Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Anbiyaa’ ayat 71-75

3 Agu

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Anbiyaa’ (Nabi-Nabi)
Surah Makkiyyah; surah ke 21: 112 ayat

tulisan arab alquran surat al anbiyaa' ayat 71-75“Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia. (QS. 21:71) Dan Kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim) Ishaq dan Ya’qub, sebagai suatu anugerah (daripada Kami). Dan masing-masing Kami jadikan orang-orang yang shalih. (QS. 21:72) Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah wahyukan kepada mereka mengerjakan kebaikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu beribadah, (QS.21:73) dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (adzab yang telah menimpa penduduk) kota yangmengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik, (QS. 21:74) dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami karena sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang shalih. (QS. 21:75)” (al-Anbiyaa’: 71-75)

Allah Ta’ala berfirman mengabarkan tentang Ibrahim yang diselamatkan oleh Allah dari pembakaran oleh kaumnya serta dikeluarkan berhijrah oleh-Nya di hadapan mereka dari negeri Syam menuju tanah suci (Baitul Maqdis). Ar-Rabi’ bin Anas berkata dari Abul ‘Aliyah, bahwa Ubay bin Ka’ab berkata tentang firman Allah: ilal ardlil latii baaraknaa fiiHaa lil’aalamiin (“Ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia,”) yaitu negeri Syam. Qatadah berkata: “Dia berada di negeri Irak, lalu Allah menyelamatkannya ke negeri Syam, dan dia berkata: `Itulah tanah Mahsyar dan Mansyar, di sanalah turunnya `Isa bin Maryam dan di sana pula dibinasakannya al-Masih ad-Dajjal.’”

As-Suddi berkata: “Ibrahim dan Luth berangkat menuju Syam, lalu Ibrahim bertemu dengan Sarah yaitu seorang puteri raja Haran yang mencela agama kaumnya.” Lalu, Ibrahim mengawininya hingga ia lari bersamanya. Pendapat yang masyhur adalah bahwa Sarah ialah anak perempuan pamannya dan ia keluar berhijrah bersamanya dari negerinya.

Al-‘Aufi berkata dari Ibnu `Abbas, yaitu menuju Makkah. Apakah engkau tidak mendengar firman-Nya: “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadah manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, di antaranya maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya, menjadi amanlah dia.” (QS. Ali-`Imraan: 96-97)

Firman-Nya: wa waHabnaa laHuu ishaaqa wa ya’quuba naafilatan (“Dan Kami telah memberikan kepadanya [Ibrahim] Ishaq dan Ya’qub, sebagai suatu anugerah.’”) Atha dan Mujahid berkata: “Yaitu suatu pemberian.” Ibnu `Abbas, Qatadah dan al-Hakam bin `Uyainah berkata: “an naafilatu; adalah cucu yaitu Ya’qub, anak Ishaq.”

Wa kullun ja’alnaa shaalihiin (“Dan masing masing Kami jadikan orang orang yang shalih,”) yaitu seluruhnya adalah ahli kebaikan dan orang-orang shalih.
Wa ja’alnaaHum a-immatan (“Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin pemimpin”) yang diikuti. yaHduuna bi amrinaa (“Yang memberi petunjuk dengan perintah Kami”) yaitu mereka menyeru kepada Allah dengan izin-Nya.

Untuk itu Dia berfirman: wa auhainaa ilaiHim fi’lal khairaati wa iqaamash shalaaati wa iitaa-iz zakaati (“Dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat,”) termasuk penyebutan yang khusus setelah yang umum.
Wa kaanuu lanaa ‘aabidiin (“Dan hanya kepada Kamilah mereka selalu beribadah,”) yaitu melakukan apa saja yang mereka perintahkan kepada orang lain.

Kemudian disambung dengan menceritakan Luth, yaitu Luth bin Haran bin Aazar yang bersama Hajar telah beriman dan mengikuti Ibrahim as, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: fa aamana laHuu luuthuw wa qaala innii muHaajirun ilaa rabbii (“Maka Luth membenarkan [kenabian]nya.
Dan berkatalah Ibrahim: ‘Sesungguhnya aku akan berpindah ke tempat yang diperintahkan Rabbku.’”) (QS. Al-‘Ankabuut: 26)

Lalu, Allah memberikan hikmah dan ilmu, memberikan wahyu kepadanya, menjadikannya seorang Nabi serta mengutusnya ke kota Sadum. Maka, mereka menyelisihi dan mendustakannya, hingga Allah membinasakan dan menghancurkan mereka sebagaimana kisah mereka disebutkan dalam banyak ayat al-Qur’an.

Untuk itu, Dia berfirman: wa najjainaaHu minal qaryatil latii kaanat ta’malul khabaa-itsa innaHum kaanuu qauma sau-in faasiqiina wa ad-khalnaaHu fii rahmatinaa innaHuu minash shaalihiin (“Dan telah Kami selamatkan dia dari adzab yang telah menimpa penduduk kota yang mengerjakan pebuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik. Dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami. Karena sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang shalih.”)

bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: