Ilmu yang Dituntut

25 Feb

Pilar-pilar Keberhasilan Seorang Da’i
Dr. Ali bin Umar bin Ahmad Ba Dahdah;
islamhouse.com

Bukan suatu yang sifatnya wajib bagi seorang da’i untuk menjadi alim (paham) terlebih dahulu pada semua ilmu-ilmu yang ada, bahkan bukan termasuk syaratnya da’wah sempurnanya ilmu dan kemampuan yang sempurna secara terperinci sedetail-detailnya, da’wah bukanlah kekhususan bagi para ulama saja tanpa orang lain boleh ikut nimbrung di dalamnya, namun bagi setiap orang yang telah mempunyai ilmu tentang hukum-hukum Islam walaupun sedikit maka ia boleh untuk ikut berda’wah, dan setiap orang yang telah paham adanya sebuah kemungkaran dengan di sertai dalil tentang keharamannya maka ia boleh untuk melarangnya, karena jikalau perkaranya tidak demikian maka akan hilanglah da’wah dan matilah pintu al-Amru bil ma’ruf wa nahyu ‘anil munkar (memerintah kepada kebaikan dan melarang dari keburukan).

Dan sebagaimana telah kita jelaskan di muka bahwa da’wah di syaratkan baginya ilmu akan tetapi ilmu bukanlah suatu hal yang berada dalam satu kesatuan yang tidak boleh terpisah dan bercabang, namun menjadi tabiatnya bahwa ilmu itu akan bercabang maka barangsiapa yang mengilmui pada suatu masalah dan tidak paham pada yang lainnya maka dia dikatakan alim (paham) pada yang pertama dan bodoh pada yang kedua, dengan ini maka akan terpenuhi syarat kewajiban berda’wah yaitu kepada suatu yang telah di pahaminya bukan kepada yang tidak di pahaminya, tidak ada perselisihan di antara para ahli fiqih bahwa orang yang bodoh pada suatu perkara atau bodoh pada hukumnya maka janganlah ia berda’wah padanya, di karenakan ilmu dengan sebab benarnya seorang da’i itu mengajak kepadanya menjadi syarat bagi benarnya sebuah da’wah, oleh karena itu bagi setiap muslim kiranya sudi mengajak manusia kepada Allah Ta’ala, berda’wah sesuai dengan batas dan kadar kemampuan yang di milikinya. (Ushul Da’wah hal: 302)

Perbuatan para sahabat telah menunjukan hal tersebut seperti halnya sahabat Thufail bin Amr ad-Dausi dan Abu Dzar al-Ghifari, beliau berdua adalah termasuk dari orang-orang pertama yang masuk Islam, mereka berdua berdiri menyambut kepentingan da’wah dengan apa yang mereka berdua miliki dari ushul tauhid dan sebagian dari apa yang telah di turunkan dari al-Qur’an, maka Allah memberi hidayah dengan sebab keduanya beberapa kelompok manusia, tidaklah sampai Abu Dzar al-Ghifari menuju Madinah untuk menyusul Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam kecuali pada tahun ketujuh hijriyah sedangkan bersama beliau satu kabilah yang telah berhasil beliau Islamkan, demikian pula kabilahnya, kabilah al-Ghifari pun telah beliau Islamkan. Demikian pula kita telah tahu bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Sampaikanlah dariku walau satu ayat”. Di riwayatkan oleh Imam Bukhari dalam kitab para Nabi, bab apa yang telah di sebut tentang Bani Israil. Al-Fath 6/572.
Beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam juga persabda: “Allah akan melihat seseorang yang mendengar perkataanku, memahaminya dan menghafalnya lalu menyampaikan (kepada orang lain), adakalanya orang yang di sampaikan lebih paham dari pada orang yang menyampaikannya”. Di riwayatkan oleh Tirmidzi dalam kitab ilmu, bab yang menjelaskan anjuran untuk menyampaikan apa telah ia dengar no: 2658.

Bersama dengan penjelasan ini kecuali bahwasannya masih dapat kita jumpai adanya da’i yang sangat menonjol dalam perkara nasehat, bimbingan, dan pendidikan maka ia di tuntut sesuai dengan kemampuan ilmu syar’i dan ilmu pengetahuanya yang di milikinya tersebut bisa membantu dirinya dalam urusan da’wah serta kepentingan da’wah, dan kalau boleh kita ringkas maka ilmu yang penting tersebut ada pada dua sisi.

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: