Menahan Diri, Salah Satu Etika Menasehati

9 Mar

Menahan Diri, Salah Satu Etika Menasehati
Ukhuwah Islamiyah; Merajut Benang Ukhuwah Islamiyyah;
DR. Abdul Halim Mahmud

Salah satu etika nasehat adalah, hendaknya penasehat menahan diri dari sikap yang mengharuskannya memberi nasehat untuk beberapa waktu. Diperbolehkannya menahan diri ini harus dengan syarat bahwa sikap ini benar-benar memberikan kemaslahatan agama dan keselamatan bagi pelakunya, dengan harapan kondisinya akan semakin membaik. Apabila ia kemudian menjadi baik, maka sikap menahan diri adalah sesuatu yang diperintahkan. Sikap ini justru bagian dari usaha mengukuhkan bangunan ukhuwah dalam Islam.

Membiarkan perilaku seseorang [padahal perilaku itu sudah harusnya mendapat nasehat] bisa merupakan tindakan menutup aib sesama. Ini hukumnya wajib sebagaimana yang telah dibahas.

Seorang muslim jika melihat saudaranya melakukan hal negatif hendaknya menahan diri hingga ia melihat bahwa perilakunya tidak mungkin lagi didiamkan, seperti jika ia terus menerus berbuat dosa atau kesalahan. Itupun tetap dengan syarat bahwa nasehat diberikan secara empat mata.

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: