Hak Seorang Muslim untuk Dipanggil dengan Nama yang Paling Disukai

9 Mar

Hak Seorang Muslim untuk Dipanggil dengan Nama yang Paling Disukai
Ukhuwah Islamiyah; Merajut Benang Ukhuwah Islamiyyah;
DR. Abdul Halim Mahmud

Secara umum, ucapan yang baik diperintahkan kepada seorang muslim dalam berhubungan dengan saudaranya. Allah swt. berfirman kepada Rasulullah saw. yang artinya, “Berendah hatilah kamu terhadap orang-orang yang beriman.” (al-Hijr: 88)

“Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (Ali ‘Imraan: 159)

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah ra. ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “….dan perkataan yang baik adalah sedekah.”

Bukhari meriwayatkan dengan sanadnya dari Adiy bin Hatim ra. ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Jagalah diri kalian dari neraka walaupun hanya dengan separuh buah kurma. Jika kalian tidak punya, cukuplah dengan kata-kata yang baik.”

Suatu perkataan menjadi baik apabila diridlai oleh Allah swt., jauh dari hal-hal yang jorok, kotor, dan tidak mengandung hal-hal yang menyakiti seseorang, walaupun sekedar melukai perasaan atau menjadikannya malu, yang biasanya seseorang merasa terhina karenanya. Tidak diragukan lagi bahwa sebagian orang akan merasa tersinggung apabila dipanggil dengan nama yang bukan nama kesukaannya.

Kita kaum Muslimin diperintahkan untuk memanggil saudara kita dengan nama yang paling disukainya, baik ketika berada di hadapannya maupun jauh dari darinya, demi menyenangkan hatinya. Hal ini merupakan tuntunan yang diperintahkan, selama hal ini tidak bertentangan dengan salah satu dari etika Islam.

Dikisahkan bahwa Umar ra. berkata, “Ada dua hal yang bisa menjernihkan cintamu kepada saudara-saudaramu: hendaklah engkau mengucapkan salam kepadanya terlebih dahulu ketika berjumpa, dan panggillah ia dengan nama yang paling disukainya.”

Sungguh, memanggil dengan nama panggilan yang paling disukai dapat memperkokoh ukhuwah. Selain itu, menambah keyakinan bahwa orang yang memanggilnya dengan nama yang paling disukai itu menyukainya, dan suka jika dirinya mendengar sesuatu yang disukainya. Sekaligus juga memberitahukan kepadanya bahwa hal itulah yang disukai ketika memanggil saudara-saudara sesama muslim di manapun. Dengan demikian, masyarakat akan terwarnai dengan warna cinta dan kasih sayang yang akan mempertautkan hati.

Hak ini, yang harus ditunaikan oleh seseorang atau saudaranya seiman, mencerminkan nilai Islam yang agung, yang dapat membangun hubungan yang baik antar sesama muslim. Dengan itu dapat pula diketahui seberapa besar nilai-nilai agama ini dapat menyebarkan cinta kasih antara sesama. Semua itu juga menunjukkan bahwa Islam adalah agama kehidupan dan agama kasih sayang, agama ukhuwah sekaligus agama masa depan yang cemerlang.

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: