Menuntut Ilmu pengetahuan umum tentang Islam

25 Feb

Pilar-pilar Keberhasilan Seorang Da’i
Dr. Ali bin Umar bin Ahmad Ba Dahdah;
islamhouse.com

Tambahan setelah seorang da’i memperoleh ilmu-ilmu syar’i serta alat-alatnya maka sesungguhnya seorang da’i masih memerlukan pada ilmu pengetahuan umum tentang Islam secara umum walau pun sedikit, demikian pula pengetahuan modern, dan tidak di ragukan bahwa pergerakan da’wah adalah pergerakan yang sangat luas, cara menyebarkannya pun banyak, dan hubungan yang berkaitan pun banyak, dan da’wah tidak di ragukan bisa di kerjakan oleh berbagai macam orang dengan berbagai macam cara yang sangat banyak, yang pada setiap individunya memiliki kelebihan dan pengetahuan dan wawasan yang luas, maka selayaknya bagi seorang da’i untuk mengenyangkan dirinya dengan pengetahuan-pengetahuan ini dan menghimpun sedikit darinya sehingga ia bisa ikut serta berbaur dengan orang yang di ajak bicara sesuai dengan kadar ilmu pengetahuannya, yang ini seperti sarana untuk bisa masuk kepada inti sebuah da’wah. ( ad-Da’wah Qawaid wa Ushul hal: 71).

Maka harus adanya kesadaran pada kekurangan yang ada dalam masalah pengetahuan pada kebanyakan para da’i, karena di sana ada yang tidak mampu mengetahui akan adanya kehidupan yang lebih modern dan kenyataan hidup modern, bahkan di sana ada yang tidak saling mengenal dengan yang lainya, hingga sampai pada tingkat meneror dan meremehkan mereka, sedangkan mereka mengenal kita dengan detail sekali sampai-sampai kita terlihat oleh mereka ibaratnya sudah terlihat tulang sumsumnya, bahkan di sana juga ada yang tidak tahu dengan keadaan dirinya sendiri, ketika sedang berada pada suatu masa, dirinya tidak memahami apakah sedang berada dalam hakikat kekuatan atau tudak, tidak pula paham akan kelemahannya, dan kebanyakan yang kita perbesar adalah pada masalah yang mudah, tidak memudahkan pada suatu perkara yang besar, sama saja apakah itu pada kemampuan yang kita miliki atau pada kekurangan-kekurangan y6ang ada pada kita. (Ulawiyaat al-Harakah Islamiyyah hal: 21)
Oleh karena itu wajib bagi kita memperhatikan sisi ini serta memberikan haknya sesuai kadarnya, dan di sini saya akan memberi sedikit gambaran dalam perkara yang penting yang ada pada sisi ini, diantaranya:

 Ilmu pengetahuan Umum
Dan yang saya maksud dengan pengetahuan umum di sini adalah pengetahuan yang berkaitan dengan keindahan Islam yang nampak menonjol, dengan mengetahui maksud-maksud baik dari tujuan adanya syari’at, dan melemahkan serta membantah syubhat-syubhat serta persangkaan buruk dari musuh-musuh Islam, menampakan kesempurnaan hukum-hukum Islam baik dalam hubungan hidup antar sesama maupun dalam ekonomi dan yang lainnya, dan menjelaskan bahwa Islam sangat memperhatikan seluruh kebaikan yang ada dan menutup semua pintu-pintu keburukan, Islam juga cocok pada setiap zaman dan tempat. Dan semisal dari pengetahuan-pengetahuan ini.

Penguasaan pengetahuan ini bisa diperoleh ketika sedang mempelajari ilmu syar’i apa lagi jika seorang da’i itu lebih luas dan lama lagi di dalam menuntut ilmu, bersamaan dengan ini di sana juga ada buku-buku yang telah mengumpulkan tentang tujuan-tujuan ini dalam sebuah buku dan itu bisa banyak kita jumpai seperti buku “Nahwa Tsaqofah Islamiyyah Ashilah” oleh Umar al-Asyqar, atau “al-Khasaais al-‘Amah lil Islam” oleh Yusuf Qardhowi, atau “Madkhal ilaa Tsaqofah Islamiyyah” oleh Muhammad Rasyaad Saalim, dan yang lainnya.

 Pengetahuan Modern
Yang saya maksud dalam masalah ini adalah pengetahuan yang ada pada jumlah tertentu dan ada pada beberapa sisi, di antaranya:

a. Madzhab pemikiran modern, seperti: Komunis, kapitalis, kebangsaan, kebudayaan, dan lain sebagainya. Dan buku-buku yang menjelaskan ini sangat banyak, dan yang termasuk paling luas pembahasannya adalah buku “al-Madzahib Fikriyyah al-Mu’shiroh” oleh Muhammad Qutub, dan di antara buku yang paling komplit dan ringkas dalam masalah ini adalah buku “al-Mausu’ah al-Muyasaroh fii Adyaan wal Madzahib al-Mu’ashiroh” terbitan Nadwah al-‘Alamiyyah lii Syabab Islami.
b. Perkembangan serta kenyataan yang ada pada zaman modern ini, dari sisi adanya musuh-musuh Islam yang tidak henti-hentinya mempelajari apa yang di namakan dengan perang pemikiran, gerakan ilmiah yang yang di canangkan oleh yahudi, cara dan metode serta target-target yang telah mereka program, tidak ketinggalan pula gerakan misionaris dengan yayasan-yayasan yang mereka miliki. Dan di sana ada buku-buku yang sangat bermanfaat dalam masalah ini, seperti “al-Ghooroh ‘alaa ‘Alamil Islam” oleh Prof.L, Syatlih, dan telah di terjemahkan Yang di maksud penulis adalah telah di terjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh Muhibudiin al-Khathib dan Musa’ad al-Yaafi, dan buku “Afiiquu Ayuhal Muslimun” oleh Abdul Wadud Syalbi, dan buku “Protokolat Hukama Shuyuni” di terjemahkan oleh Khalifah Tunisi, dan buku “Asaalibul Ghazwu Fikri” oleh D. Ali Jarisyah dan Muhammad Syarif Alu Zibqo. Demikian pula mengetahui keadaan kaum muslimin dewasa ini, dengan mengetahui keadaaan mereka, mengikuti berita dan keadaan yang ada pada minoritas mereka, dan ini bisa banyak kita jumpai, seperti dalam buku “Hadirul ‘Alamil Islami” oleh D. Ali Jarisyah,, dan buku “al-Aqaliyaat wa Ahwaal Bilaadil Islam”. Maka jika seorang da’i telah memiliki banyak pengetahuan dalam masalah ini maka hal itu bisa membantu dirinya dalam da’wah dan pintu menuju sukses.

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: