Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Ankabuut ayat 64-66 (23)

14 Okt

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ankabuut (Laba-Laba)
Surah Makkiyyah; surah ke 29:69 ayat

tulisan arab alquran surat al ankabuut ayat 64-66“64. dan Tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. dan Sesungguhnya akhirat Itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. 65. Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah). 66. agar mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan agar mereka (hidup) bersenang-senang (dalam kekafiran). kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).” (al-Ankabuut: 64-66)

Allah mengabarkan tentang kerendahan dunia, hilang dan lenyapnya. Bahkan dunia ini tidak kekal dan ujungnya adalah senda gurau dan permainan, wa innad daaral aakhirata laHiyal hayawaan (“Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan.”) yaitu kehidupan yang kekal hakiki yang tidak akan hilang dan tidak habis, bahkan dia akan terus berlangsung selama-lamanya.
Lau kaanuu ya’lamuun (“Seandainya mereka mengetahui”) yaitu sungguh mereka akan memilih yang kekal dibandingkan yang akan binasa.

Kemudian Allah mengabarkan tentang orang-orang musyrik bahwa di saat mereka berada dalam keadaan terjepit, mereka berdoa kepada Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya. maka mengapa hal ini tidak mereka lakukan terus-menerus. fa idzaa rakibuu fil fulki da’awullaaHa mukhlishiina laHud diin (“Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.”) seperti dalam firman Allah:

Wa idzaa massakumudl-dlurru fil bahri dlalla man tad’uuna illaa iyyaaHu falammaa najjaakum ilal barri a’radl-tum (“Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkanmu ke daratan, kamu berpaling.”) (al-Israa’: 67). Dan di ayat ini Allah berfirman: falammaa najjaaHum ilal barri idzaa Hum yusyrikuun (“Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka [kembali] mempersekutukan [Allah].”)

Muhammad bin Ishaq menceritakan dari ‘Ikrimah bin Abi Jahal bahwa ketika Rasulullah saw. memerdekakan Makkah, dia [‘Ikrimah] pergi melarikan diri. Ketika ia naik kapal di lautan untuk pergi ke Habasyah, tiba-tiba perahu mengalami guncangan. Maka penghuninya berkata: “Wahai Rombongan, ikhlaskan doa kepada Rabb kalian, karena tidak ada yang dapat menyelamatkan kita disini kecuali Dia.” lalu ‘Ikrimah berkata, “Demi Allah, jika tidak ada selain-Nya yang dapat menyelamatkan kita di laut, maka tidak ada pula yang dapat menyelamatkan kita di darat. Ya Allah. Aku mengikat janji kepadamu. Jika aku keluar dengan selamat, niscaya aku akan meletakkan kedua tanganku kepada tangan Muhammad. Sesungguhnya aku menemukan dia seorang yang sangat kasih sayang. Maka demikianlah keadaannya.”

Dan firman Allah: liyakfuruu bimaa aatainaaHum wa liyatamatta’uu (“Agar mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka dan agar mereka hidup bersenang-senang.”) huruf “laam” di sini oleh kebanyakan ahli bahasa Arab, ahli tafsir dan para ulama ushul dinamakan dengan “laamul ‘aaqibah”, karena mereka tidak bermaksud demikian. Tidak diragukan lagi bahwa itulah yang dimaksud, jika dihubungkan dengan mereka. akan tetapi jika dihubungkan dengan qadla dan qadar Allah bagi mereka, maka “laam”nya adalah “laamut ta’liil.” Masalah ini telah dikemukakan dalam firman Allah: liyakuuna laHum ‘aduwwaw wa hazanan (“Yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka.”)(al-Qashshash: 8)

Bersambung ke bagian 24

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: