Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Ankabuut ayat 12-13 (5)

10 Okt

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ankabuut (Laba-Laba)
Surah Makkiyyah; surah ke 29:69 ayat

tulisan arab alquran surat al ankabuut ayat 12-13“12. dan berkatalah orang-orang kafir kepada orang-orang yang beriman: “Ikutilah jalan Kami, dan nanti Kami akan memikul dosa-dosamu”, dan mereka (sendiri) sedikitpun tidak (sanggup), memikul dosa-dosa mereka. Sesungguhnya mereka adalah benar-benar orang pendusta. 13. dan Sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka, dan beban- beban (dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri, dan Sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan.” (al-Ankabuut: 12-13)

Wal nahmil khataayaakum (“Dan Kami nanti akan memikul kesalahan-kesalahanmu.”) yaitu dosa-dosa kalian. Jika kalian memiliki dosa, itu menjadi tanggung jawab kami dan berada di pundak kami. Sebagaimana seseorang berkata: “Kerjakan ini ! kesalahanmu ada di pundakku.”
Allah Ta’ala berfirman: wa maa Hum bi haamiliina min khathaayaaHum min syai-in innahum lakaadzibuun (“Dan mereka sedikitpun tidak memikul dosa-dosa mereka. sesungguhnya mereka adalah benar-benar pendusta.”) atas apa yang merek katakan, bahwa sesungguhnya mereka sanggup menanggung kesalahan-kesalahan mereka. tidak ada seorang pun yang akan menanggung dosa orang lain.

Firman Allah yan artinya: “Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil [orang lain] untuk memikul dosanya, itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun [yang dipanggil itu] kaum kerabatnya.” (Faathir: 18)
Dan firman Allah: wa layahmilunna atsqaalaHum atsqaalam ma’a atsqaaliHim (“Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban [dosa] mereka, dan beban-beban [dosa yang lain] di samping beban-beban mereka sendiri.”) merupakan kabar tentang para penyeru kekafiran dan kesesatan bahwa mereka menanggung dosa-dosa diri mereka sendiri dan dosa-dosa orang lain pada hari kiamat disebabkan upaya mereka menyesatkan manusia, tanpa sedikit pun mengurangi dosa-dosa mereka. sebagaimana firman Allah yang artinya: “[Ucapan mereka] menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun [bahwa mereka disesatkan]…. “ (an-Nahl: 25)

Diriwayatkan bahwa dalam sebuah hadits shahih dijelaskan: “Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya hingga hari kiamat tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, dia akan mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya hingga hari kiamat tanpa mengurangi sedikitpun dosa mereka.”

Dalam hadits lain yang shahih juga: “Tidak ada satu jiwa pun yang terbunuh kecuali anak Adam yang pertama akan menanggung darahnya. Karena dialah yang pertama kali melakukan pembunuhan.”

Firman Allah: wa layus-alunna yaumal qiyaamati ‘ammaa kaanuu yaftaruun (“Dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan.” Yakni mereka dustakan, dan omong kosong yang membuat mereka buat. Tentang hal ini, terdapat bukti kuat dalam hadits shahih:

“Sesungguhnya seseorang akan didatangkan berbagai kebaikan seberat gunung pada hari kiamat. Dia berbuat dhalim kepada ini, mengambil harta yang itu serta melanggar kehormatan ini. Lalu yan ini akan mengambil kebaikannya dan yang ini akan mengambil kebaikannya juga. Jika tidak ada lagi yang tersisa satu kebaikanpun pada dirinya, maka ia akan disiksa dengan [sebab] keburukan mereka, hingga dilemparkan di atasnya.”

Bersambung ke bagian 6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: