Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Anbiyaa’ ayat 10-15

28 Jul

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Anbiyaa’ (Nabi-Nabi)
Surah Makkiyyah; surah ke 21: 112 ayat

tulisan arab alquran surat al anbiyaa' ayat 10-15“Sesungguhnya telah Kami turunkan kepadamu sebuah Kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. Maka apakah kamu tiada memahaminya? (QS. 21: 10) Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang dhalim yang telah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya). (QS. 21: 11) Maka tatkala mereka merasakan adzab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya. (QS. 21: 12) Janganlah kamu lari tergesa-gesa; Kembalilah kamu kepada nikmat yang telah kamu rasakan dan kepada tempat-tempat kediamanmu (yang baik), supaya kamu ditanya. (QS. 21:13) Mereka berkata: ‘Aduhai, celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang dhalim.’ (QS. 21: 14) Maka tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi. (QS. 21:15)” (al-Anbiyaa’: 10-15)

Allah Ta’ala berfirman mengingatkan tentang kemuliaan al-Qur’an serta mendorong mereka untuk mengenal kedudukannya.
Laqad anzalnaa ilaikum kitaaban fiiHi dzikrukum (“Sesungguhnya telah Kami turunkan kepadamu sebuah Kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab dzikrumu.”) Ibnu `Abbas berkata: “Kemuliaan kalian.” Mujahid berkata: “Cerita kalian.” Sedangkan al-Hasan berkata: “Agama kalian.”

Afalaa ta’qiluun (“Maka, apakah kamu tiada memahaminya,”) yaitu nikmat ini dan kalian menampungnya dengan penerimaan, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: “Dan sesungguhnya al-Qur’an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab.” (QS. Az-Zukhruf: 44)

Firman-Nya: wa kam qashamnaa min qaryatin kaanat dhaalimatan (“Dan berapa banyak [penduduk] negeri yang zhalim yang telah Kami binasakan,”) ini merupakan kata yang menunjukkan banyak, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: “Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan.” (QS. Al-Israa’:17)

Firman-Nya: wa ansya’naa ba’daHaa qauman aakhariin (“Dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain.”) yaitu umat lain sesudah mereka.
Falammaa ahassuu ba’sanaa (“Maka tatkala mereka merasakan adzab Kami,”) yaitu merasa yakin bahwa adzab akan menimpa mereka, sebagaimana yang dijanjikan oleh Nabi mereka.
Idzaa Hum minHaa yarkudluun (“Tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya,”) yaitu melarikan diri untuk kabur.

Laa tarqudluu warji’uu ilaa maa utriftum fiiHi wa masaakinikum (“Jangan-lah kamu lari tergesa-gesa; Kemballilah kamu kepada nikmat yang telah kamu rasakan dan kepada tempat-tempat kediaman,”) ini adalah ancaman untuk mereka, janganlah kalian lari tergesa-gesa dari turunnya adzab dan kembalilah kalian kepada apa yang dahulu kalian rasakan berupa nikmat, kegembiraan, kehidupan dan tempat-tempat tinggal yang balk.

Qatadah berkata dalam rangka mengejek mereka: la’allakum tus-aluun (“Agar kamu ditanya,”) yaitu tentang mensyukuri nikmat yang dahulu kalian rasakan.

Qaaluu yaa wailanaa innaa kunnaa dhaalimiin (“Mereka berkata: ‘Aduhai celaka kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang dhalim,’”) mereka mengakui dosa-dosa mereka di saat pengakuan itu tidak bermanfaat bagi mereka.
Wa maa zaalat tilka da’waaHum hattaa ja’alnaaHum hashiidan khaamidiin (“Maka, tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga Kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi,”) yakni perkataan itu terus-menerus diucapkan, yaitu pengakuan kedhaliman, sampai mereka tidak bergerak, juga (sampai) perkataan mereka lenyap.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: