Mengunjungi Saudara Seiman, Memberi Hadiah, Tidak Membeli Barang yang Sudah Dibelinya, dan Tidak Mendiamkan Lebih dari Tiga Hari

9 Mar

Mengunjungi Saudara Seiman, Memberi Hadiah, Tidak Membeli Barang yang Sudah Dibelinya, dan Tidak Mendiamkan Lebih dari Tiga Hari
Ukhuwah Islamiyah; Merajut Benang Ukhuwah Islamiyyah;
DR. Abdul Halim Mahmud

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Nabi saw. bersabda, “Ada seorang lelaki mengunjungi saudaranya di suatu desa. Maka Allah mengutus seorang malaikat untuk menemuinya. Ketika sampai, utusan itu berkata, ‘Hendak kemanakah engkau?’ ‘Aku hendak menemui saudaraku yang berada di desa ini,’ jawab lelaki itu. ‘Apakah engkau menginginkan suatu nikmat tertentu yang hendak engkau dapatkan darinya?’ ‘Tidak, aku hanya mencintainya karena Allah.’ Jawab lelaki itu. ‘Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, untuk menyampaikan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena-Nya.’”

Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah ra. ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Ada seseorang mengunjungi saudaranya karena Allah. Maka Allah mengutus seorang malaikat untuk mengikutinya. Malaikat itu berkata, ‘Hendak kemanakah engkau?’ ‘Aku hendak mengunjungi saudaraku, si Fulan,’ jawab orang itu. ‘Apakah engkau mempunyai hubungan kekerabatan dengannya?’ tanya malaikat. ‘Tidak,’ jawabnya. ‘Apakah karena ada suatu kenikmatan yang engkau harap darinya?’ tanya malaikat. ‘Aku mencintainya karena Allah.’ Malaikatpun berkata, ‘Sesungguhnya Allah mengutusku kepadamu untuk memberitahukan bahwa Dia mencintaimu karena cintamu kepada-Nya. Dan Allah telah memastikan surga untukmu.’”

Ibnu ‘Adiy meriwayatkan dengan sanadnya dari Anas ra. ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah seseorang mengunjungi orang lain karena Allah, kecuali ada seorang penyeru yang berkata, ‘Berbahagialah engkau, berbahagialah perjalananmu, dan berbahagialah engkau dengan surga yang menyambutmu.’”

Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah ra.. ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa menjenguk orang yang sakit atau mengunjungi saudaranya seiman karena Allah, ada [malaikat] yang memanggilnya, ‘Bagus engkau, bagus pula perjalananmu. Semoga engkau menempati rumah di dalam surga.’”

Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah ra.. ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Apabila seorang muslim berkunjung kepada saudaranya seiman, hakikatnya ia berada di kebun surga, sampai ia kembali.”
Ada yang bertanya, “Apakah kebun surga itu?” Beliau menjawab, “Memetiknya.”

Maksudnya, barangsiapa mengunjungi saudaranya yang sakit, seolah-olah ia berada di dalam kebun surga, memetik buah-buahannya.

Di antara perbuatan baik seorang muslim kepada saudaranya adalah memberinya hadiah. Imam Malik meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah al-Khurasani ra. ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Hendaklah kalian berjabat tangan niscaya hilang rasa dengki, hendaklah kalian saling memberi hadiah niscaya kalian saling mencintai dan hilanglah rasa benci.”

Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah ra. Nabi saw. bersabda, “Hendaklah kalian saling memberi hadiah, karena sesungguhnya hadiah itu menghilangkan kemarahan di dada. Janganlah seorang yang bertetangga mencela hadiah dari tetangganya, walaupun hanya berupa kuku kambing.”

At-Tirmidzi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Umar ra. Nabi saw. bersabda, “Janganlah salah seorang dari kalian menjual barang yang sudah dibeli orang lain, dan janganlah kalian melamar perempuan yang sudah dilamar oleh orang lain.”

At-Tirmidzi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah ra. ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah seseorang menjual barang yang sudah dibeli oleh saudaranya, dan janganlah seseorang melamar perempuan yang sedang dalam lamaran saudaranya.”

Imam Muslim meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Ayyub al-Anshari ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah dihalalkan bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya melebihi tiga malam. Keduanya saling bertemu namun satu sama lain saling berpaling. Orang yang paling baik di antara keduanya adalah yang memulai dengan salam.”

At-Tirmidzi meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas ra., ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Cukuplah engkau berdosa selama masih saling bermusuhan.”

Imam Malik meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Pada hari Senin dan Kamis pintu-pintu surga dibuka. Setiap hamba yang muslim dan tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun akan diampuni, kecuali seseorang yang menyimpan dendam kepada saudaranya. Tentang mereka dikatakan, ‘Tunggulah keduanya sampai mereka berbaikan [tiga kali].’”

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: