Kehidupan adalah Ujian dan Cobaan Allah terhadap Manusia Pertama

10 Jul

Kehidupan adalah Ujian dan Cobaan Allah terhadap Manusia Pertama
Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah, dan Masyarakat;
Abdurrahman An-Nahlawi

Kehidupan manusia diawali oleh pengujian Allah kepada Adam, manusia pertama yang diciptakan Allah. Ketika itu Allah melarang Adam mendekati syajaratul khuldi (pohon kekekalan). Datanglah iblis yang menggoda Adam untuk memakan buah pohon surga ini. “…. dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.” (Thaahaa: 121).

Akibat kelalaian tersebut Adam diturunkan ke bumi dan mulailah babak baru permusuhan manusia dengan iblis. Untuk bekal Adam di bumi, Allah menerima tobat Adam, “Kemudian Tuhannya memilihnya, maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk.” (Thaahaa: 122). Dengan demikian Allah memberi petunjuk unttuk membedakan kebaikan dan keburukan lewat wahyu dan syariat kepada Adam dan turunannya.

Penurunan Adam dan iblis dari surga merupakan awal mulainya ujian Allah kepada setiap manusia sehingga berlakulah berbagai konflik batin, antara kebaikan dan keburukan, antara keimanan dan kekafiran, serta antara pengikut syariat dan pengikut hawa nafsu.

Dengan turunnya syariat dan ajaran Islam, manusia diharapkan akan mampu mengatasi konflik-konflik tersebut. Al-Qur’an dan as-Sunnah yang merupakan sumber utama syariat Islam harus menjadi bahan renungan manusia. Seruan-seruan di dalamnya, diantaranya adalah seruan Allah tentang konflik panjang manusia sejak Adam. Seruan-seruan tersebut tersebut diantaranya terdeskripsikan setelah pengisahan Adam, seperti:

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman.” (al-A’raaf: 27)

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki) mesjid, Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (al-A’raaf: 31)

“Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu Rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, Maka Barangsiapa yang bertakwa dan Mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (al-A’raaf: 35-36)

Kemudian, dalam puluhan ayat lainnya, Allah menerangkan hasil akhir orang-orang yang beruntung dan yang rugi. Maka Dia memasukkan kaum mukminin yang menyambut seruan-Nya ke dalam surga Na’im.

&

Satu Tanggapan to “Kehidupan adalah Ujian dan Cobaan Allah terhadap Manusia Pertama”

  1. Anandatoer 10 Juli 2015 pada 00.46 #

    Reblogged this on Anandatoer’s Weblog and commented:
    Kehidupan adalah Ujian dan Cobaan Allah terhadap Manusia Pertama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: