Trik Menjadi Penulis Yang Baik

11 Feb

Trik Menjadi Penulis Yang Baik
Cara menjadi Penulis Yang Baik

Menjadi penulis itu bukanlah sesuatu yang sulit. Sebab hal ini adalah termasuk ketrampilan yang bisa dilatih dan diupayakan. Tergantung ada kemauan atau tidak. Di sinilah dibutuhkan sebuah niat dan tekad yang kuat agar ketika menggoreskan pena bisa mencurahkan isi fikiran kita dengan lancar, bagai turunnya hujan yang deras. Hahaha…. ini tidak lebay, tapi fakta.

Langkah pertama adalah kita harus banyak membaca. Ini syarat yang tak bisa ditawar. Sebab hakekatnya manusia itu mirip komputer. Jika banyak diisi dengan file yang mengandung ilmu pengetahuan, maka ketika diminta outputnya tentu akan mengeluarkan apa yang disimpannya. Atau mirip sebuah teko. Jika teko itu kosong maka dituang sampai nungging poll, mustahil akan keluar isinya setetespun sebab tak pernah diisi. Jika dipenuhi dengan air kopi maka akan keluar air kopi, diisi air teh akan keluar air teh, bahkan jika diisi dengan air got maka akan keluar juga air got.

Berdasarkan perumpamaan itu maka selayaknya seorang manusia pembelajar hanya mengimput bacaan-bacaan yang baik dan bermanfaat saja, sebab ketika ia menuangkan idenya dalam bentuk tulisan, dikhawatirkan akan muncul isi aslinya. Bisa direkayasa sih, tapi tentu hal demikian itu akan menjadi lebih rumit lagi karena butuh aplikasi tambahan untuk mengolah bahan yang sudah terlanjur dikandung. Semacam alat penyuling agar air got keluar menjadi air mineral. Nah dalam hal ini aku rasa tidak lebay…

Langkah kedua adalah “paksakan” untuk menulis apa yang terlintas dalam fikiran kita. Apapun, dan jangan terlalu merisaukan dulu kalimat atau alur ceritanya. Pokoknya tulis…tulis…tulis… terus sampai kering ide yang ada di kepala (padahal aku yakin tidak bakal kering). Buang jauh-jauh perasaan dan pertanyaan “kapan aku jadi penulis hebat?”. Pokoknya tulis dulu…tulis lagi…tulis dulu… tambah lagi tulisan….

Setelah kita melakukan goresan-goresan kalimat yang lumayan banyak, tanpa disadari kita akan mampu mengoreksi: “Ah sepertinya kalimat ini kurang begini…..” atau “Wah, alangkah baiknya kalau di bagian ini ditambah kalimat begini…” atau “Seharusnya kalimat ini tidak berbunyi demikian, tetapi begini….” atau… atau… atau…. atau…. pada akhirnya: “Sip, alhamdulillaah. Sepertinya ini sudah oke…” atau anda akan cukup mengangguk-angguk saja seperti burung bangau ketika mengoreksi tulisan yang anda buat itu. Dan hebatnya lagi (boleh jadi) anda akan mengigau membuat tulisan saat anda sedang tidur. Dan di pagi harinya anda menemukan bahwa tangan anda telah menuliskan sebuah cerita yang memukau…. (terus terang kalau ini memang lebay!!)

Nah, selamat mencoba. Jika anda butuh referensi untuk bacaan yang bermutu berkaitan dengan misi anda menulis, silakan klik setiap tautan yang ada di tulisan ini. Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat.

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: