Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Kahfi ayat 57-59

22 Jul

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Kahfi (Gua)
Surah Makkiyyah; surah ke 18: 110 ayat

tulisan arab alquran surat al kahfi ayat 57-59“Dan siapakah yang lebih dhalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Rabbnya lalu dia berpaling daripadanya dan melupakan apa yang dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya. (QS. 18:57) Dan Rabbmulah Yang Mahapengampun, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia mengadzab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan meyegerakan adzab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat adzab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung daripadanya. (QS. 18:58) Dan (penduduk) negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zhalim, dan telah Kami tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka. (QS. 18:59)” (al-Kahfi: 57-59)

Allah berfirman, siapakah hamba-hamba Allah yang paling dhalim dari orang-orang yang telah diberi peringatan melalui ayat-ayat Allah Ta’ala, lalu ia berpaling darinya, yakni melupakannya serta tidak mendengarkannya dan tidak memberikan perhatian terhadapnya.
Wa nasiya maa qaddamat yadaaHu (“Serta melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya.”) Yakni, berupa perbuatan keji dan buruk.

Innaa ja’alnaa ‘alaa quluubiHim (“Sesungguhnya Kami telah meletakkan di dalam hati mereka,”) yakni ke dalam hati orang-orang itu, Akinnatan (“Tutupan.”) Yakni penutup dan penyumbat.” Ay yafqaHuuHu (“[Sehingga mereka tidak] memahaminya.”) Yakni, supaya mereka tidak memahami al-Qur’an dan penjelasan ini. Wa fii aadzaaniHim waqran (“Dan [Kami letakkan pula] sumbatan di telinga mereka.”) Maksudnya, mereka menjadi tuli [secara maknawi] dari petunjuk. Wa in tad’uHum ilal Hudaa falay yaHtaduu idzan abadan (“Dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.”)

Dan firman-Nya: wa rabbukal ghafuuru dzur rahmati (“Dan hanya Rabbmu yang Maha Pengampun lagi mempunyai rahmat.”) Yakni, Rabbmu, hai Muhammad, Mahapengampun lagi mempunyai rahmat yang sangat luas.

Lau yu-aakhidzuHum bimaa kasabuu la-‘ajjala laHumul ‘adzaaba (“Jika Dia mengadzab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan adzab bagi mereka.”) Yang demikian itu adalah seperti firman-Nya: “Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi ini suatu makhluk yang melata pun.” (QS. Faathir: 45). Ayat-ayat yang membahas masalah ini cukup banyak.

Kemudian Allah memberitahukan bahwa Dia mengasihi, menutupi, dan memberikan ampunan, dan mungkin Dia akan berikan petunjuk kepada sebagian mereka dari ketergelinciran menuju ke jalan yang lurus. Barangsiapa yang masih terus-menerus dalam kesesatan, maka baginya akan memperoleh (adzab) pada hari di mana anak-anak tumbuh uban dan wanita-wanita hamil
akan melahirkan.

Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman: bal laHum mau-‘idul lay yajiduu min duuniHii mau-ilan (“Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu [untuk mnendapat adzab] yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung darinya.”) Maksudnya, mereka tidak akan mendapatkan tempat berlindung dan menghindarkan diri mereka.

Dan firman-Nya: wa tilkal quraa aHlaknaaHum lammaa dhalamuu (“Dan penduduk negeri itu telah Kami binasakan ketika mereka berbuat zhalim.”) Yakni, umat-umat terdahulu dan generasi-generasi yang telah berlalu telah Kami binasakan, disebabkan oleh kekufuran dan keingkaran mereka.

Wa ja-‘alnaa limaHlikiHim mau-‘idan (“Dan Kami telah tetapkan waktu tertentu bagi kebinasaan mereka.”) Maksudnya, Kami jadikan ia sampai pada waktu yang ditentukan, tidak ditambah atau dikurangi. Artinya, demikian halnya dengan kalian, hai orang-orang musyrik, berhatilah-hatilah agar kalian tidak ditimpa oleh apa yang menimpa mereka itu. Kalian telah mendustakan Rasul yang paling mulia dan Nabi yang paling agung, dan kalian bukanlah orang yang lebih mulia dari mereka untuk Kami. Karena itu, takutlah kalian akan adzab-Ku.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: