Tafsir Ibnu Katsir Surah Thaahaa ayat 60-64

26 Jul

Tafsir Al-Qur’an Surah Thaahaa
Surah Makkiyyah; surah ke 20: 135 ayat

tulisan arab alquran surat thaaHaa ayat 60-64“Maka Fir’aun meninggalkan (tempat itu), lalu mengatur tipu dayanya, kemudian dia datang. (QS. 20:60) Berkata Musa kepada mereka: ‘Celakalah kamu, janganlah kamu mengadakan kedustaan terbadap Allah, maka Dia membinasakanmu dengan siksa.’ Dan sesungguhnya telah merugi orang yang mengada-adakan kedustaan. (QS. 20:61) Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan di antara mereka, dan mereka merahasiakan percakapan (mereka). (QS. 20:62) Mereka berkata: ‘Sesungguhnya dua orang ini adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusirmu dari negerimu dengan sihirnya dan hendak melenyapkan kedudukanmu yang utama. (QS. 20:63) Maka himpunlah segala daya (sihir) kamu sekalian, kemudian datanglah dengan berbaris, dan sesungguhnya beruntunglah orang yang menang pada hari ini. (QS. 20:64) (ThaaHaa: 60-64)

Maka Fir’aun beranjak, yakni segera mengumpulkan tukang sihir dari berbagai kota di negeri kekuasaannya. Semua yang mengaku tukang sihir pada waktu itu dia kumpulkan. Di kalangan mereka, sihir sangat banyak sekali. Sebagaimana yang difirmankan Allah Ta’ala: “Fir’aun berkata (kepada pemuka kaumnya): `Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!’” (QS. Yunus: 79).

Kemudian semua orang berkumpul pada hari yang telah ditentukan, yaitu hari raya. Fir’aun duduk di atas kursi singgasananya, yang didampingi oleh para pembesar kerajaannya. Rakyat pun berdiri di samping kanan dan kirinya. Lalu Musa as. datang menghadap dengan bersandar pada tongkatnya yang ditemani oleh saudaranya, Harun. Kemudian para tukang sihir pun berdiri di hadapan Fir’aun dalam keadaan berbaris. Fir’aun memerintahkan, menekankan, seraya menganjurkan agar mereka benar-benar melaksanakan tugas mereka pada hari itu dengan baik. Mereka pun sangat mengharapkan hadiah darinya, sedang Fir’aun sendiri juga menjanjikan kepada mereka serta memberikan angan-angan. Mereka berkata:

“(Apakah) kami akan mendapat upah, jika kamilah yang menang?” Fir’aun menjawab: “Ya, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku).” (QS. Al-A’raaf: 114).

Qaala laHum muusaaa wailakum laa taftaruu ‘alallaaHi kadziban (“Musa berkata kepada mereka: ‘Celakalah kamu, janganlah kamu mengadakan kedustaan terhadap Allah.’”) Maksudnya, janganlah kalian membuat ilusi kepada orang-orang dengan tindakan kalian mengadakan beberapa hal yang sebenarnya tidak mempunyai hakikat, seakan-akan ia makhluk, padahal sesungguhnya ia bukan makhluk hidup. Sehingga dengan demikian, kalian telah melakukan kedustaan terhadap Allah Ta’ ala;
Fa yashitakum bi’adzaabin (“Sehingga Dia membinasakanmu dengan siksa.”) Yakni, menghancurkan kalian melalui hukuman yang dapat membinasakan tanpa sisa. Wa qad khaaba manif taraa fatanaaza’uu amraHum bainaHum (“Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan di antara mereka, dan mereka merahasiakan percakapan [mereka].”) Ada yang berpendapat, artinya bahwa di antara mereka berbantah-bantahan. Ada yang mengatakan: “Yang demikian itu bukan ucapan seorang tukang sihir, tetapi hal itu merupakan ucapan seorang Nabi.” Ada juga yang mengatakan: “Tidak, tetapi dia itu seorang tukang sihir.” Dan ada juga yang mengatakan selain itu. Wallahu a’lam.

Firman Allah Ta’ala: wa asarrun najwaa (“Dan mereka merahasiakan percakapan [mereka]”) Yakni, saling berselisih di antara mereka: qaaluu in Haadzaani lasaahiraani (“Mereka berkata: ‘Sesungguhnya dua orang ini benar-benar ahli sihir.’”) Ini menurut salah satu dialek dalam bahasa Arab. Bacaan ini sesuai dengan i’rabnya. Di antara mereka ada yang membaca: “In Haadzaini lasaahiraani.” Inilah dialek yang sudah cukup populer. Ahli nahwu memberikan penjelasan secara panjang lebar mengenai alasan bacaan yang pertama, dan di sini bukan tempatnya untuk membahas hal tersebut.

Maksudnya adalah, para tukang sihir itu berkata di antara mereka sendiri: “Kalian tahu tidak, bahwa orang ini dan saudaranya [yang mereka maksudkan adalah Musa dan Harun] adalah tukang sihir yang sangat pandai lagi piawai dalam pembuatan sihir. Dan pada hari ini, keduanya hendak mengalahkan kalian dan kaum kalian serta menguasai umat manusia, lalu semua orang mengikuti keduanya, dan keduanya akan membunuh Fir’aun dan bala tentaranya sehingga keduanya akan memperoleh kemenangan atas mereka, lalu mengeluarkan kalian dari tanah kalian ini.”

Firman-Nya: wa yadz-Habaa bithariiqatikumul mutslaa (“Dan hendak melenyapkan kedudukanmu yang utama.”) Dengan jalan itu, yakni sihir, mereka berdua akan bertindak sewenang-wenang. Mereka itu (para tukang sihir) menjadi terhormat karenanya, di mana mereka mempunyai banyak harta dan rizki melimpah karenanya. Mereka berkata: “Jika dua orang ini menang, maka keduanya akan membinasakan kalian dan mengeluarkan kalian dari negeri ini, dan akhirnya hanya mereka berdua yang memiliki ilmu sihir dan memegang kekuasaan dalam hal itu tanpa keikutsertaan kalian.”

Mengenai firman Allah Ta’ala: wa yadz-Habaa bithariiqatikumul mutslaa (“Dan hendak melenyapkan kedudukanmu yang utama.”) Ibnu Abi Hatim mengatakan, dari `Ali: “Keduanya berhasil menarik pandangan orang-orang ke arah keduanya.” Sedangkan `Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengatakan: “Kedudukan kalian yang utama yang kalian duduki.”

Firman-Nya: fajmi’uu kaidakum tsumma’ tuu shaffan (“Maka himpunlah segala daya [sihir] kamu sekalian, kemudian datanglah dengan berbaris.”) Maksudnya, berkumpullah kalian semua dalam satu barisan lalu lemparkanlah apa yang ada di tangan kalian secara bersamaan, agar semua mata terbelalak melihatnya dan kalian bisa mengalahkan orang ini dan juga saudaranya.

Wa qad aflahal yauma manista’laa (“Dan sesungguhnya beruntunglah orang yang menang pada hari ini”) Yakni, antara kita dan dia. Adapun kita, maka telah dijanjikan hadiah yang besar dari raja, sedangkan dia akan mendapatkan kepemimpinan yang terhormat.

bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: