Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Anbiyaa’ ayat 21-23

28 Jul

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Anbiyaa’ (Nabi-Nabi)
Surah Makkiyyah; surah ke 21: 112 ayat

tulisan arab alquran surat al anbiyaa' ayat 21-23“Apakah mereka mengambil ilah-ilah dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang mati)? (QS. 21: 21) Sekiranya ada di langit dan di bumi ilah-ilah selain Allah, tentulah keduanya itu sudah rusak binasa. Maka Mahasuci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan. (QS. 21: 22) Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai. (QS. 21: 23)” (al-Anbiyaa’: 21-23)

Allah Ta’ala mengingkari orang yang menjadikan selain-Nya sebagai Ilah. Dia berfirman: amit takhadzuu aaliHatam minal ardli Hum yunsyiruun (“Apakah mereka mengambil ilah-ilah dari bumi yang dapat menghidupkan?”) yaitu, apakah mereka menghidupkan yang mati dan menebarkan mereka di bumi? Mereka tidak mampu melakukan semua itu, maka bagaimana mungkin mereka menjadikannya sebagai tandingan bagi Allah serta menyembahnya bersama Dia.

Kemudian, Allah Ta’ala mengabarkan bahwa jika terdapat ilah-ilah lain selain-Nya, niscaya rusaklah langit dan bumi. Maka Dia berfirman: lau kaana fiiHimaa aaliHatun (“Sekiranya ada pada keduanya ilah-ilah selain Allah”) yaitu di langit dan di bumi; lafasadataa (“Tentulah keduanya itu telah rusak binasa”)
Seperti firman Allah Ta’ala: “Allah sekali-kali tidak mempunyai anak dan sekali-kali tidak ada ilah (yang lain) beserta-Nya, kalau ada ilah beserta-Nya, masing-masing ilah itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari ilah-ilah itu mengalahkan sebagian yang lain. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu.” (QS. Al-Mu’minuun: 91).

Sedangkan di sini, Dia berfirman: fasubhaanallaaHi rabbil ‘arsy ‘ammaa yashifuun (“Maka Mahasuci Allah yang mempunyai ‘Arsy dari pada apa yang mereka sifatkan,”) yaitu dari apa yang mereka katakan bahwa Allah memiliki anak atau sekutu. Mahasuci Dia, Mahatinggi, dan Mahabersih dari apa yang mereka tuduhkan dan mereka buat-buat setinggi-tinggi dan sebesar-besarnya.

Firman-Nya: laa yus-alu ‘ammaa yaf’alu waHum yus-aluun (“Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai,”) Dialah Hakim yang tidak ada pengimbang bagi kebijaksanaan-Nya serta tidak ada satu pun yang dapat membantah kebesaran-Nya, keagungan-Nya, kehormatan-Nya, ilmu-Nya, kebijaksanaan-Nya, keadilan-Nya dan kelembutan-Nya.

waHum yus-aluun (“Dan merekalah yang akan ditanya”) yaitu Dia-lah yang akan menanya kepada makhluknya tentang apa yang mereka lakukan.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: