Hak Muslim Atas Muslim Lainnya Secara Umum

15 Jan

Ukhuwah Islamiyah; Merajut Benang Ukhuwah Islamiyyah;
DR. Abdul Halim Mahmud

Ukhuwah bukan sekedar amalan yang dianjurkan dalam agama, tetapi merupakan kewajiban yang telah ditetapkan dalam islam berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi yang mulia. Lebih dari itu merupakan amalan yang dipraktekkan oleh Nabi Muhammad saw. setelah hijrah ke Madinah al-Munawarah dan setelah kokohnya kedudukan Islam disana. Pada saat itu beliau mempersaudarakan kaum Muslimin dari kalangan Muhajirin dan Anshar, bahkan beliau sendiri mengambil salah seorang dari mereka sebagai saudara. Ukhuwah ini memiliki pengaruh yang mendalam di kalangan kaum Muslimin dan menopang aktifitas tolong menolong mereka di atas kebajikan dan ketaqwaan, sampai-sampai mereka saling mewarisi sebagaimana terhadap keluarga sendiri. Meskipun belakangan tindakan saling mewarisi ini dihapuskan dan ukhuwah dalam Islam tetap berlaku.

Ukhuwah dalam Islam akan membaik, menguat dan memberikan buahnya yang paling baik apabila seseorang memilih dengan baik siapa yang diangkat menjadi saudara dalam Islam, yakni jika ia memilih seorang muslim yang bertaqwa, wara’, penuh perhatian terhadap kehidupan akhirat, dan mengharap keridlaan Rabbnya. Sebaliknya ukhuwah itu akan memburuk, melemah, dan tidak memberikan buahnya sebagaimana yang diharapkan apabila ia tidak pandai memilih siapa yang diikat menjadi saudara dalam Islam, yaitu apabila saudara yang dipilih itu belum jelas memiliki sifat-sifat seorang muslim yang konsisten dengan hukum-hukum, syarat-syarat, dan etika-etika Islam.

Para pendahulu kita –dari kalangan salafush shalih rahimahullah- menjalin ikatan perjanjian ukhuwah dalam Islam, setelah mereka memilih siapa yang diangkat menjadi saudara karena Allah. Ikatan perjanjian ini melahirkan hak-hak yang tidak kalah kuatnya dibandingkan dengan ikatan perjanjian lain di antara orang-orang muslim, jika memenuhi syarat-syarat keshahihannya.

Ukhuwah semacam ini dilakukan oleh sebagian besar kaum salaf, karena mereka berpandangan bahwa ukhuwah dalam Islam merupakan prinsip, dan lawan katanya aadalah ‘uzlah [menyendiri]. Mereka meyakini bahwa bergaul, bersahabat, dan berukhuwah dengan sesama manusia merupakan prinsip dasar berdasarkan sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dengan sanadnya dari para shahabat, dari Nabi saw. beliau bersabda: “Seorang muslim, jika ia bergaul dengan orang lain dan bersabar terhadap gangguan mereka, lebih baik daripada muslim yang tidak bergaul dengan orang lain karena tidak bersabar terhadap gangguan mereka.”

Ibnu Abdi berkata: “Syu’bah melihat bahwa Ibnu Umar ra. dan seluruh shahabat suka menempati kedudukan yang lebih baik.”

Islam telah menjadikan kedudukan saudara sesama muslim itu sama dengan kedudukan mereka sendiri. Imam al-Bukhari telah meriwayatkan dengan sanadnya dari Anas ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian, hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: