Sukses Untuk Masa Depan

11 Feb

Sukses Untuk Masa Depan
Belajar Islam

Bayangkan, hidup dalam kondisi yang serba kecukupan. Punya rumah pribadi yang tidak terlalu mewah tapi lumayan gede. Ada halamannya yang bisa ditanami bunga dan kolam kecil. Pancurannya mungil tapi senantiasa menimbulkan suara germericik air yang akan membawa jiwa kita dalam suasana alam. Di sore hari sepulang kerja dari perusahan pribadi, kita duduk-duduk sambil menikmati secangkir kopi atau minuman lain yang kita sukai. Di samping kita ada istri cantik yang menemani sambil sesekali mencubit atau menggelitik dengan niat menggoda, hehehe….

Tapi semua itu perlu perencanaan yang baik, doa dan usaha yang konsisten dan semangat pantang menyerah dalam meraih cita-cita. Nah lho, itu tadi kan baru bayangan alias khayalan. Jadi saat ini boleh jadi anda atau siapapun yang membaca posting ini adalah masih duduk di bangku sekolah atau kuliah, yang masih mengalami kepailitan di berbagai penjuru. Akan tetapi apa yang kita bicarakan di awal tadi tidaklah terlalu muluk dan utopia. Sebab hal yang demikian itu adalah realistis dan sangat mungkin untuk digapai. Betul ? Nah…

Jika untuk menggapai masa depan yang kita inginkan demikian rumit dan berliku, boleh jadi keinginan kita kemudian terkabul dan kita diperkenankan untuk menikmati segala impian kita itu…… lalu tibalah saat itu !! Apakah gerangan ? Ya, betul, kematian !!! Yang mana sebagian besar manusia beranggapan bahwa kematianlah yang mengakhiri segalanya. Segala sesuatu yang telah kita usahakan seumur hidup dan baru kita nikmati beberapa saat, tiba-tiba harus disudahi karena malaikat pencabut nyawa tak mau kompromi dalam hal ini. Dia tak akan mau menunda barang sedetikpun. Meskipun kita sodorkan chek atau janji untuk kita transfer sekian milyard ke rekeningnya (andai malaikat itu buka rekening di sebuah bank syariah).

Bagi orang muslim kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan, sebab ada langkah-langkah untuk menghadapinya. Tentu saja bukan sebagai aplikasi yang mencegah kematian semacam aplikasi antivirus, akan tetapi bagaimana agar kita tidak merugi dan bernasib buruk ketika saat kematian itu datang. Ah, kedengarannya aneh? Ya, dan inilah sebuah keimanan. Keyakinan akan adanya kehidupan setelah kematian. Bahkan dalam Islam itulah kehidupan yang sesungguhnya. Karena kehidupan itu akan abadi, artinya tak akan ada kematian lagi setelah kehidupan akhirat.

Kehidupan abadi? Alamaaak…. apa maning kiye ? Ya, anda boleh saja mentertawakan perkara ini sebab di sanalah anda nanti juga akan ditertawakan dan dihinakan jika anda masih betah dengan pendirian seperti itu.

Jika anda masih beranggapan bahwa kehidupan ini hanyalah di dunia saja, maka teruskanlah dan puas-puaskanlah gagasan anda itu, Tuhan tidak melarang karena jalan hidup adalah sebuah pilihan. Apalagi dalam Islam tak ada paksaan untuk memeluk agama ini. Akan tetapi jika batin anda diusik oleh sesuatu yang merisaukan tentang masalah ini, maka ingatlah, bahwa sesungguhnya anda masih memiliki fitrah yang baik untuk menerima dan menguatkan kembali tentang keimanan Islam ini.

Islam hadir untuk menyelamatkan manusia dari siksaan api neraka, dengan memberikan opsi jalan hidup yang sesuai dengan kehendak Sang Pencipta. Bahwa sesungguhnya kehidupan yang sebenarnya adalah di akhirat. Jika manusia waspada akan hal ini, maka dia tidak hanya menghabiskan waktunya untuk menumpuk harta dan benda di dunia saja. Akan tetapi memanfaatkan apa yang telah ia usahakannya itu sebagai sarana dan beramal, yang nantinya akan dipertanggungjawabkan ketika “bersua” dengan Sang Pencipta. Ya, kita akan diadili oleh Allah Tuhan Yang Mahaperkasa dan Mahakuasa akan segala tindakan kita di dunia. Dan kita tidak bisa menghindar dari hal itu, sebagaimana kita tidak bisa menghidar dari perkara yang bernama KEMATIAN. Dan kampung akhirat itulah masa depan sesungguhnya jika manusia tidak tertipu…….

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: