Sifat Kehidupan Dunia Menurut al-Qur’an

10 Jul

Sifat kehidupan dunia menurut al-Qur’an
Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah, dan Masyarakat;
Abdurrahman An-Nahlawi

Karena hanya berisi kesenangan sementara, dunia bukan tujuan akhir manusia. Karenanya manusia dikatakan tertipu jika dia melupakan tujuan akhir yang diciptakan Allah untuknya, yaitu akhir yang abadi. firman Allah:

“Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, Maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong.” (al-Baqarah: 86)

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) Pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, Mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.” (Yunus: 7-8)

“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka Balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (Hud: 15-16)

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Ali ‘Imraan: 14)

“…Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.” (at-Taubah: 38)

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi …..” (al-Qashash: 77)

“Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat.” Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.” (al-A’raaf: 32)

Kutipan terjemahan ayat-ayat di atas mengisyaratkan hubungan manusia dengan dunia serta sifat-sifat dunia yang penting kita ketahui. Sifat ini, diantaranya, adalah:

– Pertama, dunia adalah gambaran kesenangan yang sementara atau hanya sebagai sarana lintasan manusia untuk menuju ke akhirat. Karenanya dunia bukanlah tujuan terakhir manusia.

– Kedua, dunia sangat sarat perhiasan, keindahan, nafsu, syahwat, dan kelezatan yang justru inilah ujian dan cobaan hakiki bagi manusia.

– Ketiga, seorang muslim boleh, bahkan berhak menikmati keindahan dunia dalam batas yang sesuai syar’i. Dia dapat menikmati dunia bersama-sama orang kafir atau orang yang melihat Allah dari segi material [agnotis] dengan syarat tidak mendorong kelalaian kepada Allah. Dia dapat memiliki harta dengan pengeluaran zakatnya atau mempunyai anak untuk dididik ketaatan kepada Allah. Artinya seorang muslim dapat menikmati perkara yang dibolehkan syariat dengan tujuan untuk mengamalkan syariat tersebut.

– Keempat, dunia memiliki kaidah-kaidah sosial dan kamanusiaan yang diwujudkan dalam bentuk masyarakat dan bangsa. Barangsiapa yang berusaha di dunia, hasilnya akan dirasakan di dunia. Dan barangsiapa yang menaklukkan dunia untuk keridlaan Allah, dia akan beruntung dunia dan akhirat.

– Kelima, rentang waktu kehidupan di dunia ini sangatlah singkat tidak lebih dari sesaat menurut perhitungan akhirat.
“(yaitu) di hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram; mereka berbisik-bisik di antara mereka: “Kamu tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sepuluh (hari)” Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika berkata orang yang paling Lurus jalannya di antara mereka: “Kamu tidak berdiam (di dunia), melainkan hanyalah sehari saja”. (Thaahaa: 102-104)

– Keenam, kehidupan dunia adalah ajang keletihan, kerja keras, dan kesungguhan, sebagaimana firman Allah:
“Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.” (al-Isyiqaq: 6)

– Ketujuh, orang-orang yang beriman akan mendapatkan pertolongan Allah, baik di dunia maupun di akhirat. Pada dasarnya, tujuan kehidupan dunia ini bukan untuk melahirkan kekafiran dan kerusakan sebagaimana difirmankan Allah:
“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).” (al-Mu’min: 51)

– Kedelapan, kehidupan dunia lebih banyak digunakan sebagai permainan, senda gurau, dan kebanggaan oleh manusia. Firman Allah:

“Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (al-Hadid: 20)

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (at-Takaatsur: 1-2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: