Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Hajj ayat 39-40

9 Agu

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Hajj (Haji)
Surah Madaniyyah; surah ke 22: 78 ayat

tulisan arab alquran surat al hajj ayat 39-40“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar menolong mereka itu, (QS. 22:39) (yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: ‘Rabb kami hanyalah Allah.’ Dan sekiranya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa. (QS. 22:40)” (al-Hajj: 39-40)

Al-‘Aufi berkata dari Ibnu `Abbas: “Ayat ini turun tentang Muhammad dan para Sahabatnya ketika mereka dikeluarkan dari kota Makkah.” Mujahid, adh-Dhahhak dan ulama Salaf lainnya seperti Ibnu `Abbas, ‘Urwah binZubair, Zaid bin Aslam, Muqatil bin Hayyan, Qatadah dan lain-lain, mereka berkata: “Ini adalah ayat pertama yang turun tentang jihad.” Ayat ini dijadikan dalil oleh sebagian ulama bahwa surat tersebut adalah Madaniyyah.

Udzina lilladziina yuqaataluuna bi-annaHum dhulimuu wa innallaaHa ‘alaa nash-riHim laqadiir (“Telah diizinkan berperang bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa menolong mereka itu.”) Abu Bakar berkata: “Aku mengetahui bahwa akan terjadi peperangan.”

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ishaq bin Yusuf al-Azraq. Dia menambahkan: “Ibnu `Abbas berkata, itulah ayat pertama yang turun berkenaan dengan perang.” (HR. At-Tirmidzi dan an-Nasa’i di dalam tafsirnya dari kedua sunannya. At-Tirmidzi berkata: “Hadits hasan.”)

Firman-Nya: wa innallaaHa ‘alaa nash-riHim laqadiir (“Dan sesungguhnya Allah Mahakuasa menolong mereka itu,”) yaitu Dia Mahakuasa menolong hamba-Nya yang beriman tanpa peperangan. Akan tetapi, Dia menghendaki hamba-hamba-Nya untuk mengerahkan kemampuan semaksimal mungkin dalam rangka taat kepada-Nya.

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: “Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir di medan perang, maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka, maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti. Demikianlah, apabila Allah menghendaki, niscaya Allah akan membinasakan mereka, tetapi Allah bendak menguji sebagianmu dengan sebagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. Allah akan memberi pimpinan kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka, dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan-Nya kepada mereka.” (QS. Muhammad: 4-6).

Ayat-ayat dalam masalah ini cukup banyak.

Ibnu `Abbas berkata tentang firman-Nya: wa innallaaHa ‘alaa nash-riHim laqadiir (“Dan sesungguhnya Allah Mahakuasa menolong mereka itu,”) sungguh Dia telah melakukannya. Allah telah mensyari’atkan jihad waktu yang tepat. Karena dahulu, saat mereka berada di kota Makkah orang-orang musyrik lebih banyak jumlahnya. Seandainya orang-orang Muslim diperintahkan berperang dengan kaum mayoritas, padahal saat itu mereka kurang dari 10 persen, niscaya hal itu menyulitkan mereka. Ketika orang-orang musyrik berbuat dhalim, mengusir Nabi dari lingkungan mereka, berniat membunuhnya dan menyiksa para Sahabatnya, maka sebagian antara mereka pergi ke negeri Habasyah dan sebagian yang lain pergi ke Madinah. Ketika mereka telah menetap Madinah, mereka berkumpul bersama Rasulullah saw. dan tegak menolongnya, maka jadilah Madinah itu sebagai negeri Islam bagi mereka dan tempat berlindung mereka. Lalu Allah mensyari’atkan jihad terhadap musuh-musuh mereka. Maka ayat ini adalah ayat yang pertama turun untuk tujuan itu.

Allah Ta’ala berfirman: Udzina lilladziina yuqaataluuna bi-annaHum dhulimuu wa innallaaHa ‘alaa nash-riHim laqadiir (“Telah diizinkan berperang bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa menolong mereka itu.”) Yaitu orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar.” Al-‘Aufi berkata dari Ibnu `Abbas: “Mereka dikeluarkan dari kota Makkah ke kota Madinah tanpa alasan yang benar, yaitu Muhammad dan para Sahabatnya.”

Illaa ay yaquuluu rabbunallaaHu (“Kecuali karena mereka berkata: ‘Rabb kami hanya-lah Allah,’”) yaitu mereka sama sekali tidak berlaku buruk kepada kaum mereka serta tidak memiliki dosa, kecuali dikarenakan mereka mengesakan dan beribadah kepada Allah Yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Ini adalah istitsna’munqathi’ (pengecualian terputus) dihubungkan dengan hakekat yang sebenarnya. Sedangkan menurut penilaian orang-orang musyrik, mereka telah melakukan dosa besar.

Untuk itu, ketika orang-orang muslim bergotong-royong membangun parit Khandaq mereka bersenandung:
“Bukan mereka. Seandainya tidak ada engkau, tidaklah kami shadaqah dan shalat.
Turunkanlah ketenteraman kepada kami dan kokohkan pendirian kami, jika kami berjumpa.
Sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas jika berbuat fitnah
kepada kami, enyahkanlah dari kami.”

Rasulullah saw. mengikuti mereka dan berkata bersama mereka pada setiap akhir kata sya’ir. Saat mereka mengatakan: “idza araaduu fitnatan abainaa”, beliau memanjangkan suaranya pada kata “abainaa” (suara kedua). Kemudian Allah berfirman: wa lau laa daf’ullaaHin naasa ba’dlaHum biba’dlin (“Dan sekiranya Allah tiada menolak keganasan sebagian manusia dengan sebagian yang lain,”) seandainya Dia tidak menolak sebagian kaum dengan bagian kaum yang lain serta menahan keburukan sebagian manusia dari yang lainnya dengan sebab-sebab yang diciptakan dan ditentukan-Nya, niscaya rusaklah bumi, dan orang yang kuat akan membinasakan orang yang lemah. laHuddimat shawaami’u (“Tentulah telah dirobohkan shawami,”) yaitu tempat-tempat ibadah kecil untuk para rahib. Itulah yang dikatakan oleh Ibnu `Abbas, Mujahid, Abul `Aliyah, `Ikrimah, adh-Dhahhak dan lain-lain.

Wa bii’un (“Dan biya”) yaitu tempat yang lebih luas dan lebih banyak rahib-rahibnya, yang menjadi tempat ibadah orang-orang Nasrani. Itulah yang di-katakan oleh Abul ‘Aliyah, Qatadah, adh-Dhahhak, Ibnu Shakhr, Muqatil bin Hayyan, Khushaif dan lain-lain. Wallahu a’lam.
Firman-Nya: wa shalawaatun (“Dan shalawat,”) al-‘Aufi berkata dari Ibnu`Abbas bahwa shalawat yaitu gereja.

`Ikrimah, adh-Dhahhak dan Qatadah berkata: “Sesungguhnya itua dalah gereja-gereja Yahudi dan mereka menamakannya shalawat. Sedangkan masjid-masjid adalah untuk kaum muslimin. Firman-Nya: yudzkaru fiiHas mullaaHi katsiiran (“Yang di dalamnya banyak disebut nama Allah.”)

Sesungguhnya, dikatakan bahwa dhamir dalam firman-Nya “yudzkaru fiiHaa” kembali kepada masjid, karena kalimat itulah kalimat yang terdekat. Sedangkan adh-Dhahhak berkata: “Semua tempat peribadahan itu banyak menyebutkan nama Allah di dalamnya.”

Firman-Nya: wa layanshuran nallaaHu may yanshuruHu (“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong-Nya.”) Firman-Nya: innallaaHa laqawiyyun ‘aziiz (“Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa,”) Dia memberikan sifat kepada diri-Nya sendiri dengan kekuatan dan keperkasaan. Dengan kekuatan-Nya Dia menciptakan segala sesuatu serta menetapkan ukurannya. Dengan ke-perkasaan-Nya tidak ada satu kekuatan pun yang dapat memaksa-Nya. Bahkan, segala sesuatu tunduk di hadapan-Nya dan faqir (amat membutuh-kan)-Nya. Yang Mahamemiliki kekuatan dan keperkasaan itulah yang menjadi penolongnya dan dia yang akan ditolong. Sedangkan musuh-musuhnya adalah yang akan dikalahkan.

kataballaaHu la-aghlibanna ana wa rusulii innallaaHa qawiyyun ‘aziiz (“Allah telah menetapkan: ‘Aku dan Rasul-rasul-Ku pasti menang, Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.’”)(al-Mujaadilah: 21)

bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: