Pengertian Ukhuwah dalam Islam

16 Jan

Merajut Benang Ukhuwah Islamiyyah;
DR. Abdul Halim Mahmud

Dalam warisan Islam dan sejarah kaum Muslimin generasi pertama, kata ukhuwah mengandung berbagai pengertian.
Allah berfirman ketika menyebutkan nikmat-nikmat yang dikaruniakan-Nya kepada kaum Muslimin, “Ingatlah akan nikmat Allah kepada kalian ketika kalian dulu [di masa jahiliyah] bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hati kalian, dan dengan nikmat-Nya, menjadikan kalian sebagai orang-orang yang bersaudara.” (Ali ‘Imraan: 103)

Artinya, karena nikmat Islam-lah kalian menjadi orang-orang yang bersaudara dalam agama. Permulaan ayat di atas terlebih dahulu menyebutkan sebagai berikut: “Berpeganglah kalian semua kepada tali [agama] Allah dan janganlah kalian tercerai berai.” (Ali ‘Imraan: 103)

Adapun kelanjutannya adalah ayat yang memerintahkan agar kita memanfaatkan keimanan dan ukhuwah sebagai sarana untuk mendakwahkan kebaikan, memerintahkan yang ma’ruf, dan mencegah kemungkaran. Firman Allah: “Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang memerintahkan kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah yang munkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Ali ‘Imraan: 104)

Dalam dua ayat berurutan di atas terdapat tuntutan-tuntutan yang harus dilaksanakan oleh orang-orang Muslim yang menjalin ukhuwah dalam Islam, yang dengan ukhuwah ini mereka tolong menolong untuk melaksanakan tuntutan tersebut, yaitu:

– Berpegang teguh kepada tali Allah, yakni al-Qur’an dan as-Sunnah, yang juga berarti berpegang teguh kepada manhajnya.
– Menjauhkan diri dari perpecahan dan permusuhan dengan cara meninggalkan faktor-faktor pemicunya.
– Hendaknya hati kalian disatukan dengan mahabbah [cinta] karena Allah, sehingga dengan nikmat ini kalian menjadi orang-orang yang bersaudara.
– Mendakwahkan kebaikan, memerintahkan yang ma’ruf, dan mencegah kemungkaran.

Untuk melaksanakan tuntutan semua ini, tidak ada yang lebih bisa membantu –setelah Allah- kecuali ukhuwah dalam Islam.

Al-Qur’an telah menegaskan, menetapkan, dan menjunjung tinggi nilai ukhuwah ini dalam ayatnya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu berukhuwah.” (al-Hujuraat: 10)
Imam Qurthubi berkata, “Maksudnya adalah ukhuwah dalam agama dan kesucian, bukan dalam keturunan.”
Imam Ibnu Katsir berkata: “Semuanya adalah saudara seagama, sebagaimana sabda Rasulullah saw., ‘Seorang Muslim adalah saudara bagi muslim yang lain; tidak mendhalimi dan tidak mencelakakannya.’”

Ukhuwah yang disinggung dalam ayat-ayat al-Qur’an di atas adalah ukhuwah dalam agama, dan ini merupakan salah satu nikmat yang dikarunikakan oleh Allah kepada kaum Muslimin. Ayat-ayat ini menyebutkan kata iman dan ukhuwah sebagai dua hal yang selalu beriringan, sekaligus menuntut orang-orang yang berukhuwah itu agar melaksanakan hal-hal yang dapat mengokohkannya dan mengokohkan iman, yaitu berpegang kepada manhaj Allah, meninggalkan perpecahan, berdakwah kepada kebaikan, memerintahkan yang ma’ruf, dan mencegah kemungkaran.

Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah ra. yang mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian saling mendengki, saling najasy [menawarkan barang agar orang lain menawar dengan harga lebih mahal], saling membenci, saling memusuhi, dan jangan membeli barang yang sedang ditawar orang lain. Hendaklah kalian menjadi hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak mendhalimin, tidak membiarkan [saat ia membutuhkan pertolongan], dan tidak menghinanya. Taqwa ada di sini [seraya menunjuk ke dadanya tiga kali].”

Diriwayatkan juga bahwa beliau bersabda: “Seseorang sudah cukup disebut jahat apabila ia menghina saudaranya sesama muslim. Darah, harta dan kehormatan setiap muslim adalah haram bagi muslim lainnya.” (HR Muslim dalam shahihnya, bab Tahrim Zhulm al-Muslim wa Khadzlih).

Berdasarkan hadits Nabi ini dan juga hadits-hadits yang semisal, kita mengetahui bahwa pengertian ukhuwah bagi kita berbeda dari pengertiannya menurut kalangan umum. Contoh makna-makna ukhuwah sebagai berikut:

– Ia adalah cinta karena Allah dan ketulusan hati seorang mukmin terhadap saudaranay sesama muslim.
– Ia adalah penghormatan seorang mukmin terhadap mukmin lainnya, baik pada saat berhadapan maupun di tempat jauh.
– Ia adalah larangan mengabaikan apa pun yang menjadi hak saudaranya
– Ia berarti juga larangan memandangnya dengan pandangan merendahkan
– Ia berarti larangan mendengki, menawar dengan harga tertinggi untuk menipunya, membenci, memutuskan hubungan, membeli barang yang sedang ditawar, melamar lamarannya, mendhaliminya, menghinanya, dan membiarkannya di kala membutuhkan pertolongan.
– Ia juga pengharaman darah, harta dan kehormatannya
– Ia berarti kewajiban bersaudara dalam Islam
– Ia berarti tolong-menolong dalam melaksanakan kebajikan dan ketakwaan, serta berdakwah menuju kebaikan.
– Ia berarti bersatu dan meninggalkan faktor-faktor yang memicu terjadinya perpecahan.
– Ia berarti memelihara seluruh haknya [yakni dalam darah, harta dan kehormatannya]
– Ia berarti melaksanakan kewajiban-kewajiban yang harus diberikan kepadanya tanpa diminta
– Ia berarti mendahulukan kepentingan saudaranya daripada kepentingan diri sendiri.

Semua itu merupakan cakupan makna ukhuwah, namun masih banyak makna lain yang akan dibahas dalam lanjutan tulisan ini, insya Allah.

Kesimpulan berbagai makna itu merupakan undang-undang yang menjadi landasan dalam bermuamalah bagi kaum salafush shalih, yang senantiasa berpegang teguh kepada kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya, juga konsisten menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupannya. Dengan ukhuwah, mereka bisa mewujudkan contoh-contoh kehidupan secara manusiawi yang bernilai tinggi.

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: