Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Hajj ayat 49-51

9 Agu

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Hajj (Haji)
Surah Madaniyyah; surah ke 22: 78 ayat

tulisan arab alquran surat al hajj ayat 49-51“Katakanlab: ‘Hai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepadamu.’ (QS. 22:49) Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih, bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia. (QS. 22:50) Dan orang-orang yang berusaha dengan maksud menentang ayat-ayat Kami dengan melemahkan (kemauan untuk beriman); mereka itu adalah penghuni penghuni neraka. (QS. 22:51)” (al-Hajj: 49-51)

Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya ketika orang-orang kafir meminta dijatuhkan siksaan dan disegerakan adzab kepada mereka. Qul yaa ayyuHan naasu innamaa ana lakum nadziirum mubiin (“Katakanlah: ‘Hai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepadamu,”) yaitu Allah mengutusku kepada kalian hanya sebagai pemberi peringatan dari Pemilik adzab yang amat pedih, bukan untuk menghitung pertanggung jawaban kalian sedikit pun. Urusan kalian hanya kepada Allah, jika Dia menghendaki, Dia akan menyegerakan adzab untuk kalian. Jika Dia menghendaki, Dia akan menundanya dari kalian. Jika Dia menghendaki, Dia akan menerima taubatnya orang yang bertaubat dan jika Dia kehendaki, Dia akan menyesatkan orangyang tercatat sebagai orang yang celaka. Dia Mahaberbuat apa yang Dia di-kehendaki, Dia inginkan dan Dia pilih.

Laa mu’aqqiba lihukmiHi wa Huwa sarii’ul hisaab (“Tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; Dan Dialah yang Mahacepat hisab-Nya.” (QS. Ar-Ra’d: 41).

Innamaa ana lakum nadziirum mubiinun fal ladziina aamanuu wa ‘amilush shaalihaati (“Sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepadamu. Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih,”) yaitu hati mereka beriman dan mereka membuktikan keimanan mereka dengan berbuat amal. laHum maghfiratuw wa rizqun kariim (“Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia,”) yaitu ampunan terhadap kesalahan-kesalahan yang lalu serta membalas kebaikan sekecil apa pun.

Muhammad bin Ka’ab al-Qurazhi berkata: “Apabila engkau mendengar firman Allah Ta’ala: wa rizkun kariim (“Dan rizki yang mulia,”) maka rizki yang mulia itu adalah surga.”

Firman-Nya: wal ladziina sa’au fii aayaatinaa mu’aajiziina (“Dan orang-orang yang berusaha dengan maksud menentang ayat-ayat Kami dengan melemahkan.”) Mujahid berkata: “Melemahkan manusia dari mengikuti Nabi,” begitu juga `Abdullah bin az-Zubair berkata: “Dengan melemahkan.” Sedangkan Ibnu `Abbas berkata: mu’aajiziina; yaitu, saling mendesak.”

Ulaa-ika ash-haabul jahiim (“Mereka itu adalah penghuni penghuni neraka,”) yaitu neraka yang panas, menyakitkan dan amat dahsyat adzab dan siksaannya, semoga Allah melindungi kita darinya.

Allah Ta’ala berfirman: alladziina kafaruu wa shadduu ‘an sabiilillaaHi zidnaaHum ‘adzaaban fauqal ‘adzaabi bimaa kaanuu yufsiduun (“Orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan.” (QS. An-Nahl: 88)

bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: