Tafsir Ibnu Katsir Surah Maryam ayat 10-11

23 Jul

Tafsir Al-Qur’an Surah Maryam
Surah Makkiyyah; surah ke 19: 98 ayat

tulisan arab alquran surat maryam ayat 10-11“Zakariya berkata: ‘Ya Rabbku, berilah aku suatu tanda.’ Dia berfirman: ‘Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat.’ (QS. 19:10) Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka, hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang. (QS. 19:11)” (Maryam: 10-11)

Allah berfirman mengabarkan tentang Zakariya, bahwa ia: qaala rabbij’allii ayatan (“Berkata: ‘Ya Rabbku, berilah aku suatu tanda,’”) yaitu tanda dan bukti tentang adanya sesuatu yang telah Engkau janjikan untukku, agar jiwaku mantap dan hatiku tenang dengan apa yang telah Engkau janjikan.

Qaala aayatuka (“Dia berfirman: ‘Tanda bagimu,’”) artinya, tanda bukti bagimu; allaa tukalliman naasa tsalaatsata layaalin sawiyyan (“[Adalah] bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat,”) yaitu lisanmu tertahan untuk berbicara selama tiga malam sedangkan engkau amat sehat, tidak menderita sakit.

Ibnu `Abbas, Mujahid, `Ikrimah, Wahb, as-Suddi, Qatadah dan lain-lain berkata: “Lisannya terikat (kaku), tanpa sakit dan tanpa adanya penyakit.”
Ibnu Zaid bin Aslam berkata: “Beliau membaca dan bertasbih, tidak mampu berbicara kepada kaumnya kecuali isyarat saja.”

Sebagaimana firman Allah dalam surat Ali `Imran: “Zakariya berkata: `Berilah aku suatu tanda (bahwa isteriku telah mengandung).’ Allah berfirman: `Tanda bagimu, kamu tidak bisa Berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Rabbmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari.’” (QS. Ali `Imran: 41)

Illaa ramzan (“Kecuali ramza,”) yaitu isyarat. Untuk itu Dia berfirman dalam ayat yang mulia ini: fakharaja ‘alaa qaumiHii minal mihraabi (“Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya,”) yaitu dari mihrab tempat beliau mendapatkan kabar gembira akan mendapatkan seorang anak; fa auhaa ilaiHim (“Lalu ia memberi isyarat kepada mereka,”) yaitu memberikan isyarat tersembunyi lagi cepat; an tasbihuu bukrataw wa asyiyyan (“Hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang,”) artinya sesuai perintah yang diberikan kepadanya pada tiga hari tersebut sebagai tambahan amalnya dalam rangka syukur kepada Allah, atas segala pemberian-Nya.

Mujahid berkata: fa auhaa ilaiHim (“Lalu ia mewahyukan kepada mereka,”) artinya mengisyaratkan. Itulah pendapat Wahb dan Qatadah.

Dalam riwayat lain, Mujahid berkata: fa auhaa ilaiHim (“Lalu ia mewahyukan kepada mereka,”) artinya ia mewajibkan (menetapkan) untuk mereka di muka bumi. Demikian pendapat as-Suddi.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: