Penghibur Hati yang Sedih dan Galau

26 Feb

Penghibur Hati yang Sedih dan Galau
Opini, Dakwah

Pernahkah hati anda merasakan suatu kekosongan dan kegalauan yang sangat meresahkan ? Merasakan ada sesuatu yang hilang dalam diri ini, lalu bertanya-tanya dan mencari-cari apakah gerangan yang hilang itu. Nah, ini bukan cuma omongan yang tanpa kenyataan. Akan tetapi setiap manusia tidak bisa mengelak bahwa ada saat-saat dirinya merasakan “kehilangan” sehingga hatinya kosong, lalu berusah mencarinya. Lucu kedengarannya, akan tetapi itulah kita.

Sesungguhnya Allah menciptakan manusia ini bisa kita analogikan dengan sebuah pabrik yang memproduksi sebuah produk, misalnya kulkas. Lalu mereka membuat buku panduan bagaimana cara mengoperasikan dan merawat barang tersebut. Tentu saja akan terdengar lucu apabila orang yang memiliki barang tersebut lalu menggunakan buku panduan yang diterbitkan oleh perusahaan merek lain. Atau bahkan dia sendiri berinisiatif untuk membuat prosedur sendiri terkait penggunaan dan pemeliharaannya. Kira-kira apakah yang akan terjadi?

Manusia diciptakan dengan komponen lahir dan batin, yakni fisik dan jiwanya. Kedua bagian itu haruslah mendapatkan hak-haknya sehingga akan tumbuh dan melalui perjalanan hidup ini dengan baik. Jiwa pun demikian. Apabila dia merasa haus, kurang mendapat haknya untuk dipenuhi, maka akan merasakan risau, gelisah, sedih dan lain-lain perasaan yang tidak enak. Jauh dari rasa tenteram dan damai, meski hartanya bertumpuk tak habis dimakan tujuh turunan.

Maka, mengenal visi dan misi diciptakannya manusia, maka akan membuat hati ini menjadi tenang, karena tahu dari mana ia berasal, harus bagaimana, dan akan kemanakah gerangan jiwa ini berlabuh…..

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: