Tafsir Ibnu Katsir Surah Maryam ayat 64-65

24 Jul

Tafsir Al-Qur’an Surah Maryam
Surah Makkiyyah; surah ke 19: 98 ayat

tulisan arab alquran surat maryam ayat 64-65“Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Rabbmu. Kepunyaan-Nyalah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Rabbmu lupa. (QS. 19:64) Rabb (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka beribadahlah kepada-Nya dan berteguh batilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetabui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)? (QS. 19:65)” (Maryam: 64-65)

Imam Ahmad berkata dari Ibnu `Abbas, ia berkata, Rasulullah bersabda kepada Jibril, “Apa yang mencegahmu mengunjungi kami lebih dari yang engkau telah lakukan?” Lalu turunlah: wa maa natanazzalu illaabi amri rabbika (“Dan tidaklah kami [Jibril] turun, kecuali dengan perintah Rabbmu.”) Al-Bukhari menyendiri dalam mentakhrijnya yang diriwayatkan ketika menafsirkan ayat ini.

Firman Allah: laHuu maa baina aidiinaa wa khalfanaa (“Kepunyaan-Nyalah apa-apa yang ada dihadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita,”) satu pendapat mengatakan bahwa apa-apa yang ada di hadapan kita adalah urusan dunia. Sedangkan apa-apa yang ada di belakang kita adalah urusan akhirat.

Wa maa baina dzaalika (“Dan apa-apa yang ada di antara keduanya,”) apa-apa yang ada di antara dua tiupan terompet. Inilah pendapat Abul `Aliyah, `Ikrimah, Mujahid, Sa’id bin Jubair, Qatadah dalam salah satu riwayatnya, as-Suddi dan ar-Rabi’ bin Anas. Sedangkan pendapat lain mengatakan: maa baina aidiinaa (“Apa-apa yang ada di hadapan kita,”) adalah perkara akhirat yang akan datang; wa maa khalfanaa (“Apa-apa yang ada dibelakang kita,”) yaitu dunia yang sudah berlalu; Wa maa baina dzaalika (“Dan apa-apa yang ada di antara keduanya,”) yaitu apa yang ada di antara dunia dan akhirat.

Pendapat senada diriwayatkan dari Ibnu `Abbas, Sa’id bin Jubair, adh-Dhahhak, Qatadah, Ibnu Juraij, ats-Tsauri dan dipilih pula oleh Ibnu Jarir. Wallahu a’lam.

Firman-Nya: wa maa kaana rabbuka nasiyyan (“Dan tidaklah Rabbmu lupa”) Mujahid dan as-Suddi berkata: “Maknanya, Rabbmu tidak akan melupakanmu.”

Firman-Nya: rabbus samaawaati wal ardli wa maa baina Humaa (“Rabb langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, yaitu Rabb yang menciptakan, mengatur, penentu hukum dan penata yang tidak ada penentang atas hukum-Nya.

Fa’buduHu wash-thabir li’ibaadiHi Hal ta’lamu laHuu nasiyyan (“Maka beribadahlah kepada-Nya dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia?”) Ali bin Abi Thalhah berkata dari Ibnu `Abbas: “Apakah kamu tahu sesuatu yang semisal atau serupa dengan Rabb?” Demikian pula pendapat yang dikatakan oleh Mujahid, Sa’id bin Jubair, Qatadah, Ibnu Juraij dan selain mereka. Sedangkan `Ikrimah berkata dari Ibnu `Abbas: “Tidak ada satu pun yang diberi nama ar-Rahman selain Allah Tabaaraka wa Ta’ala, Mahasuci nama-Nya.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: