Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Anbiyaa’ ayat 26-29

29 Jul

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Anbiyaa’ (Nabi-Nabi)
Surah Makkiyyah; surah ke 21: 112 ayat

tulisan arab alquran surat al anbiyaa' ayat 26-29“Dan mereka berkata: ‘Yang Mahapemurah telah mengambil (mempunyai) anak,’ Mahasuci Allah. Sebenarnya (para Malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan, (QS. 21: 26) mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkatan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. (QS. 21: 27) Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (Malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberi syafa’at melainkan kepada orang-orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. (QS. 21: 28) Dan barangsiapa di antara mereka mengatakan: ‘Sesungguhnya aku adalah ilah selain daripada Allah,’ maka orang itu Kami beri balasan dengan jahannam, demikian Kami memberi balasan kepada orang-orang dhalim. (QS. 21: 29)” (al-Anbiyaa’: 26-29)

Allah Ta’ala berfirman menolak orang yang menyangka bahwa Allah Yang Mahatinggi dan Mahasuci memiliki anak dari kalangan Malaikat, seperti orang Arab yang berkata: “Sesungguhnya, Para Malaikat adalah anak-anak perempuan Allah.”
Maka Dia berfirman: subhaanaHu bal ‘ibaadum mukramuun (“Mahasuci Allah. Sebenarnya para Malaikat itu adalah hamba-hamba yang dimuliakan,”) yaitu para Malaikat itu adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan di sisi-Nya, berada di tempat-tempat yang tinggi dan derajat-derajat yang agung. Sedangkan mereka berada dalam puncak ketaatan kepada-Nya, dalam perkataan dan perbuatan.

Laa yasbiquunaHu bilqauli wa Hum bi amriHii ya’maluun (“Mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah perintah-Nya,”) yaitu mereka tidak mendahului satu perkarapun di hadapan-Nya serta tidak membangkang terhadap apa yang diperintahkan kepada mereka. Bahkan, mereka amat bersegera melakukannya. Dia Mahatinggi ilmu-Nya lagi meliputi mereka. Tidak satu halpun yang tersembunyi dari-Nya.
Ya’lamu maa baina aidiiHim wa maa khalfaHum (“Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka dan yang di belakang mereka.”)

Firman-Nya: laa yasy-fa’uuna illaa limanir tadlaa (“Dan mereka tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhai Allah,”) seperti firman-Nya, “Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tang izin-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 255)

Wa Hum min khasy-yataiHim musy-fiquun (“Mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya,”) karena takut dan gentarnya.

Wa may yaqul minHum innii ilaaHum min duuniHi (“Dan barang-siapa di antara mereka mengatakan: `Sesungguhnya aku adalah ilah selain dari-pada Allah,”) yaitu sebagian mereka mengaku bahwa dia adalah ilah selain Allah, yaitu bersama Allah.
Fa dzaalika najziiHi jaHannama kadzaalika najzidh dhaalimiin (“Maka, orang itu kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami memberikan balasan kepada orang-orang dhalim,”) yaitu kepada setiap orang yang berkata demikian. Ini adalah syarat, dan sebuah syarat tidak mesti terjadi.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: