Awal Mula Penelitian Hadits

25 Mei

Fakta Sejarah Islam;
Dr. Utsman bin Muhammad al-Khamis; Pustaka Imam Syafi’i

Penelitian terhadap hadits dimulai ketika terjadi huru-hara di tengah umat Islam. Keterangan ini sebagaimana pernyataan Imam Muhammad bin Sirin, seorang Tabi’in mulia, ia berkata: “Dahulu orang-orang tidak pernah bertanya tentang sanad [periwayatan hadits]. Tetapi setelah terjadi fitnah [huru-hara], mereka berkata kritis, ‘Sebutkan kepada kami siapa saja perawi anda.’ Jika ternyata perawi riwayat tersebut dari golongan Ahlus Sunnah, maka haditsnya diterima; sedangkan jika ternyata perawi riwayat tersebut dari kalangan ahli bid’ah, maka haditsnya ditolak.” (Muqaddimah Shahih Muslim [I/15], bab “Bayaan annal Isnaad minad Diin.”)

Tidak bertanyanya orang-orang mengenai sanad terjadi karena ketika itu manusia begitu bisa dipercaya. Ibnu Sirin termasuk pembesar Tabi’in dan melihat langsung kehidupan para shahabat, bahkan dia hidup bersama para Tabi’in generasi awal dan generasi akhir. Fitnah yang dimaksud di sini adalah pemberontakan yang dilakukan golongan-golongan sesat pada akhir-akhir pemerintahan ‘Utsman ra.

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: