Mencegah dan Melawan Musuh Dakwah

6 Okt

Pilar Keberhasilan Seorang Da’i
Dr. Ali bin Umar bin Ahmad Ba Dahdah;
islamhouse.com

Ketika seorang da’i telah memahami realita kenyataan yang ada di sekelilingnya, dan telah memikul tangung jawab da’wah dengan kuat serta telah menahannya dengan penuh semangat maka sesungguhnya harus bagi dirinya untuk mencegah serangan dari musuh-musuh da’wahnya dan untuk menghadapi orang yang berusaha menjauhkan dari lingkaran da’wah, dan supaya tidak membiarkan medan da’wah di kuasai oleh mereka melainkan pasti dirinya ikut turun di sana. Tidak ada sebuah sarana melainkan berusaha untuk ikut menngunakannya untuk kepentingan da’wah, tidak ada sebuah negeri melainkan dirinya ikut berda’wah di sana.

Kalau kita perhatikan maka sungguh kita akan mendapati bagaimana musu-musuh yang ingin memerangi Islam da’wah itu menggunakan berbagai macam cara, mereka berusaha dalam siasat untuk memerangi masjid-masjid dengan menjadikan sebagai ruangan pesta dansa, memerangi suami istri dengan sentuhan, memerangi akidah dengan kebebasan berpikir, memerangi berbagai macam ilmu yang kokoh dengan ilmu yang hanya mengajak kepada kelezatan.

Oleh karena itu pada duat wajib untuk memahami bahwa harus ada reaksi untuk menghadapi tipu daya mereka dengan cara menggunakan senjata yang lebih ilmiah, yang rinci dan mencakup semua sisi di karenakan tipu daya mereka pada intinya sedang perang pemikiran dengan menamakan ilmu dan seni maka untuk menghadapinya dengan cara yang tidak jauh dari cara mereka supaya mendapat manfaat yang lebih banyak. Dan harus berusaha sekuat tenaga dalam menghadapi kelompok yang mengandalkan pemikiran dengan cara ilmiah yang dalam.

Dan membatalkan pemikiran mereka dengan cara yang telak masuk ke dalam otak, dan supaya menghadapi mereka pada setiap yayasan yang mereka miliki dengan adanya yayasan pula yang siap menghadapinya, menghadapi sekolahan dengan sekolahan universitas dengan universitas, dan giliran pendidikan dengan cara yang sama, dengan adanya ma’had- ma’had dan kampus-kampus yang mementingkan urusan dunia di hadapi dengan mendirikan kampus-kampus Islam, dan ma’had-ma’had modern yang bertujuan dunia di hadapi dengan ma’had-ma’had pendidikan yang mengutamakan ruhnya, adanya perkumpulan budaya yang jauh dari agama maka di hadapi dengan perkumpulan yang di isi dengan ruh agama, menghadapi maktabah-maktabah yang di dirikan untuk menyebarkan pemikiran sesat atau mengajak kepada kelompok dan golongan ala jahiliyah dengan mendirikan maktabah-maktabah yang membantu tersebarnya akidah Islam dengan menyebarkan buku-buku dengan berbagai macam sarana dan dengan harga yang semurah mungkin, menghadapi majalah dan koran yang mementingkan urusan dunia dan hiburan dengan majalah dan koran yang agamis dengan mementingkan isinya menyebarkan akidah yang benar dan membantah kebathilan, sambil menelanjangi orang-orangnya.

Menghadapi radio-radio hiburan dan seluruh media elektronik dari cerita, majalah, kaset, film-film dan lain sebagainya dengan media massa yang lain yang mengajak manusia kembali kepada kebenaran, dengan menjaga akal dan waktu mereka dari pencurian setan-setan jahat baik setan dari jenis manusia maupun dari jenis jin. Demikianlah kita hadapi mereka dengan segala macam sarana yang ingin menghancurkan dengan sarana yang membangun. (Shofatul Atsar wal Mafahim 1/145-146.)

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: