LANGKAH 15 DIDIK AGAR MEMILIKI KECEMBURUAN TERHADAP AGAMA

30 Sep

30 Langkah Mendidik Anak Agar Mengamalkan Ajaran Agama
Salim Sholih Ahmad Ibn Madhi; IslamHouse.com

Sudah semestinya para orang tua mendidik putra-putrinya agar memiliki kecemburuan terhadap agama ini, dan itu adalah metode yang dilakukan oleh generasi salaf (Salaf secara harfiah artinya terdahulu. Maksudnya adalah tiga generasi pertama Islam; generasi sahabat Nabi, Tabi’in dan Tabi’ut tabi’in –pent) umat ini dahulu.

Langkah-langkah praktis menghidupkan kecemburuan terhadap agama pada jiwa putra-putri kita:

1. Menceritakan kisah-kisah dan permisalan-permisalan anak-anak kecil di masa Sahabat dan Tabi’in akan betapa besarnya kecemburuan mereka terhadap agama ini.
2. Biarkan mereka menyaksikan apa yang dilakukan musuh-musuh agama ini terhadap anak-anak seusia mereka dari anak-anak kaum muslimin; seperti yang terjadi pada anak-anak di Palestina.
3. Menyemangati dan memotivasi dengan pemberian hadiah.

Contoh Praktis Dan Kisah Yang Menunjukkan Pentingnya Menanamkan Kecemburuan Terhadap Agama Dalam Jiwa Anak

1. Abdurrahman Ibn Auf -radiallahu’anhu- berkata:
Ketika berada dalam saf pada peperangan Badar, aku mendapatkan di kanan dan kiriku dua orang pemuda belia dari kalangan Anshar. Aku berharap berada dekat dengan keduanya. Salah seorang memberi isyarat kepadaku dan berkata:
“Wahai paman, tahukah engkau yang mana Abu Jahal?”
“Apa yang ingin engkau lakukan dengan Abu Jahal wahai putra saudaraku?” Tanya Abdurrahman.
“Aku dengar dia mencerca Rasulullah. Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, jika aku melihatnya tidak akan aku biarkan dia lepas dari dariku hingga terbunuh.” Jawab pemuda itu. (Al-Bidayah wa an-Nihahah Ibnu Katsir 3/288)
Point dari cerita di atas:
“Aku mendengar dia mencerca Rasulullah -shalallahu alaihi wasallam-.”

2. Anak-Anak Bahrain
Diriwayatkan bahwa anak-anak Bahrain bermain kasti. Seorang kepala uskup duduk menyaksikan. Ketika bola terjatuh mengenai dadanya, si uskup mengambilnya. Anak-anak meminta agar bola dikembalikan kepada mereka, tetapi sang uskup menolak. Salah seorang anak berkata:
“Aku memintamu mengembalikannya demi Zat yang telah mengutus Muhammad sebagai Rasul.”
Sang kepala uskup tetap menolak, bahkan mulai mencemooh Rasulullah -shalallahu alaihi wasallam-. Anak-anak itu pun naik pitam dan menyatroni sang kepada uskup dengan stik mereka dan memukulinya hingga tewas. Kejadian itu disampaikan kepada Umar Ibn al-Khatthab -radiallahu’anhu-. Sungguh Umar tidak pernah segembira mendengar penaklukan atau mendapatkan hasil rampasan perang seperti kegembiraannya ketika mendengar apa yang dilakukan anak-anak Islam itu dan berkata:
“Sekarang Islam telah mulia. Anak-anak kecil Islam ketika Nabinya dilecehkan murka dan membelanya.” (Manhaj Tarbiah Nabawiah, Muhammad Nur dengan sedikit perubahan)

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: