Mempunyai ilmu yang cukup

25 Feb

Pilar-pilar Keberhasilan Seorang Da’i
Dr. Ali bin Umar bin Ahmad Ba Dahdah;
islamhouse.com

Dan pondasi ini sudah menjadi keharusan bagi diri seorang da’i yang tidak bisa di tawar-tawar lagi sehingga manusia akan mendapati adanya seorang da’i yang mampu menjawab dari pertanyaan-pertanyaanya, mampu menghilangkan persoalan-persoalan yang ada di tambah lagi dari itu persiapan yang matang untuk mengajari manusia hukum-hukum Islam, dan bisa melihat tentang kenyataan yang ada, dengan ilmu juga akan menjadikan seorang da’i mampu untuk menyakinkan orang serta menghilangkan keraguan dan kerancuan yang ada, akan menjadikan dirinya dalam perangai yang indah, dan selalu jenius di dalam menelurkan ide dalam nasehat dan bimbingan.

Dan manakala da’wah yaitu mengajak manusia kepada Allah Ta’ala itu memiliki kedudukan yang mulia bagi seorang hamba, bahkan da’wah adalah amalan yang utama, maka da’wah tersebut tidak mungkin akan tercapai kecuali dengan ilmu yang dengannya ia akan menyeru dan kepada ilmu itulah dia akan mengajak manusia, dan suatu keharusan bagi kesempurnaan da’wah sampainya ia kepada ilmu yang akan ia da’wahkan. (Miftah Daar Sa’adah 1/154)

Terjunnya seorang da’i di petualangan dan medan da’wah sedangkan ia tidak memiliki ilmunya akan mengantarkan dan mengakibatkan pada dampak yang buruk di karenakan seorang pelaku (da’wah) tanpa di sertai ilmu maka dia seperti orang yang sedang berjalan bukan pada jalannya, dan seorang pelaku (da’wah) bukan pada ilmunya maka kerusakannya lebih banyak dari pada memperbaiki. (Ibid 1/130)

Dan tidak mungkin amalan perbuatannya itu memperbaiki jika dirinya tidak memiliki ilmu dan fiqihnya, sebagaimana yang di katakan oleh Umar bin Abdul Aziz, beliau mengatakan: “Barangsiapa menyembah Allah Ta’ala tanpa di sertai ilmu maka kerusakan yang di hasilkan lebih banyak dari pada kebaikannya”. Hal ini juga seperti apa yang ada dalam sebuah hadits sebagaimana yang di riwayatkan oleh sahabat Mu’adz bin Jabal semoga Allah meridhoinya: “Ilmu adalah imamnya (pemimpinnya.pent) amal perbuatan sedangkan amal mengikutinya”. Dan ini jelas sekali jika dia ingin beramal, maka sebuah amalan tanpa di sertai dengan ilmu maka ia merupakan kebodohan, kesesatan, dan tergolong sebagai pengekor hawa nafsu. ( Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah 28/135-136)

Dan sudah menjadi suatu hal yang biasa kalau kiranya tujuan seorang da’i itu akan menjadi suatu yang sangat berbahaya di karenakan manusia sedang memperhatikannya, dan mereka siap untuk mengambil contoh yang ada pada dirinya sehingga menjadikan perkara ilmu sangatlah penting bagi seorang da’i yang mengajak kepada Allah di karenakan ilmu yang akan menegakkan agama, dan menisbahkan kepada Rabb semesta alam. Maka hendaknya wajib bagi seorang da’i berada di atas petunjuk dan ilmu dari yang sedang ia seru kepadanya, demikian pula apa yang ia katakan, lakukan dan ia tinggalkan selalu berada di rel syari’at. Dan jika hilang ilmu yang seharusnya dia miliki serta tidak paham apa yang di inginkan maka dia sedang bertindak secara serampangan dan terjatuh pada perbuatan yang pandir, di karenakan berbicara tentang Allah dan RasulNya tanpa di sertai dengan ilmu maka menjadikan madharatnya lebih banyak dari pada manfaatnya, menjadikan kerusakannya lebih banyak dari pada memperbaikinya, bahkan bisa jadi ia memerintah kepada kemungkaran dan mencegah dari perbuatan ma’ruf (baik) di sebabkan kebodohannya dengan sesuatu yang telah Allah Ta’ala syari’atkan dan wajibkan, dan dengan sesuatu yang telah Allah larang dan haramkan. (Ushul Da’wah hal: 135)

Dan termasuk perkara-perkara yang banyak membuat fitnah di kalangan orang-orang awam adalah adanya perbuatan yang keliru yang datang dari sebagian orang-orang yang bodoh di kalangan ahli ibadah, di karenakan manusia menyangka dengan persangkaan yang baik kepada mereka, karena ibadahnya dan kebaikannya sehingga menjadikan mereka mengikutinya itu semua di sebabkan kebodohan yang ada. (Miftah daar Sa’adah 2/12)

Dan mereka rela mencontoh ahli ibadah tersebut hanya di karenakan dampak dari perilakunya tersebut, maka bagaimana dengan seorang da’i yang mana ia memberi arahan dengan perilaku dan perkataannya maka sesungguhnya akibat yang akan di peroleh lebih banyak dan lebih besar.

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: