Hak Seorang Muslim untuk Tidak Didebat

9 Mar

Hak Seorang Muslim untuk Tidak Didebat
Ukhuwah Islamiyah; Merajut Benang Ukhuwah Islamiyyah;
DR. Abdul Halim Mahmud

Debat atau jidal adalah menyanggah kata-kata lawan bicara dalam rangka mengalahkannya. Nabi saw. memerintahkan kepada kita untuk tidak berdebat, walaupun kita berada di atas kebenaran, apalagi kalau dalam kebathilan tentu hal ini diharamkan.

Abu Dawud meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Umamah ra. ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Aku menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan sekalipun ia benar, satu rumah di tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bergurau, dan satu rumah di tempat tertinggi bagi siapa saja yang berakhlak mulia.”

Ibnu Majah meriwayatkan dengan sanadnya dari Anas bin Malik ra. ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa meninggalkan perdebatan padahal ia benar, Allah akan membangunkan baginya istana di dasar surga, dan barangsiapa berakhlak mulia, Allah akan membangunkannya di puncak surga.”

Ad-Darimi meriwayatkan dengan sanadnya dari Yahya bin Abi Katsir, ia berkata bahwa Sulaiman bin Dawud as. berkata, “Tinggalkanlah perdebatan, karena manfaatnya sedikit dan menimbulkan permusuhan sesama saudara.”

Ad-Darimi meriwayatkan dengan sanadnya dari Muhammad bin Wasi’ ia berkata bahwa Muslim bin Yasar pernah berkata, “Tinggalkanlah perdebatan, karena itu merupakan tindak kebodohan bagi seorang yang alim, dan dengannya setan-setan mencari kesalahan.”

Ibnu Abbas ra. berkata, “Janganlah engkau mendebat orang yang kurang akal agar ia tidak menyakitimu, dan janganlah engkau mendebat orang yang penyantun agar ia tidak membencimu.”

Ketika memperhatikan hak saudara untuk tidak didebat, akan jelaslah bagi kita bahwa berdebat adalah sebab paling besar bagi berkobarnya api kedengkian di antara sesama saudara, sebab perdebatan bisa mengakibatkan timbulnya perasaan saling menjauh. Perasaan ini bermula dari pikiran, kemudian perkataan, lalu anggota badan.

Dalam sebuah riwayat hadits disebutkan: “..Janganlah kalian saling membelakangi, saling membenci, saling mendengki, dan saling memutus hubungan. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang berukhuwah.”

Dalam riwayat lain disebutkan: “Cukuplah seseorang dianggap buruk apabila menghina saudaranya sesama muslim.”

Penghinaan yang paling keras adalah mendebat. Penjelasannya adalah sebagai berikut. Orang yang mendebat saudaranya berart ia telah membantah perkataannya, serta menisbatkannya kepada kebodohan, ketololan, kealpaan, dan kelupaan. Itu semua termasuk dalam kategori penghinaan. Menghina adalah perbuatan buruk dan terlarang berdasarkan hadits di atas, juga lainnya. Lebih-lebih hal itu bisa membangkitkan emosi.

Dailami meriwayatkan dalam al-Firdaus dengan sanadnya dari Abu Umamah al-Bahili ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw. suatu saat keluar menemui kami, sedang kami dalam keadaan salib berdebat. Beliau marah dan bersabda, “Tinggalkanlah perdebatan karena sedikit kebaikannya. Tinggalkanlah perdebatan karena manfaatnya sedikit dan bisa menimbulkan permusuhan sesama saudara.”

Tirmidzi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Abbas ra. dari Rasulullah saw. beliau bersabda, “Janganlah engkau mendebat saudaramu, jangan mempermalukannya, jangan pula memberi janji kepadanya lalu mengingkarinya.”

Perdebatan bisa menodai akhlak mulia pelakunya, padahal akhlak merupakan tuntunan pokok dalam Islam dan dianjurkan dan dianjurkan dalam banyak hadits Nabi.

Abu Dawud meriwayatkan dengan sanadnya dari Aisyah ra. ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Seorang muslim bisa memperoleh derajat orang ahli puasa dan shalat malam dengan akhlak mulia.”

Ia juga meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Darda ra. dari Nabi saw. beliau bersabda, “Tiada sesuatu yang lebih berat timbangannya dibanding akhlak yang mulia.”

Hakim meriwayatkan dalam Mustadrak-nya dengan sanadnya dari Abu Hurairah ra. ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Kalian tidak mungkin membagi harta kalian kepada semua orang, tetapi wajahmu yang berseri dan akhlakmu yang mulia hendaklah dirasakan oleh mereka.”

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: