Bebas dari peribadahan kepada selain Allah Ta’ala

24 Feb

Pilar-pilar Keberhasilan Seorang Da’i
Dr. Ali bin Umar bin Ahmad Ba Dahdah;
islamhouse.com

Iman yang kuat dan kokoh yang dengannya seorang mumin menjadi tinggi kedudukannya dimuka bumi dari setiap kekuatan manapun yang ada di muka bumi, dari setiap syahwat yang ada pada kenikmatan-kenikmatan dunia, ia menjadi bebas tidak di kuasai oleh seorang pun kecuali Allah Ta’ala, tidak merasa takut kepada siapa pun kecuali kepada Allah, tidak mau tunduk kecuali kepada Allah, enggan untuk mencari (keridhoan) kecuali keridhoan dari Allah, tidak ada sesuatu y ang di harapkan kecuali yang datangnya dari Allah, tidak bertawakal kecuali kepada Allah, oleh karenanya bagi keimanan memiliki dampak yang sangat besar di dalam dua perkara yang paling urgen yang mengekang atas kehidupan manusia yaitu takut tidak memperoleh rizki dan takut dari kematian.

Adapun yang pertama tidak bisa di pungkiri bahwa betapa banyak orang yang bersemangat untuk (mencari dunia) terlihat menjadi rendah dan hina, betapa banyak kesibukan yang di lakukan manusia kecuali di karenakan kecintaannya mereka kepada harta, betapa banyak manusia yang menjual prinsip dasar agamanya, mereka tega berkhianat kepada umatnya dan mengingkari keadaaanya manakala ia mendapati tidak sesuai dengan apa yang di harapkan oleh hatinya, adapun seorang mu’min maka hakekat keimanannya akan memenuhi ruang hatinya tidak akan terpengaruh dengan suatu apapun dari ini semua itu semua di karenakan yang ada di dalam hatinya adalah firman Allah Ta’ala:

“Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu”. (QS adz-Dzariyaat: 22)

Di karenakan pula karena ia paham dengan pasti di tangan siapa rizki itu berada, seperti yang Allah Ta’ala firmankan:
“Maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya… (QS al-‘Ankabut: 17)

Bahwasannya tidak ada seeorang pun yang ada dimuka bumi ini yang memiliki itu semua, yang ada di muka bumi ini semuanya adalah milik Allah Subahanhu wa ta’ala, Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu… (QS Al-‘Ankabut: 17)

Dan terlepas dari itu semua ia mengetahui hakekat rizki yang ada di dunia, harganya sangatlah sedikit seperti bila mana kita gandengkan dengan firman Allah Ta’ala:
“Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal”. (QS Thaahaa: 131)

Dan firman Allah Ta’ala yang lainnya seperti dalam firmanNya:
“Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezki dari Kami yang tiada habis-habisnya”. (QS Shaad: 54)
Dan juga hadits Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang mana beliau bersabda, “Kalau sekiranya dunia itu memiliki nilai di sisi Allah di banding dengan sayap nyamuk tentu orang kafir tidak akan di beri minum air (sedikitpun)”. Di riwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam kitab zuhud, beliau mengatakan: “Bab yang menjelaskan tentang rendahnya dunia di sisi Allah”. (Hadits no: 2320.)

Dan berangkat dari sini berkata Imam Syafi’i Rahimahullah dalam bait syairnya:
أنا إن عشتُ لست أعدِمُ قوتًا وإذا مِتُّ لست أعدِم قبرًا
همتـي همةُ الملـوك ونفسي نفسُ حرٍّ ترى المذَلَّةَ قهرًا
Jika saya tetap hidup kekuatanku tidak mungkin bisa kekal
Ketika saya mati saya pun tidak akan kekal di dalam kuburku
Cita-citaku adalah cita-citanya para raja
Dan diriku adalah jiwa yang bebas yang jauh dari kebinasaan

Adapun yang kedua maka yang menjadi keyakinannya seorang mukmin bahwa kematian dan kehidupan itu ada di tangan Allah Ta’ala, bahwa tidak akan bisa selamat orang yang menghindar darinya, kalau sekiranya seluruh umat manusia ini bersatu untuk memberi madharat kepadanya dengan suatu hal maka mereka tidak akan sanggup untuk memudhorotinya kecuali dengan sesuatu yang telah Allah Ta’ala takdirkan kepada dirinya, bahwa kematian tidaklah datang dengan meminta izin terlebih dahulu dan orang yang sehat bukanlah pertanda bisa tertutupi oleh kematian namun sebagaimana yang Allah Ta’ala tegaskan dalam firmaNya, bahwa kematian itu akan menjemput siapa saja di manapun ia berada, Allah befirman:
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, Kendatipun kamu di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh..”. (QS an-Nisaa: 78)

Dari sini seorang mukmin akan kelihatan lebih menonjol dari pada yang lainnya, manakala hati merasa gemetar dan air mata bercucuran, meninggi kekhawatiranya di sebabkan ia bersemangat untuk hidup kekal, maka di dapati seorang mukmin seperti patok yang kokoh sebagaimana yang telah di katakana Khabib bin ‘adi beliau mengatakan dalam qosidahnya:
ولستُ أُبالي حين أُقتلُ مُسلِمًا على أي جَنبٍ كان في الله مصرَعِي
Saya tidak peduli ketika aku terbunuh sebagai seorang muslim *** bagaimana aku meninggal dijalan Allah
Teringat perkataannya sahabat Ali bin Abi Tholib semoga Allah meridhoinya:
أي يوميَّ من الموت أفر يـوم لا يقـدر أو يوم قُدر
يوم لا يقدر لا أرهبـه ومن المقدور لا ينجو الحذر

Hari apa yang saya bisa lari kematian *** hari yang tidak ditakdirkan atau yang telah ditakdirkan
Aku tidak takut terhadap hari yang tidak ditakdirkan (kematianku) *** dan kehati-hatian tidak bisa menyelamatkan seseorang dari takdir

Seorang mukmin teringat keadaan yang di alami oleh sahabat Anas bin Nadhar ketika pada suatu hari beliau mencium baunya surga pada peperangan uhud maka ia begitu merindukan untuk bisa segera menjemput kematian, dan juga seorang mukmin mendapati bagaimana dalamnya keimanan yang di miliki oleh Amir bin al-Hamaam ketika menjadi panjang -di karenakan memakan kurma- pada kehidupan ini, seorang mukmin akan berhenti sejenak di atas keimanan yang membahagiakan ketika bertemu dengan seorang yang mati syahid sambil mengatakan: “Demi Rabb pemilik ka’bah sungguh saya telah menang”. Jangan pula di lupakan bagaimana khabarny para tukang sihirnya Fir’aun manakala mereka berbalik menjadi beriman kepada Nabi Musa ‘Alaihi sallam mereka di takut-takuti dengan kematian mereka mengatakan seperti yang Allah Ta’ala kisahkan dalam firmanNya:
“Maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja”. (QS Thaahaa: 72)

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: