Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Anbiyaa’ ayat 64-67

3 Agu

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Anbiyaa’ (Nabi-Nabi)
Surah Makkiyyah; surah ke 21: 112 ayat

tulisan arab alquran surat al anbiyaa' ayat 64-67“Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka, lalu berkata: ‘Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri),’ (QS. 21:64) kemudian kepala mereka jadi tertunduk (lalu berkata): ‘Sesungguhnya kamu (hai Ibrahim) telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara.’ (QS. 21:65) Ibrahim berkata: ‘Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu.’ (QS. 21:66) Ah (celakalah) kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka apakah kamu tidak memahami? (QS. 21:67)” (al-Anbiyaa’: 64-67)

Allah Ta’ala berfirman mengabarkan tentang kaum Ibrahim di saat dia telah berkata kepada mereka: fa raja’uu ilaa anfusiHim (“Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka,”) yaitu dengari celaan akibat tidak waspada dan tidak berhati-hatinya mereka terhadap ilah-ilah mereka, lalu mereka berkata: innakum antumudh dhaalimuun (“Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang menganiaya [diri sendiri]”) ikarena membiarkan mereka sia-sia tanpa dijaga.

Tsumma nukisuu ‘alaa ru-uusiHim (“Kemudian kepala mereka jadi tertunduk,”) kemudian mereka tertunduk ke tanah dan mereka berkata: laqad ‘alimta maa Haa-ulaa-i yanthiquun (“Sesungguhnya kamu hai Ibrahim telah mengetahui bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara.”) Qatadah berkata: “Engkau menemui satu kaum yang bingung, maka bagaimana engkau mengatakan kepada kami, tanyalah kepada berhala-berhala itu, jika mereka dapat berbicara. Sedangkan engkau mengetahui bahwa dia tidak dapat berbicara.”

Maka Ibrahim berkata, tatkala mereka mengakui hal tersebut: afa ta’buduuna min duunillaaHi maa laa yanfa’ukum syai-aw walaa yadlurrukum (“Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak pula memberi mudharat kepada kamu?”) Yaitu jika dia tidak bisa berbicara, tidak dapat memberi manfaat dan tidak dapat memberi mudharat, mengapakah kalian menyembahnya selain Allah?

Uffil lakum wa limaa ta’buduuna min duunillaaHi afalaa ta’qiluun (“Ah [celakalah] kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah. Maka, apakah kamu tidak memahami?”) Yaitu, apakah kalian tidak merenungkan kesesatan dan kekufuran berat yang kalian lakukan dimana hal tersebut tidak mungkin ada kecuali atas orang yang jahil, zhalim dan fajir. Lalu, dia menyampaikan dan menegaskan hujjah kepada mereka.

Untuk itu Allah Ta’ala berfirman: wa tilka hujjatunaa aatainaaHaa ibraaHiima ‘alaa qaumiHi… (“Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya..”) dan ayat seterusnya.(QS. Al-An’aam: 83)

Bersambung

Satu Tanggapan to “Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Anbiyaa’ ayat 64-67”

  1. Anandatoer 3 Agustus 2015 pada 05.46 #

    Reblogged this on Anandatoer’s Weblog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: