Takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala

24 Feb

Pilar-pilar Keberhasilan Seorang Da’i
Dr. Ali bin Umar bin Ahmad Ba Dahdah;
islamhouse.com

Takut kepada Allah Ta’ala adalah merupakan dampat yang teragung dari keimanan dan salah satu sifat seorang mukmin yang paling menonjol. Allah Ta’ala berfirman:
“(yaitu) orang-orang yang takut akan (azab) Tuhan mereka, sedang mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari kiamat”. (QS al-Anbiyaa: 49)

Dalam ayat yang lain Allah Ta’ala berfirman:
“(yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah”. (QS al-Ahzab: 39)

Dan yang menjadi qudwah mereka dalam itu semua adalah Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang mana beliau pernah bersabda: “Sungguh saya adalah orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian dan paling bertakwa kepada (Allah) di antara kalian”. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab Nikah, dan di dalam al-Fath kitab anjuran untuk menikah. (al-Fath 9/104)

Sedangkan al-Khasyah itu lebih khusus lagi maknanya dari khauf, yang mana al- Khasyah (takut) yang di sertai dengan pengetahuan di dalam rasa takutnya. (Tahdzib Madariju Saalikiin hal: 269)

Manakala hati seorang da’i mukmin itu di penuhi oleh rasa Khasyah dan Khauf maka mereka akan sangat berbeda dengan orang-orang yang lalai dan orang-orang yang suka bermain-main. Karena rasa takut kepada Allah Ta’ala akan mencegah pemiliknya antara dirinya dengan keharaman-keharaman Allah. Maka pemahamannya sebagaimana yang telah di katakan oleh Ibrohim bin Sufyan dengan penuh hikmah, beliau mengatakan: “Jika rasa takut (kepada Allah) itu telah menempati ruangan hati (seseorang) maka ia akan membakar semua bagian-bagian yang (tersisa) bagi syahwat dan dunia itu akan memantul (dari) dirinya”. (Ideem hal: 270)

Berkata Fudhail bin Iyadh: “Barangsiapa (yang memiliki) rasa takut kepada Allah Ta’ala maka tidak akan ada yang dapat mencelakainya, dan barangsiapa yang rasa takutnya kepada selain Allah maka tidak akan ada seorang pun yang bisa memberinya manfaat”. (Nuzhatul Fudholaa 2/661)

Dan khasyah ini akan mengantarkan seorang da’i kepada ketaatan, dan tidak ada yang bisa membantu seorang hamba di dalam perkara agamanya semisal rasa takutnya ia kepada Allah Ta’ala. (Ideem 2/513)
Dan seharusnya bagi seorang da’i ia harus memiliki tingkatan yang tinggi dalam masalah keimanan, ia menjadikan rasa takutnya kepada Allah Ta’ala lebih cepat dari pada perasaanya yang menghiasi dirinya di depan seorang penguasa. (Ma’allah hal: 190)

Maka khasyah adalah pondasi dari seseorang itu merasa selalu di awasi oleh Allah Ta’ala yang akan mengangkat derajatnya seorang mukmin menuju derajat ihsan yaitu beribadah kepada Allah seolah-olah melihatNya kalaupun tidak bisa melihatNya maka sesungguhnya Allah melihat dirinya.

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: