Arsip | 13.56

Trik Menjadi Orang Sukses

11 Feb

Trik Menjadi Orang Sukses
Cara Menjadi Orang Sukses

Apakah aku bisa sukses? Aku ini orang yang tidak punya apa-apa. Bahkan tak punya modal sedikitpun. Demikianlah keluhan yang sering dilontarkan oleh orang-orang yang merasa galau dan pesimis terhadap masa depannya. Terdengar lucu, namun bagi mereka hal ini adalah ungkapan jujur yang mesti disikapi dengan baik.

Mari kita kupas pernyataan orang itu. Pertama, bukankah dia telah mengucapkan sebuah kalimat yang jelas dan mudah dipahami maknanya? Artinya dia memiliki potensi untuk berkomunikasi dengan baik. Dan salah satu bentuk komunikasi bisa dilakukan lewat tulisan, yakni menjadi pengarang misalnya, atau wartawan/reporter lepas jika lebih memungkinkan. Maka akan menjadi lebih bermakna jika setiap keluhannya itu ditulis di sebuah buku atau file, kemudian diedit menjadi sebuah cerita atau opini. Tentu saja ini sudah menjadi langkah menuju sukses. Ingat sukses itu adalah bagian dari proses, bukan hasil. Sebab sukses besar terdiri dari sukses-sukses kecil yang saling berkaitan sehingga menjalin sebuah sukses besar.

Tentu saya tidak mau menganalogikan jasad seseorang sebagai seonggok materi yang bisa diuangkan. Ini ekstrim. Misalnya, saya tak setuju jika orang mengatakan dia tak punya apa-apa. Cobalah tawarkan ginjal anda ke pihak-pihak yang membutuhkan donor, nah, tentu anda akan tercengang karena akan segera mendengar angka puluhan juta sebagai kompensasi jika anda bersedia mendonorkan ginjal anda yang sebelah. Belum lagi kornea mata, atau bahkan jantung anda !!!

Ah, sudahlah. Seperti yang saya katakan tadi, ini adalah ekstrim. Dan Tuhan tidak menghendaki organ manusia menjadi barang dagangan. Sebab semua itu adalah karunia yang harus disyukuri dengan cara menggunakannya untuk bekerja dan beribadah kepada-Nya. Bukankah anda telah mengatakan demikian? Artinya kita selama ini telah melupakan sebuah ungkapan “syukur” akan apa-apa yang ada pada diri kita. Fikiran kita sibuk dengan apa-apa yang tidak ada pada diri kita. Maka jadilah kita “dihukum” dengan rasa ketakutan dan kegalauan tidak memiliki apa-apa. Itu karena rasa syukur telah terkubur oleh keserakahan yang menyibukkan hati kita.

Ingatlah, sejak awal kita diciptakan, sesungguhnya kita telah ditakdirkan untuk menjadi orang sukses. Mau bukti? Begini, ketika sel sperma bertemu dengan telur ibu, maka sesungguhnya dia telah mengalahkan ratusan juta sel sperma lain dalam kompetisi berenang mencapai finish. Dan ketika sel sperma itu bertemu sel telur, maka jadilah ia sang juara. Yang selanjutnya atas izin dari Yang Mahakuasa kedua sel yang bertemu itu berproses menjadi seorang manusia sempurna yang rupawan, yakni anda, saya atau manusia mana saja yang terlahir ke dunia ini.

Oh Tuhan Yang Mahaagung…. sesungguhnya kami telah mendhalimi diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk golongan orang-orang yang merugi. Ya Allah ya Tuhan kami, ampunilah kami yang senantiasa sedikit sekali bersyukur atas segala nikmat yang Engkau berikan. Kami sesungguhnya adalah penghuni syurga sebagaimana bapak dan ibu kami (Adam dan Hawa) dulu di sana. Maka tetapkanlah dan bimbinglah kami sebagai orang-orang yang sukses dengan berhasil pulang dan kembali ke sana. Ilhamkanlah kami agar senantiasa bersyukur dan tidak tersesat dalam perjalanan kami ke syurga. Aamiin…..

&

Trik Menjadi Penulis Yang Baik

11 Feb

Trik Menjadi Penulis Yang Baik
Cara menjadi Penulis Yang Baik

Menjadi penulis itu bukanlah sesuatu yang sulit. Sebab hal ini adalah termasuk ketrampilan yang bisa dilatih dan diupayakan. Tergantung ada kemauan atau tidak. Di sinilah dibutuhkan sebuah niat dan tekad yang kuat agar ketika menggoreskan pena bisa mencurahkan isi fikiran kita dengan lancar, bagai turunnya hujan yang deras. Hahaha…. ini tidak lebay, tapi fakta.

Langkah pertama adalah kita harus banyak membaca. Ini syarat yang tak bisa ditawar. Sebab hakekatnya manusia itu mirip komputer. Jika banyak diisi dengan file yang mengandung ilmu pengetahuan, maka ketika diminta outputnya tentu akan mengeluarkan apa yang disimpannya. Atau mirip sebuah teko. Jika teko itu kosong maka dituang sampai nungging poll, mustahil akan keluar isinya setetespun sebab tak pernah diisi. Jika dipenuhi dengan air kopi maka akan keluar air kopi, diisi air teh akan keluar air teh, bahkan jika diisi dengan air got maka akan keluar juga air got.

Berdasarkan perumpamaan itu maka selayaknya seorang manusia pembelajar hanya mengimput bacaan-bacaan yang baik dan bermanfaat saja, sebab ketika ia menuangkan idenya dalam bentuk tulisan, dikhawatirkan akan muncul isi aslinya. Bisa direkayasa sih, tapi tentu hal demikian itu akan menjadi lebih rumit lagi karena butuh aplikasi tambahan untuk mengolah bahan yang sudah terlanjur dikandung. Semacam alat penyuling agar air got keluar menjadi air mineral. Nah dalam hal ini aku rasa tidak lebay…

Langkah kedua adalah “paksakan” untuk menulis apa yang terlintas dalam fikiran kita. Apapun, dan jangan terlalu merisaukan dulu kalimat atau alur ceritanya. Pokoknya tulis…tulis…tulis… terus sampai kering ide yang ada di kepala (padahal aku yakin tidak bakal kering). Buang jauh-jauh perasaan dan pertanyaan “kapan aku jadi penulis hebat?”. Pokoknya tulis dulu…tulis lagi…tulis dulu… tambah lagi tulisan….

Setelah kita melakukan goresan-goresan kalimat yang lumayan banyak, tanpa disadari kita akan mampu mengoreksi: “Ah sepertinya kalimat ini kurang begini…..” atau “Wah, alangkah baiknya kalau di bagian ini ditambah kalimat begini…” atau “Seharusnya kalimat ini tidak berbunyi demikian, tetapi begini….” atau… atau… atau…. atau…. pada akhirnya: “Sip, alhamdulillaah. Sepertinya ini sudah oke…” atau anda akan cukup mengangguk-angguk saja seperti burung bangau ketika mengoreksi tulisan yang anda buat itu. Dan hebatnya lagi (boleh jadi) anda akan mengigau membuat tulisan saat anda sedang tidur. Dan di pagi harinya anda menemukan bahwa tangan anda telah menuliskan sebuah cerita yang memukau…. (terus terang kalau ini memang lebay!!)

Nah, selamat mencoba. Jika anda butuh referensi untuk bacaan yang bermutu berkaitan dengan misi anda menulis, silakan klik setiap tautan yang ada di tulisan ini. Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat.

&

Sukses Untuk Masa Depan

11 Feb

Sukses Untuk Masa Depan
Belajar Islam

Bayangkan, hidup dalam kondisi yang serba kecukupan. Punya rumah pribadi yang tidak terlalu mewah tapi lumayan gede. Ada halamannya yang bisa ditanami bunga dan kolam kecil. Pancurannya mungil tapi senantiasa menimbulkan suara germericik air yang akan membawa jiwa kita dalam suasana alam. Di sore hari sepulang kerja dari perusahan pribadi, kita duduk-duduk sambil menikmati secangkir kopi atau minuman lain yang kita sukai. Di samping kita ada istri cantik yang menemani sambil sesekali mencubit atau menggelitik dengan niat menggoda, hehehe….

Tapi semua itu perlu perencanaan yang baik, doa dan usaha yang konsisten dan semangat pantang menyerah dalam meraih cita-cita. Nah lho, itu tadi kan baru bayangan alias khayalan. Jadi saat ini boleh jadi anda atau siapapun yang membaca posting ini adalah masih duduk di bangku sekolah atau kuliah, yang masih mengalami kepailitan di berbagai penjuru. Akan tetapi apa yang kita bicarakan di awal tadi tidaklah terlalu muluk dan utopia. Sebab hal yang demikian itu adalah realistis dan sangat mungkin untuk digapai. Betul ? Nah…

Jika untuk menggapai masa depan yang kita inginkan demikian rumit dan berliku, boleh jadi keinginan kita kemudian terkabul dan kita diperkenankan untuk menikmati segala impian kita itu…… lalu tibalah saat itu !! Apakah gerangan ? Ya, betul, kematian !!! Yang mana sebagian besar manusia beranggapan bahwa kematianlah yang mengakhiri segalanya. Segala sesuatu yang telah kita usahakan seumur hidup dan baru kita nikmati beberapa saat, tiba-tiba harus disudahi karena malaikat pencabut nyawa tak mau kompromi dalam hal ini. Dia tak akan mau menunda barang sedetikpun. Meskipun kita sodorkan chek atau janji untuk kita transfer sekian milyard ke rekeningnya (andai malaikat itu buka rekening di sebuah bank syariah).

Bagi orang muslim kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan, sebab ada langkah-langkah untuk menghadapinya. Tentu saja bukan sebagai aplikasi yang mencegah kematian semacam aplikasi antivirus, akan tetapi bagaimana agar kita tidak merugi dan bernasib buruk ketika saat kematian itu datang. Ah, kedengarannya aneh? Ya, dan inilah sebuah keimanan. Keyakinan akan adanya kehidupan setelah kematian. Bahkan dalam Islam itulah kehidupan yang sesungguhnya. Karena kehidupan itu akan abadi, artinya tak akan ada kematian lagi setelah kehidupan akhirat.

Kehidupan abadi? Alamaaak…. apa maning kiye ? Ya, anda boleh saja mentertawakan perkara ini sebab di sanalah anda nanti juga akan ditertawakan dan dihinakan jika anda masih betah dengan pendirian seperti itu.

Jika anda masih beranggapan bahwa kehidupan ini hanyalah di dunia saja, maka teruskanlah dan puas-puaskanlah gagasan anda itu, Tuhan tidak melarang karena jalan hidup adalah sebuah pilihan. Apalagi dalam Islam tak ada paksaan untuk memeluk agama ini. Akan tetapi jika batin anda diusik oleh sesuatu yang merisaukan tentang masalah ini, maka ingatlah, bahwa sesungguhnya anda masih memiliki fitrah yang baik untuk menerima dan menguatkan kembali tentang keimanan Islam ini.

Islam hadir untuk menyelamatkan manusia dari siksaan api neraka, dengan memberikan opsi jalan hidup yang sesuai dengan kehendak Sang Pencipta. Bahwa sesungguhnya kehidupan yang sebenarnya adalah di akhirat. Jika manusia waspada akan hal ini, maka dia tidak hanya menghabiskan waktunya untuk menumpuk harta dan benda di dunia saja. Akan tetapi memanfaatkan apa yang telah ia usahakannya itu sebagai sarana dan beramal, yang nantinya akan dipertanggungjawabkan ketika “bersua” dengan Sang Pencipta. Ya, kita akan diadili oleh Allah Tuhan Yang Mahaperkasa dan Mahakuasa akan segala tindakan kita di dunia. Dan kita tidak bisa menghindar dari hal itu, sebagaimana kita tidak bisa menghidar dari perkara yang bernama KEMATIAN. Dan kampung akhirat itulah masa depan sesungguhnya jika manusia tidak tertipu…….

&

Belajar Agama Islam

11 Feb

Belajar Agama Islam
Belajar Agama Islam

Sebagai seorang yang memeluk agama Islam ternyata banyak hal yang harus dipelajari, dan itu tidaklah sulit apabila disertai dengan kemauan. Perlu diketahui bahwa semua budaya kebaikan yang berkembang sekarang ini, baik di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, awalnya adalah diilhami oleh ilmu yang berasal dari Islam. Banyak informasi yang berkaitan dengan penciptaan manusia, keberadaan manusia serta tujuan hidup yang dimaksudkan oleh Allah swt. Sebab kehidupan ini sengaja diciptakan untuk tujuan yang mulia.

Maka untuk itu sebagai seorang Muslim hendaklah mengenali tujuan hidupnya. Maka tidak selayaknya seorang manusia terpuruk dalam kehinaan dan terjerumus dalam pola hidup yang hanya memperturutkan hawa nafsu belaka. Dengan bermodal akal fikiran semata yang dayanya terbatas itu, menyangka bahwa hidup ini adalah miliknya sendiri. Padahal tidak demikian menurut ajaran Islam.

Islam hadir untuk memperbaiki akhlak, dan Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang telah menurunkan wahyu Al-Qur’an, agar dijadikan pedoman hidup manusia (sebagai khalifah di muka bumi ini) agar bisa dibedakan dengan makhluk lain yang tidak dibekali syariat. Dan mencontoh Sunnah Nabi Muhammad saw dalam menjalani hidup ini sehingga selamat di dunia dan di akhirat.

&

Bagaimana Cara Menjadi Muslim ?

11 Feb

Belajar Islam
Bagaimana Cara Menjadi Muslim ?

Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullaaHi wa barakaatuH.
Sebenarnya menjadi seorang muslim itu tidaklah sulit yang dibayangkan. Sebab pada prinsipnya seorang manusia itu hanyalah dituntut untuk bersaksi dengan mengucapkan kalimat syahadat (yaitu: “Laa ilaaHa illallaaH, wa asy-Hadu anna Muhammadar rasuulullaaH”) yang artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak diibadahi kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”)

Dengan kalimat yang kita ucapkan itu, maka itu adalah sebuah ikrar atau janji, atau disebut juga sumpah kita untuk memeluk agama Islam. Dan dengan demikian maka orang yang mengucapkan kalimat syahadat tersebut telah sah menjadi pemeluk Islam. Namun perlu diingat bahwa hati kita juga membenarkan dan meyakini apa yang telah kita ucapkan itu. Jika tidak, maka seseorang yang hanya mengucapkan syahadat di bibir saja tanpa membenarkan dan meyakini di dalam hati adalah tergolong orang yang munafik. Yaitu orang yang ucapan dan isi hatinya tidak sesuai. Ucapannya mengakui tapi hatinya menolak apa yang ia ucapkan. Maka hal demikian itu dia hanya akan mendapat perlakukan sebagai seorang muslim di dunia saja. adapun di akhirat kelak dia tidak akan mendapatkan pahala dan surga dari Allah Yang Maha Esa. Sebab Allah mengetahui segala isi hati. Seorang manusia boleh jadi bisa mengelabuhi manusia lain, akan tetapi Allah tidak lengah terhadap tipu dayanya.

Jika sudah bersyahadat, maka kewajiban seorang muallaf (orang yang baru saja masuk Islam) adalah bersuci dengan mandi besar (membasahi seluruh anggota tubuh) dengan niat bersuci. Lalu mulailah belajar shalat, puasa dan praktik ibadah lain. Mengapa? Sebab dalam Islam ibadah adalah bukti benarnya syahadat yang telah kita ucapkan sebelumnya. Dan hal ini bisa dilakukan secara bertahab, namun harus konsisten terus meningkat. Dan menuntut ilmu dalam agama Islam adalah sebuah kewajiban, sampai akhirnya berhenti ketika seorang muslim meninggal dan masuk liang lahat (kubur).

Jika anda beruntung mendapat jalan hidayah ini, maka anda akan mendapatkan jawaban hati anda yang selama ini tidak anda dapat sebelumnya. Silakan cari kisah dan pengakuan para muallaf (orang yang baru masuk Islam). Mereka semua mengaku bagaikan baru dilahirkan, dan mendapatkan ketenteraman jiwa yang benar-benar nyata. Karena dalam Islam memang segala aturan dan hukumnya telah disesuaikan dengan fitrah (kodrat) manusia sebagai makhluk yang istimewa. Dan hanya dalam Islam-lah kita akan mendapatkan pelayanan yang semestinya.

Segala kecenderungan hati manusia mendapatkan porsinya yang adil. Jika ada semacam larangan-larangan, maka itu sesungguhnya hanyalah sebagai pagar agar derajat manusia tidak terjatuh dan hina sebagaimana makhluk lain yang tidak lebih mulia daripada manusia. Karena Allah Yang Mahatahu dan bijaksana tak pernah salah dalam menciptakan sesuatu. Dia menciptakan manusia, maka Dia pula yang membuat aturan bagaimana seharusnya yang dilakukan manusia. Jika suatu pabrik mengeluarkan sebuah produk, maka pabrik itu juga yang akan menerbitkan buku petunjuk operasionalnya. Maka sangat tidak rasional jika mobil merek A menggunakan buku panduan operasi keluaran pabrik B. Demikianlah. Selamat bergabung dengan ajaran Islam yang penuh dengan kesantunan dan memelihara keluhuran budi pekerti ini.

Wassalaamu ‘alaikum wa rahmatullaaHi wa barakaatuH.