Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Kahfi ayat 97-99

22 Jul

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Kahfi (Gua)
Surah Makkiyyah; surah ke 18: 110 ayat

tulisan arab alquran surat al kahfi ayat 97-99“Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya. (QS. 18:97) Dzulqarnain berkata: ‘Ini (dinding) adalah rahmat dari Rabbku, maka apabila sudah datang janji Rabbku. Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Rabbku itu adalah benar.’ (QS. 18:98) Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya. (QS. 18: 99)” (al-Kahfi: 97-99)

Allah berfirman seraya menceritakan tentang Ya’juj dan Ma’juj, bahwa mereka tidak sanggup menaiki bagian atas dinding ini dan tidak pula mereka mampu melubanginya pada bagian bawahnya. Ketika naik di atasnya lebih mudah daripada melubanginya, menyiapkan yang layak untuknya, maka Dia berfirman: fa mastathaa’uu ay yadh-HaruuHu wa mastathaa’uu laHuu naqban (“Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa pula melubanginya.”)

Yang demikian itu merupakan dalil yang menunjukkan bahwa mereka tidak sanggup untuk melubanginya atau berbuat sesuatu terhadapnya. Imam Ahmad meriwayatkan, Sufyan memberitahu kami, dari az-Zuhri, dari `Urwah, dari Zainab binti Abi Salamah, dari Habibah binti Ummu Habibah binti Abu Sufyan, dari ibunya, Ummu Habibah, dari Zainab binti Jahsy, isteri Nabi saw, Sufyan mengatakan, empat wanita- bercerita, Nabi pernah bangun tidur dengan muka merah, sedang beliau berucap: “Tidak ada Ilah (yang haq) selain Allah. Celaka bagi bangsa Arab karena sungguh telah dekat suatu keburukan. Pada hari ini telah terbuka sedikit dinding penyumbat Ya’juj dan Ma’juj, seperti ini,” dan beliau membuat lingkaran. Kemudian kutanya: “Ya Rasulullah, apakah kita akan dibinasakan sedang di tengah-tengah kami terdapat orang-orang shalih?” Beliau menjawab: “Ya, jika semakin banyak kejahatan dan keburukan.”
Hadits di atas derajatnya shahih, yang disepakati oleh al-Bukhari dan Muslim dalam meriwayatkannya dari az-Zuhri.

Dalam riwayat al-Bukhari, penyebutan Habibah digugurkan, tetapi ditetapkan oleh Imam Muslim. Di dalamnya terdapat sesuatu yang jarang terjadi dalam pembuatan sanad. Di antaranya riwayat az-Zuhri dari `Urwah, yang keduanya dari kalangan tabi’in.
Yang lainnya adalah berkumpulnya empat wanita dalam sanadnya, yang sebagian mereka meriwayatkan dari sebagian lainnya. Kemudian masing-masing dari keempat wanita itu termasuk dari kalangan Sahabat. Lalu dua di antaranya adalah ibu mertua dan dua lainnya adalah isteri Rasulullah saw.

Firman-Nya: qaala Haadzaa rahmatum mir rabbii (“Dzulqarnain berkata, ‘Ini [dinding] adalah rabmat dari Rabbku.”) Yakni, apa yang telah dibangun oleh Dzulqarnain.
Dzulgarnain berkata, Ini (dinding) adalah rabmat dari Rabbku. Yakni, untuk umat manusia, di mana Dia telah menjadikan antara mereka dengan Ya’juj dan Ma’juj dinding pemisah yang menghalangi mereka berbuat kerusakan di muka bumi.

Fa idzaa jaa-a wa’du rabbii (“Maka apabila sudah datang janji Rabbku,”) yakni, apabila janji yang haq itu sudah dekat: ja’alaHuu dakkaa-a (“Dia akan menjadikannya hancur luluh.”) Maksudnya, Allah akan menyamaratakan dinding itu dengan bumi. Dari kata itu, muncul ungkapan masyarakat Arab, “Naaqah dakka’, jika punggung unta itu rata tidak berpunuk.
Allah sendiri juga telah berfirman: “Tatkala Rabbnya menampakkan diri kepada gunung itu, ijadikannya gunung itu hancur luluh.” (QS. Al-A’raaf: 143). Yakni, hancur dan lama rata dengan bumi.

Mengenai firman-Nya: Fa idzaa jaa-a wa’du rabbii ja’alaHuu dakkaa-a (“Maka apabila sudah datang janji Rabbku, Dia akan menjadikannya hancur luluh,”) `Ikrimah mengatakan: “Yaitu, menjadikannya jalan seperti semula.” Wa kaana wa’du rabbii haqqan (“Dan janji Rabbku adalah benar.”) Yakni, sudah pasti terjadi, tidak mungkin tidak.

Firman-Nya: wa taraknaa ba’dlaHum (“Kami biarkan mereka.”) Maksudnya, sebagian manusia pada hari itu, atau hari hancurnya dinding tersebut. Kemudian mereka itu keluar dan bergabung bersama umat manusia serta melakukan perusakan terhadap harta kekayaan manusia dan segala sesuatu yang mereka miliki. Demikian pula yang dikemukakan oleh as-Suddi mengenai firman-Nya: wa taraknaa ba’dlaHum yauma-idziy yamuuju fii ba’dlin (“Kami biarkan mereka pada hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain.”) As-Suddi mengatakan: “Yang demikian itu adalah pada saat mereka keluar ke tengah-tengah umat manusia. Semuanya itu terjadi sebelum hari Kiamat tiba dan sesudah munculnya Dajjal. Sebagaimana yang akan kami jelaskan lebih lanjut dalam pembahasan firman Allah:

“Hingga apabila dibukakan (tembokj Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (bari berbangkit).” Dan ayat seterusnya. (QS. Al-Anbiyaa’: 96).

Demikianlah Allah Ta’ala berfirman di sini: wa taraknaa ba’dlaHum yauma-idziy yamuuju fii ba’dlin (“Kami biarkan mereka pada hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain.”) As-Suddi mengemukakan: “Yang demikian itu adalah permulaan hari Kiamat. Wa nufikha fish-shuuri ( “Kemudian ditiup lagi sangkakala.”) Yakni, setelah itu. Fajama’naaHum jam’an (“Lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.”)

Firman-Nya: Fajama’naaHum jam’an (“Lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.”) Maksudnya, Kami hadirkan mereka semuanya untuk menjalani perhitungan (hisab). Dia berfirman: “Dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari
mereka.” (QS. Al-Kahfi: 47)

bersambung

Satu Tanggapan to “Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Kahfi ayat 97-99”

  1. Anandatoer 23 Juli 2015 pada 05.17 #

    Reblogged this on Anandatoer’s Weblog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: