Mana yang lebih ditekankan, harap atau takut?

9 Okt

Tauhid Uluhiah
Muhammad Ibn Ibrahim al Hamd; Islamhouse.com

(Lihat Al-Âdâbus Syar’iah oleh Ibnul Muflih II/30-32, Al-Qoulul Mufîd I/51-52 & II/164-165. Lihat juga Ar-Risâlah At-Tâsi’ah, disitu terdapat perincian mengenai cinta, takut dan harap.)

Jawab: ada perbedaan pendapat dalam hal ini, di antaranya:

1. Ada yang mengatakan: seseorang mestilah lebih menekankan sisi takut, agar hal itu membawanya melakukan ketaatan dan meninggalkan maksiat.

2. Ada yang mengatakan: lebih menekankan sisi harap, agar memiliki motivasi, dan Rasulullah Salallahu ‘alaihi wasallam menyukai optimisme.

3. Ada yang mengatakan: dalam mengerjakan ketaatan lebih menekankan harap, agar memotivasinya untuk beramal. Siapa yang dikaruniai ketaatan, akan dikaruniai kobul (diterimanya amal). Karenanya, sebagian salaf berkata: “Jika engkau diberi taufik untuk berdoa, maka tunggulah ijabatnya, karena -Dia berfirman:

“…Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu….” (QS.Ghafir:60)

Dalam kemaksiatan lebih menekankan sisi takut, agar mencegahnya dari perbuatan maksiat. Allah Shubhanahu wa ta’alla berfirman,

“Katakanlah: ‘Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat) jika aku mendurhakai Tuhanku.'” (QS.al-An’am:15)

Penjelasan ini lebih dekat, tetapi belum sempurna, masih dapat bersinggungan dengan firman Allah ta’ala,

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut,…” (QS.al-Mukminum:60)

4. Ada yang mengatakan: lebih menekankan sisi takut saat sehat dan harap saat sakit.

5. Ada yang mengatakan: keduanya seperti sayap burung. Seorang mukmin menuju Tuhan-nya dengan dua sayap: harap dan takut. Jika seimbang, akan stabil terbangnya. Jika kurang salah satunya, kurang juga dayanya. Jika tidak ada keduanya saat terbang, maka sedang berada di ujung kebinasaannya.

6. Ada yang mengatakan: berbeda antara orang ke orang dan kondisi ke kondisi. Wallahu a’lam.

Takut wajib dan takut mustahab (disukai)
Takut wajib adalah takut yang mendorong melakukan perbuatan wajib dan meninggalkan yang diharamkan. Takut mustahab (disukai) adalah takut yang mendorong melakukan perbuatan mustahabat dan meninggalkan makruhat (perkara makruh= dibenci).

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: