Pentingnya pembahasan Pilar Keberhasilan Seorang Da’i

6 Okt

Pilar Keberhasilan Seorang Da’i
Dr. Ali bin Umar bin Ahmad Ba Dahdah;
islamhouse.com

Sebagaimana kita ketahui bahwa pembahasan dalam buku ini adalah yang berkaitan dengan sebab teguhnya seorang da’i didalam da’wahnya, termasuk di antaranya adalah memiliki sifat-sifat serta pengalaman-pengalaman yang akan mengantarkan dirinya mendapat apa yang menjadi tujuan da’wahnya demikian pula agar da’wahnya bisa di terima oleh semua kalangan manusia.

Tidak di ragukan lagi bahwa di terimanya da’wah seorang da’i adalah termasuk kesuksesan yang sangat besar karena pada intinya ia adalah seorang mubaligh yang sedang menyampaikan kepada manusia tentang Allah Ta’ala dan RasulNya Shalallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai seorang yang menyampaikan hukum-hukum Islam serta berpegang teguh dengan syari’at Islam di samping itu ia juga sebagai pelaksana hal tersebut sehingga Allah Ta’ala dan RasulNya bisa di terima di tengah-tengah masyarakat dan lingkungannya.

Oleh karena itu sesungguhnya keberhasilan dan kesuksesan ini memiliki dampak yang sangat besar dan terpuji yang menjadi suatu keharusan untuk kalian cari yang ada pada bidang ini, ini lah sedikit penjelasan tentang pentingnya da’wah, karena da’wah itu di bangun dengan beberapa sebab seperti:

1. Mendapat pahala yang sangat besar

Allah Tabaraka wa ta’ala berfirman dalam salah satu ayatNya:

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri?”. QS Fushshilat: 33.

Inilah salah satu pujian bagi siapa saja (dari kalangan orang-orang yang beriman) yang menyeru (berda’wah) tanpa mengaitkan dengan hasil dari da’wahnya tersebut, lantas apa kiranya yang akan di dapat kalau bukan pujian serta ganjaran yang besar dari Allah Ta’ala seandainya da’wahnya itu di terima oleh mad’unya (target da’wahnya), maka sungguh pahala itu sangatlah besar dan agung hal itu sebagaimana yang telah di kabarkan dalam hadits yang shahih dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam: “Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk seorang saja dengan sebab perantaraanmu maka itu lebih baik bagimu dari pada mendapatkan onta yang berwarna merah (harta yang mewah)”. HR Bukhari di dalam kitab fadhilah sahabat Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, di dalam Fathul Bari 7/70, dan Muslim di dalam kitab fadhilah sahabat, Syarh Shahih Muslim an-Nawawi 15/178.

Dalam hadits ini di jelaskan bahwa hanya dengan menjadi perantara seseorang itu mendapat hidayah engkau akan mendapat begitu besar pahala yang di peroleh lalu bagaimana kiranya kalau yang mendapat petunjuk itu sekelompok manusia? Maka sudah pasti pahala yang akan diperoleh akan bertambah dan berlipat-lipat, hal itu sebagaimana yang telah di contohkan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya: “Siapa yang mengajak kedalam kebaikan maka sesungguhnya baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa di kurangi sedikitpun pahala-pahala mereka”. HR Muslim dalam kitab Ilmu, Syarh Shahih Muslim Imam Nawawi 16/227.

2. Menyebarnya kebaikan

Sesungguhnya keberhasilan seorang da’i dan tersebarnya da’wah akan menambah dan menyebarnya kebaikan disebabkan banyaknya orang yang berpegang teguh dengan syari’at dan sudah barang tentu akan bertambahnya para da’i, demikian pula orang-orang yang tetap istiqomah di atas kebenaran akan bertambah banyak. Manakala bertambahnya perkara ini dan juga semakin bertambahnya orang-orang yang memegang kebenaran maka ini akan menjadi salah satu sebab keridhoan Allah Azza wa jalla dan turunya pertolongan-Nya, demikian pula akan tercapai perubahan secara menyeluruh di tengah-tengah umat yang termasuk salah satu sunnah illahiyah yang telah lampau, hal itu sebagaimana yang Allah Ta’ala gambarkan dalam firmanNya:

“Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri”. QS ar-Ra’d: 11.

Sedangkan dari sisi lain ketika semakin banyak kebaikan dan da’wah itu di bisa terima oleh orang atau sekelompok orang sebagaimana yang telah Allah Ta’ala kehendaki maka itu termasuk bagian dari keberhasilan yang telah di capai oleh para da’i yang akan terus di wariskan kepada orang lain secara qona’ah dan lebih dalam lagi, dan dengan semangat yang lebih kuat lagi bagi orang-orang yang mengikutinya ketika pintu penghalang (dari menerimanya da’wah) dan takut terintimidasi tersebut mampu di singkirkan, demikian pula ketika rasa takut dalam kesendirian dan berbeda dengan kebanyakan orang tersebut mampu di hilangkan.

Sebagaimana akan bisa kita rasakan bersama bahwa dengan banyaknya kebaikan serta menyebarnya kebaikan tersebut akan menampakkan hakikat kaum muslimin yang sebenarnya yang tetap istiqomah dengan wajah yang cerah dalam menjalani seluruh gerak perjalanan hidupnya, dan ini memiliki dampak yang sangat banyak karena dengan itu bisa menjadikan lebih banyak lagi orang-orang yang mau menerima kebenaran serta memegangi kebenaran tersebut dengan kuat.

3. Akan mengurangi kebatilan

Sesungguhnya setiap keberhasilan suatu da’wah baik itu dalam masalah pemikiran atau tingkah laku manusia maka secara tidak langsung merupakan penghancur bagi kebatilan yang ada, yang mana bahwa kebatilan tersebut apa pun jenisnya semuanya hanya mengajak kepada jalan-jalan serta tingkah lakunya para setan, dan setiap adanya para individu sebagai pelaku dalam da’wah di sebuah medan (lubang, celah) serta lubang kehidupan maka pada intinya itu adalah sebagai penghantam bagi musuh dan kekalahan bagi para musuh-musuh Allah Ta’ala.

Maka kesungguhan seorang da’i dalam keberhasilan da’wahnya termasuk suatu hal yang sangat penting untuk selalu menjaga umat ini dari kejelekan dan makarnya para pelaku kebatilan, dan bentuk perbuatan yang akan menghilangkan dampak dari kebatilan tersebut, mempersempit ruang gerak keburukan dan akibatnya serta penghadang bagi para pembela kebatilan.

Dan sebagaimana telah di ketahui bahwasanya wajib sebelum itu semua dikerjakan, terlebih dahulu hilangkan ajaran-ajaran (pemikiran.pent) yang akan menghancurkan , dari adanya persekutuan dan perwakilan dan fanatisme kelompok dan golongan serta pemikiran-pemikiran dan madhzab-madzhab lain-lain yang menyelisihi syari’at, maka dengan itu Allah Ta’ala akan memperbaiki dan mengembalikan keadaan kaum muslimin yang tadinya rusak, dan linglung dan akan mengembalikan kemulian mereka sebagaimana yang telah lewat dan Allah akan menolong serta meneguhkan mereka di muka bumi ini. (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz 1/392.)

Berangkat dari sini mengharuskan para du’at (da’i) Islam dan orang-orang yang membawa tugas ini untuk lebih serius memperhatikan serta menyempatkan dirinya untuk menulis pembahasan yang bermanfa’at lalu menyebarkannya serta menukil perkataan-perkataan ulama yang berguna, berda’wah kepada Islam dan membantah kelompok yang menampakkan dirinya orang-orang yang berilmu, membongkar kebodohanya dan menjelaskan kesesatanya itu semua di karenakan sesungguhnya para musuh-musuh Islam selalu berusaha dengan segala macam kemungkinan dan kemampuan mereka dengan mengadakan berbagai seminar dan pertemuan dan menggunakan berbagai macam sarana guna memukul kaum muslimin dan mengaburkan agama Islam, maka menjadi suatu keharusan adanya orang yang menjelaskan syubhat (kerancuan-kerancuan) ini, membongkarnya, kemudian dikembalikan kepada Islam yang benar baik secara aqidah, syari’at, hukum Islam serta akhlak yang indah dengan cara yang baik. (Majmu’ Fatawa Ibnu Baz 1/392.)

Dan masih banyak lagi buah keberhasilan seorang da’i dalam da’wahnya yang akan menjadikan kebaikan bertambah banyak dan akan semakin kuat dan akan menenggelamkan kebatilan serta menghilangkannya.

4. Melindungi Islam dari pemikiran serta perbuatan yang salah

Sesungguhnya kurang memperhatikan sebab-sebab keberhasilan dan kesuksesan da’wah akan mengantarkan seorang da’i kedalam kegagalan dan kekecewaan yang akan melahirkan dampak adanya sebagian pemahaman serta perbuataan yang salah di antaranya dan ini sebagai contoh bukan pembatasan:

a. secara umum akan menyebabkan rusaknya umat manusia di muka bumi ini karena sedikitnya pemahaman yang dimiliki para da’i atau lemahnya iman yang ada di dalam dada mereka atau juga di karenakan kurangnya bentuk amal perbuatan yang mereka lakukan- akan menjadikan dirinya di timpa kekecewaan dan adanya penolakan dari manusia dan terkadang bahkan manusia akan lari darinya.

Maka sudah seharusnya dia bersabar atau mengoreksi kekurangan yang ada pada dirinya lalu mengubah cara dan perilakunya, dan memperbaiki kesalahan yang dia sadari serta terus bersabar atas tingkah laku orang yang jahil. Adapun menghukumi mereka dengan kerusakan dan enggan untuk menerima kebenaran, terlebih lagi mengatakan bahwa mereka adalah musuh-musuh Allah Ta’ala dan RasulNya Shalallahu ‘alaihi wa sallam atau berpikiran yang semacam itu adalah suatu hal yang telah Rasulallahu Shalallahu ‘alaihi wa sallam peringatkan dalam sabdanya sebagaimana yang ada di dalam hadits yang shahih:

“Jika ada seseorang yang mengatakan: “Sungguh manusia telah binasa maka ia adalah (orang) yang paling binasa diantara mereka”. HR Muslim di dalam kitab al-Bir wa Shilah wal Adab. Bab: Larangan untuk mengucapkan manusia telah binasa. An-Nawawi 16/17.

b. Munculnya rasa putus asa dan letih dalam diri sebagian para da’i di karenakan seringnya mengalami kegagalan di dalam da’wahnya, dan hilanglah keinginan untuk terus berda’wah sehingga kemudian mereka mulai tidak peduli lagi dengan manusia dan meninggalkan mereka dan tidak lagi mau menyeru mereka di dalam kebaikan dan melarang kemungkaran, padahal terkadang kegagalan yang mereka dapati kebanyakan muncul dari ketidak mengertian mereka akan cara dan sarana serta sebab-sebab yang bisa menjadikan kesuksesan dalam berda’wah.

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: