Keutamaan ilmu dan buah hasilnya

25 Feb

Pilar-pilar Keberhasilan Seorang Da’i
Dr. Ali bin Umar bin Ahmad Ba Dahdah;
islamhouse.com

Harus bagi seorang da’i untuk yakin bahwa ilmu adalah kemulian bagi orang yang ingin meraihnya, keutamaan yang sedang di cari oleh seorang penuntut ilmu, dan yang akan memberi kecukupan bagi orang yang sedang mengkaisnya. (Adabu ad- Dunya wa ad- Diin hal: 40)

Maka permulaan dari mengambil ilmu hendaknya di mulai dengan cara dan metode yang benar di karenakan ilmu itu di dahulukan dari perkataan dan perbuatan sebagaimana yang tertera dalam firman Allah Ta’ala:
“Maka ketahuilah, bahwa Sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, Tuhan yang hak untuk di sembah) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan”. QS Muhammad: 19.
Dengan ilmu akan mengantarkan seorang da’i pada kedudukan yang tinggi di dalam mizan Rabbani, seperti yang ada dalam firmanNya:
“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. (QS al-Mujaadilah: 11)

Oleh karenanya bersegera pergi untuk menuntut ilmu termasuk bentuk pelaksanaan yang paling sempurna dari apa yang di inginkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala, yang memperkuat hal itu adalah firman Allah Ta’ala:
“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”. QS at-Taubah: 122.

Di dalam ayat di atas Allah Ta’ala membagi umat ini menjadi dua golongan, mewajibkan salah satunya untuk berjihad di jalanNya dan memperdalam pengetahuan mereka tentang agama bagi kelompok yang lain, supaya nantinya semua tidak terputus dari yang namanya jihad fi sabilillah dan tidak hilang jihad tersebut dari syari’at, tidak adanya para penuntut ilmu yang mau mengabdikan dirinya kepada ilmu maka akan menjadikan orang-orang kafir menguasai umat ini, oleh karena itu pelihara dan lindungi kemulian Islam dengan jihad fi sabilillah dan jagalah syari’at iman dengan pembelajaran umat.

Dan Allah Ta’ala telah memerintahkan kepada mereka untuk bertanya dan mengembalikan persoalan-persoalan yang baru terjadi, Allah Ta’ala berfirman:
“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui”. (QS an-Nahl: 43)

Dalam firmanNya yang lain Allah mengatakan:
“Dan kalau sekiranya mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil Amri)…”. (QS an-Nisaa’: 83)

Dan jika seorang da’i telah menempuh jalannya ilmu maka dia akan memperoleh kebaikan Rabbaniyah (surga.pent) sebagaimana yang di jelaskan dalam hadits yang shahih dari Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Barangsiapa yang menempuh jalan yang di dalamnya ingin mencari ilmu maka Allah Ta’ala akan memudahkan bagi dirinya jalan dari jalan-jalan menuju surga”. Di riwayatkan oleh Abu Dawud kitab ilmu bab yang menjelaskan anjuran untuk mau menuntut ilmu no: 3641.

Maka jika seorang da’i telah mempunyai ilmu yang cukup banyak dan termasuk bagian orang yang telah menempuh jalannya para penuntut ilmu maka sesungguhnya akan menjadikan dirinya pada lingkungan masyarakatnya bagaikan pelita yang akan memberi petunjuk sebagaimana hal ini pernah di katakan oleh Imam Ibnu Qoyim berkaitan dengan kedudukannya para ulama, beliau mengatakan: “Sesungguhnya mereka (para ulama) di dunia kedudukan menjadi seperti bintang di langit, karena dengan mereka (orang) akan mendapat petunjuk di tengah-tengah kegelapan, kebutuhan manusia kepada mereka sangatlah besar di bandingkan kebutuhannya mereka terhadap makanan dan minuman, dan ketaatan kepada mereka menjadi lebih utama di bandingkan ketaatannya mereka terhadap bapak dan ibu mereka”. (I’lam Muwaqi’in 1/9)

Ketika seorang da’i sudah bergerak menyebarkan ilmunya, berada di tengah-tengah manusia untuk mengajak perbaikan diri, memperingatkan mereka dari kelalaian dan kerusakan maka sesungguhnya ia sedang meraih kemulian sifat sebagaimana yang telah di sebutkan oleh Imam Ahmad, yang mana beliau mengatakan: “Segala puji hanya milik Allah yang telah menjadikan pada setiap zaman di utusnya para Rasul dan tetap adanya para ulama yang mengajak manusia yang tersesat untuk kembali kepada kebenaran, yang tetap sabar atas gangguan mereka. Mereka telah menghidupkan (hati-hati) yang telah mati dengan kitab Allah, memberi cahaya kepada orang yang telah buta dari (kebenaran) dengan cahaya Allah, betapa banyak orang yang telah terbunuh oleh anak panahnya iblis berhasil mereka hidupkan kembali, dan betapa banyak orang yang telah tersesat sanggup memperoleh petunjuknya kembali, betapa indahnya hasil perbuatan mereka terhadap manusia namun betapa buruknya perilaku balasan manusia kepada mereka”. (I’lam Muwaqi’in 1/9)

Dan para ulama dan para da’i sungguh sejarah telah mencatat nama harum mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang di jadikan rujukan bagi orang yang sedang kebingungan, yang sedang berdiri (sehingga) turut di belakangnya, orang yang tadinya menolak pun dengan rela mau menerima (kebenaran), sebagai penyempurna bagi kekurangan yang ada, orang yang sedang tersesat pun bisa kembali lagi, dan mereka juga bisa mengembalikan kekuatan setelah (sebelumnya) dalam kelemahan. (Madaariju Saalikin 3/304)

Bagi para ulama dalam hal menjelaskan tentang kemuliaan dan keutamaan ilmu banyak perkataan-perkataan mereka yang sangat indah, diantaranya apa yang di katakan al-Khathib al-Baghdadi dalam bukunya yang berjudul al-Faqiih wal Mutafaqih (2/71) beliau mengatakan: “Sungguh Allah Ta’ala telah menjadikan ilmu sebagai sarana bagi para waliNya, dan pegangan bagi orang yang telah memilihnya dari para pengagumnya”.

Berkata Muhammad bin al-Qosim bin Khalaad: “Telah di katakan bahwa akal itu menunjukan kepada kebaikan,sedangkan ilmu adalah cahaya bagi akal, dia adalah pembuka hati dari pintu kebodohan, ilmu adalah sarana yang bisa menyakinkan teman duduknya, suatu hal yang sangat membahagiakan bagi para perindunya, sebaik-baik teman dan karib, tali (pegangan) yang paling suci, perdagangan paling menguntungkan, jerih payah yang paling baik, tempat untuk bernaung yang paling indah, sebaik-baik peliharaan yang ada di dunia yang dengannya akan menjadi cerah jalan menuju akhirat, tercegah dirinya dari melakukan perbuatan dosa, hati menjadi tenang, dan akan bertambah kemulian orang yang telah mulia, dan semakin tinggi kedudukannya, lupa pada ketakutan, merasa aman tatkala dalam kesusahan, akan menunjukan kepada ketaatan kepada Allah serta mencegahnya dari perbuatan maksiat, pemimpin menuju keridhoanNya, dan sarana untuk menggapai rahmatNya”. (al-Faqiih wal Mutafaqih 2/71)

Dan telah mengatakan Abu Hilal al-Askari dalam bukunya al-Hats ‘Ala Tholibil ilmi (hal: 43) beliau mengatakan: “Dan jika engkau – wahai saudaraku yang mulia- menginginkan kedudukan yang tinggi, sampai pada popularitasnya, tinggi kedudukannya di mata manusia, menyandang kemulian yang tidak runtuh di telan zaman, tidak terlupakan oleh lamanya zaman, mempunyai wibawa walau dirinya tidak memiliki kekuasaan, kaya tanpa harta, menang tanpa harus menggunakan senjata, tinggi dan luhur tanpa adanya sanak kerabat, akan menjadi dermawan tanpa pamrih, pasukan tanpa adanya barak, maka wajib atas kamu dari itu semua dengan ilmu, carilah ilmu di tempat-tempat yang engkau sangka akan memberi manfaat pada ilmumu dan engkau anggap layak untuk engkau jadikan sandaran dalam ilmumu”.

Ibnu Ishak bin Abi Farwah pernah mengatakan: “Manusia yang paling dekat dengan tingkatan kenabian adalah para ulama dan mujahid adapun para ulama maka mereka yang menunjuki manusia kepada apa yang dengannya para Rasul datang, adapun para mujahid maka mereka berjihad untuk memperjuangkan apa yang di bawa oleh para Rasul”. (al-Faqiih wal Mutafaqih 1/35)

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: