak dikuasai [oleh Allah] kamu tidak mengembalikan nyawa itu [pada tempatnya] jika kamu adalah orang-orang yang benar?” (al-Waaqi’ah: 86-87). Artinya, jika dalam urusan hidup dan mati manusia menolak keras untuk taat kepada Allah, mengapa mereka tidak mengembalikan ruh ke dalam jasad setelah ruh bepisah melalui kematian?
– Kedua makna ketaatan, peribadatan, pengabdian, dan ketundukan kepada kekuasaan dan dominasi tertentu. Orang Arab mengatakan dengan: dintuHum fadaanuu (aku memaksa mereka, maka merekapun taat.).
– Ketiga, hukum, undang-undang, jalan, madzab, agama, tradisi dan taklid. Orang Arab mengatakan: maazaala dzaalika diini wadiidanii, artinya hal itu tetap merupakan kebiasaanku dan tradisiku.
– Keempat, balasan, imbalan, pemenuhan, dan perhitungan. Contohnya kita dapat lihat dalam peribahasa Arab yang menyatakan: kamaa tadayana tadaana, yang artinya: “Kamu berbuat kepada orang lain dan orang lain berbuat kepadamu.” Dari makna ini muncul istilah ad-dayyan yang artinya “kadi” atau “hakim pengadilan.”

b. Pemakaian Kata Ad-Diin dalam Al-Qur’an
Biasanya orang Arab menggunakan kata ad-diin dalam makna tertentu untuk suatu kesempatan dan makna lain dalma kesempatan lain. Artinya, pemakaian bahasa mereka sangat variatif karena disesuaikan dengan kebutuhan yang terjadi. Dengan demikian, kata ad-diin bersifat ambigu.

Setelah al-Qur’an turun, istilah ad-diin mengalami kejelasan makna dengan tetap bersandar pada empat makna etimologis di atas. Makna yang dimaksud adalah yang menguasai dan memiliki otoritas yang tinggi [ilahiah]; ketaatan dan pengakuan terhadap kekuasaan dan otoritas dari pengikut ad-diin; sistem berfikir ilmiah yang dilahirkan dari sistem otoritas dan kekuasaan; dan imbalan yang diberikan secara penuh oleh pemegang otoritas kepada pengikut sistem melalui ketundukan dan keikhlasan atau balasan karena tidak mentaati sang pemegang otoritas. Untuk kepentingan tersebut, Abu A’la al-Maududi menyusun definisi ad-diin berdasarkan makna-makna tersebut yang kemudian beliau hubungkan dengan ayat-ayat al-Qur’an. Hasil penyusunan beliau adalah definisi ad-diin berdasarkan surah al-Mu’min: 65, az-Zumar: 11, 12 dan 14, an-Nahl: 52, Yunus: 104 dan al-Infithar: 17-19, yaitu sistem kehidupan yang sempurna dan meliputi aspek-aspek kehidupan yang bersifat keyakinan, penalaran, akhlak, dan pengamalan.

Sesungguhnya Allah telah menjelaskan bahwa kehidupan yang diridlai Allah adalah sistem yang dibangun di atas ketaatan dan keikhlasan untuk menghambakan diri kepada Allah semata. Dengan demikian ad-diin dapat didefinisikan melalui definisi yang mencakup seluruh makna etimologis dan makna Qur’aniah, yaitu hubungan ketundukan, kepatuhan, dan penghambaan yang melalui itu, manusia dapat mengetahui Yang Menciptakan, Yang Menghukumi, Yang Menjalankan aktifitas alam semesta, Yang Mahakuasa, Yang Mahaperkasa, Yang Menghidupkan, dan Yang Mematikan. Allah telah menyusun sistem yang sempurna dan mencakup berbagai aspek kehidupan. Dan manusialah yang bertugas menjalankan di atas sistem tersebut dan memahami balasan Allah untuk mereka pada hari perhitungan nanti.

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: